FEM Indonesia, Depok – Rumah Sakit Universitas Indonesia menggelar seminar medis bertajuk “Pendekatan Multidisiplin dalam Penanganan Celah Bibir dan Langit: Peran Deteksi Dini Prenatal hingga Tata Laksana Holistik pada Balita” pada Sabtu (6/6) di Auditorium Lantai 4 Gedung Anggrek RSUI, Depok.
Kegiatan ini diikuti tenaga kesehatan dari berbagai fasilitas pelayanan kesehatan, mulai dari dokter, dokter gigi, hingga bidan. Seminar bertujuan meningkatkan pemahaman dan kompetensi peserta dalam menangani kasus celah bibir dan langit secara komprehensif, mulai dari masa prenatal hingga masa tumbuh kembang anak.
Acara dibuka oleh dr. Devi Mayori selaku Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas profesi dalam mendukung deteksi dini, tata laksana yang tepat, serta pendampingan berkelanjutan bagi pasien dengan kondisi celah bibir dan langit.
Menurutnya, celah bibir dan langit merupakan kelainan bawaan yang membutuhkan penanganan jangka panjang dengan melibatkan berbagai disiplin ilmu kesehatan. Pendekatan multidisiplin dinilai menjadi kunci untuk memastikan pasien mendapatkan pelayanan optimal, mulai dari diagnosis, tindakan medis dan bedah, rehabilitasi, hingga pemantauan tumbuh kembang.
Seminar menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai bidang keahlian, antara lain Dr. drg. Dwi Ariawan, Norifumi Nakamura, Muhammad Sulaiman Kusuma Adiwirya, Amrita Widyagarini, Natasya Prameswari, Rilie Armeilia, Amien Suharti, serta Ranum Muntazila.
Berbagai topik strategis dibahas dalam seminar tersebut, mulai dari pentingnya deteksi dini prenatal, peran dokter kandungan dalam mengidentifikasi faktor risiko, tata laksana bedah dan ortodonti, perawatan kesehatan gigi anak, rehabilitasi medik, hingga dukungan berkelanjutan bagi pasien dan keluarganya.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan melalui sesi diskusi interaktif yang mengangkat berbagai tantangan serta perkembangan terbaru dalam penanganan celah bibir dan langit. Forum ini juga menjadi wadah berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berpusat pada pasien.
Melalui seminar ini, RSUI menegaskan komitmennya sebagai rumah sakit pendidikan dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, serta memperkuat kolaborasi multidisiplin guna mewujudkan layanan kesehatan yang komprehensif dan berkualitas bagi masyarakat.


Tinggalkan Balasan