FEM Indonesia, Medan – Grup musik The Polonia kembali menunjukkan eksistensinya di industri musik Indonesia dengan merilis single terbaru berjudul “Lelah”. Band asal Medan yang kini diperkuat oleh Adit (vokal), Akim (gitar), Andri (bass), dan Ozy (drum) tersebut tetap produktif berkarya meski telah mengalami perubahan formasi.
Adit mengungkapkan, The Polonia tetap melanjutkan perjalanan musiknya dengan semangat baru bersama dua personel anyar, Andri dan Ozy. Menurutnya, meski kini hanya menyisakan dirinya dan Akim sebagai personel lama, semangat berkarya tidak pernah surut.
“Alhamdulillah, walau kini hanya tersisa saya dan Akim dari formasi awal, bersama Andri dan Ozy kami terus melanjutkan perjalanan The Polonia di industri musik Tanah Air,” ujar Adit.
Band yang kini bergerak secara independen (indie) itu juga terus melakukan promosi, termasuk melalui kunjungan ke sejumlah stasiun radio di Medan. Mereka menyampaikan apresiasi kepada media radio maupun media daring yang selama ini mendukung setiap perilisan karya terbaru The Polonia.
The Polonia dikenal sebagai band beraliran alternatif pop yang pernah mencuri perhatian lewat album “Jadikan Aku Bintang” yang dirilis pada 2009. Album tersebut melahirkan sejumlah lagu populer, di antaranya “Andai Kau Bisa” dan “Jadikan Aku Bintang”.
Perjalanan karier mereka juga mencatat sejarah tersendiri. Pada tahun 2009, saat meluncurkan album perdana bersama perusahaan rekaman Nagaswara dan Music Industry Consultant (MIC), The Polonia dinobatkan sebagai Duta Anti Pembajakan untuk wilayah Sumatera oleh Gerakan Anti Pembajakan (GAP). Mereka juga menerima penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia atas keberhasilan mengaransemen single perdana dalam 12 genre musik berbeda.
Peluncuran album perdana tersebut berlangsung meriah di Medan dan dihadiri sejumlah tokoh industri musik nasional, termasuk Rahayu Kertawiguna serta Bois Famous Maker.
Single terbaru “Lelah” mengangkat kisah cinta yang berakhir tidak bahagia. Andri menjelaskan, lagu tersebut menceritakan perjuangan seseorang untuk melupakan hubungan asmara yang kandas, dengan pesan yang disampaikan secara tersirat melalui lirik-liriknya.
“Lelah” menjadi bukti konsistensi The Polonia dalam berkarya. Sejak 2023, band ini terus merilis karya baru di berbagai platform musik digital sekaligus aktif tampil dalam berbagai acara musik.
“Konser tetap berjalan, begitu juga penjualan merchandise. Bedanya, dulu basecamp The Polonia berada di Jakarta, sekarang kami berpusat di Medan,” kata Ozy.
Secara terpisah, Rahayu Kertawiguna menyebut The Polonia sebagai bagian penting dalam sejarah perjalanan Nagaswara. Menurutnya, grup tersebut merupakan salah satu pionir yang berhasil mengukir prestasi dan mendapatkan penghargaan MURI di awal kariernya.
Sementara itu, Bois Famous Maker menilai The Polonia memiliki karakter yang berbeda dibanding banyak band nasional lainnya. Jika sejumlah grup musik besar memilih bermarkas di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, atau Bali, The Polonia justru konsisten membangun karier nasional dari Medan.
“Ini yang membuat The Polonia istimewa. Mereka membuktikan bahwa band nasional juga bisa tumbuh dan bertahan dari Medan, salah satu kota besar Indonesia,” ujarnya.
Dengan hadirnya single “Lelah”, The Polonia berharap dapat kembali meraih perhatian penikmat musik Indonesia sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu band kebanggaan Kota Medan.


Tinggalkan Balasan