Femindonesia.com – Perjalanan ibadah umrah Raffi Ahmad, Irfan Hakim, dan rombongan mendadak diwarnai situasi menegangkan. Saat dalam perjalanan menuju Kota Taif, Arab Saudi, mereka mengaku menerima notifikasi darurat terkait ancaman serangan udara melalui ponsel.
Momen tersebut dibagikan selebgram Meisita Lomania melalui akun media sosial pribadinya pada Sabtu (24/10/2026). Dalam unggahannya, Meisita memperlihatkan suasana di dalam bus ketika para jamaah memeriksa ponsel setelah menerima peringatan dari otoritas setempat.
“Di perjalanan ibadah kali ini, kami berusaha semakin berserah diri kepada Allah. Saat di bus bersama @irfanhakim75 @raffinagita1717 rombongan FYP, tiba-tiba muncul peringatan ancaman serangan udara,” tulis Meisita, seperti dikutip Selasa (27/10/2026).
Notifikasi tersebut berisi imbauan agar masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak segera mencari perlindungan, menjauhi area terbuka, serta mengikuti arahan otoritas Pertahanan Sipil.
Pesan darurat itu membuat rombongan meningkatkan kewaspadaan dan memutuskan menghentikan perjalanan demi keselamatan. Dalam video yang dibagikan, para jamaah terlihat memantau informasi melalui ponsel, menghubungi keluarga di Indonesia, serta berdoa bersama.
Meisita mengungkapkan, situasi tersebut menjadi pengingat bagi rombongan untuk memperbanyak doa dan berserah diri selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
“Kami hanya bisa terus berikhtiar, berdoa, dan berserah diri kepada Allah. Ya Allah, jaga setiap langkah umat-Mu, tenangkan hati kami, dan lindungi semua umat-Mu. Semoga tidak terjadi serangan dan tak ada siapa pun yang terluka,” tulisnya.
Perjalanan ke Taif Dibatalkan
Setelah menerima peringatan tersebut, rombongan akhirnya membatalkan perjalanan menuju Kota Taif dan memilih mengutamakan keselamatan.
Meisita juga menyampaikan harapan agar seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan aman dan kembali ke Tanah Air untuk berkumpul bersama keluarga.
“Limpahkan rahmat dan keberkahan-Mu, izinkan kami semua kembali kepada keluarga dengan selamat. Teman-teman, saling mendoakan ya. Aamiin,” lanjutnya.
Peristiwa yang dibagikan melalui media sosial itu menjadi perhatian karena terjadi di tengah perjalanan ibadah umrah yang seharusnya berlangsung khusyuk. Meski demikian, informasi mengenai sumber ancaman, wilayah persis yang masuk dalam peringatan, serta kondisi keamanan terkini perlu dipastikan melalui keterangan resmi otoritas Arab Saudi.
Keselamatan jamaah menjadi prioritas utama dalam situasi darurat. Karena itu, mengikuti arahan petugas setempat dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi menjadi langkah penting ketika menerima peringatan keamanan selama berada di luar negeri.


Tinggalkan Balasan