FEM Indonesia, DEPOK – Karang Taruna Kelurahan Mampang, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, mengembangkan program budidaya 500 ekor ayam kampung unggulan sebagai upaya mendorong kemandirian ekonomi pemuda. Program ini menjadi bagian dari Entrepreneur Muda Pancoran Mas (EMAS) yang digagas Karang Taruna Kecamatan Pancoran Mas.

Langkah tersebut dinilai sebagai respons konkret terhadap tantangan ekonomi yang dihadapi generasi muda, sekaligus mendorong pemuda agar lebih adaptif dan kreatif dalam memanfaatkan potensi lingkungan sekitar.

Ketua Karang Taruna Kelurahan Mampang, Andi Widyan, mengatakan program ternak ayam kampung tidak hanya berorientasi pada hasil produksi, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran kewirausahaan bagi pemuda.

“Program ini kami rancang untuk membentuk mental wirausaha. Pemuda tidak hanya belajar beternak, tetapi juga memahami proses usaha dari hulu ke hilir, mulai dari perencanaan, perawatan, hingga pemasaran,” ujar Andi, Minggu (14/12/2025).

Sebagai bentuk kesiapan, Karang Taruna Kelurahan Mampang telah menyiapkan lahan seluas sekitar 500 meter persegi yang akan dimanfaatkan untuk pengembangan 500 bibit ayam kampung unggulan. Pengelolaan dilakukan secara terstruktur agar produksi berjalan optimal dan berkelanjutan.

Andi menilai potensi pasar ayam kampung di Kota Depok masih terbuka luas. Permintaan dari rumah makan, pelaku usaha kuliner, hingga kebutuhan masyarakat sehari-hari dinilai menjadi peluang ekonomi yang menjanjikan jika dikelola secara profesional dan kolektif oleh pemuda.

“Pasarnya jelas dan terus tumbuh. Banyak rumah makan membutuhkan pasokan ayam kampung berkualitas secara rutin. Ini bisa menjadi sumber penghasilan yang berkelanjutan bagi pemuda,” jelasnya.

Di bawah kepemimpinan Andi Widyan, Karang Taruna Kelurahan Mampang tidak hanya aktif dalam kegiatan sosial, tetapi juga diarahkan menjadi ruang produktif bagi pengembangan ekonomi pemuda. Ia mendorong generasi muda untuk tidak bergantung sepenuhnya pada lapangan kerja formal.

“Pemuda harus berani keluar dari pola lama. Banyak potensi di sekitar kita yang bisa dikelola menjadi peluang usaha,” katanya.

Andi juga menekankan pentingnya kolaborasi antaranggota Karang Taruna serta dukungan berbagai pihak agar program pemberdayaan pemuda dapat berjalan efektif dan berdampak nyata.

Program pengembangan ayam kampung unggulan ini diharapkan dapat berjalan berkesinambungan dan menjadi contoh bagi Karang Taruna di wilayah lain. Tidak hanya sebagai kegiatan ekonomi, tetapi juga sebagai model pemberdayaan pemuda berbasis komunitas di Kota Depok.