FEM Indonesia, Bali – Setelah dua tahun lamanya absen dampak dari pandemi, WSL dan Rip Curl mengumumkan bahwa acara tahunan Rip Curl Cup Padang Padang yang ke-16 hadir kembali.
Gelaran surfing di tahun ini tak hanya menyediakan media yang sempurna bagi 8 tuberidersinternasional terbaik dunia sebagai tantangan untuk mereka bergelut dengan ombak di planet ini, tetapi juga untuk menyambut formasi baru kompetisi trials yang akan menjadi penentu siapakah dari 8 peselancar lokal legendaris dan pemenang terdahulu yang akan menjadi tuberiders selanjutnya.
Termasuk didalamnya peselancar wanita pertama yang akan bergabung dengan 8 peselancar internasional.
“WSL sangat bersemangat untuk menyambut Rip Curl Cup Padang Padang tahun ini di Indonesia. Kami sangat senang bisa bekerja sama dengan Rip Curl dalam event spesial ini di tahun 2022,” papar Ty Sorati, selaku manajer WSL Asia Pasific seperti dikutip dari siaran persnya, baru-baru ini.
“Event ini sangat unik karena hanya berlangsung di momen ombak terbaik, yang artinya kita akan melihat ombak yang sempurna pada saat kompetisi berlangsung. Kami tidak sabar untuk bisa menyaksikan para tuberiders terbaik dunia dan juga Indonesia bergumul dengan ombak paling mistis di dunia.” tambahnua.
Ke 16 tuberiders profesional yang diundang akan bersiap selama bulan Agustus untuk mengantisipasi momen ombak dan gelombang yang spektakuler tersebut datang serta menunjukkan kepada penonton selancar di seluruh dunia bagaimana mereka bisa menguasai ombak Padang-Padang yang begitu mistis.
Event Manager Rip Curl Indonesia, Ribut Wahyudi bersama Direktur Kontes Rip Curl Indonesia James Hendy siap siaga mengamati, membaca situasi dan menganalisa semua kemungkinan yang ada, dan siap untuk memberi sinyal Rip Curl Cup untuk ON ketika kondisi ombak Padang-Padang yang sempurna terjadi.

“Bisa menyaksikan para tuberiders terbaik dunia berhadapan dengan talenta terbaik Indonesia di Bali setelah dua tahun absen adalah sesuatu yang kita semua impikan,” kata Direktur Kontes James Hendy. “Kami berterima kasih kepada komunitas selancar lokal dan Pemerintah Daerah yang telah mengizinkan tradisi ini berlanjut dan berharap dapat melihat semua orang bisa datang di acara pembukaan event ini di Pantai Padang Padang pada hari Minggu, 31 Juli nanti.” jelasnya.
Kompetisi Rip Curl Cup Trials tahun ini mengalami perubahan yang signifikan dalam proses seleksi 8 peserta lokal yang akan masuk ke 16 besar pada event utama. Pada tahun-tahun sebelumnya, 4 finalis teratas dari Trials dan 4 teratas dari event utama tahun lalu tergabung dalam 8 pemain internasional yang akan menuju babak final, tetapi tahun ini membawa perubahan evolusioner pada formasi trials.
Di antara para barrel rider terbaik dunia, telah dipastikan bahwa Taina Angel Izquierdo akan ikut serta mewakili Indonesia sebagai satu-satunya kompetitor wanita pada heat draw kompetisi trials tahun ini.

“Sedari aku kecil, aku selalu datang ke event Rip Curl Cup Padang Padang untuk menyaksikan dan merasakan betapa spesial dan ajaibnya acara ini,” tutur Taina Angel. “Ketika aku mendapat undangan untuk berselancar dalam kompetisi trials tahun ini, aku merasa sangat kagum, terhormat dan bersyukur. Menjadi satu-satunya peselancar wanita Indonesia yang berkompetisi melawan beberapa peselancar favoritku dan bukan sekedar di tempat surfing biasa, tetapi di Padang Padang? Wah, benar-benar mimpi yang jadi kenyataan,”imbuhnya.
32 peselancar lokal telah diundang untuk kompetisi trials sama seperti sebelumnya, tetapi saat sudah berada di air bisa menjadi sesuatu yang luar biasa.


Tinggalkan Balasan