Connect with us

Lifestyle

Kompetisi EF 360 Ajak Generasi Milenial Kembangkan Ide Kreatif & Futuristik

Published

on

FEM Indonesia – Generasi  milenial sepertinya mulai jadi incaran berbagai sektor. Termasuk sebuah kompetisi berbasis bahasa inggris.

Seperti ajang EF Englihs Centers for Kid & Teens menggelar kompetisi E 360 yang diperuntukan bagi generasi milenial dalam mengembangkan ide kreatif, futuristik, dan senang berkolaborasi.

EF Customer Experience Director Savitri Manan, mengatakan bahwa kompetisi EF 360 dapat menjadi sarana bagi murid-murid SMA sederajat untuk belajar mengasah kemampuan problem solving mereka.

“Mereka ditantang untuk memecahkan studi kasus yang sudah dibentuk dan pada akhirnya akan tercipta sebuah inovasi melalui ide-ide kreatif yang dapat dikembangkan menjadi sebuah bisnis yang bisa diaplikasikan,” ujar Savitri Manan dalam keterangan siaran persnya, Sabtu (27/7/2019).

Bekerja sama dengan Hult Internasional Business School, EF 360 turut mengedukasi para pelajar dalam pembuatan business plan dan business ideation. “Sehingga dapat memberikan dampak positif pada pengembangan bahasa Inggris anak-anak Indonesia,” ucap Erditya Arfah selaku Marketing Director EF English Centers for Kids & Teens.

Kompetisi diyakini dapat menumbuhkan jiwa entrepreneurship anak muda Indonesia dan meningkatkan daya saing generasi penerus di pasar global. Untuk itu, EF 360 akan membekali finalis dengan pelatihan perencanaan bisnis, pitching ide bisnis tersebut, content marketing dan branding.

“Pembekalan dilakukan selama empat hari secara intensif mulai dari tanggal 9 sampai 12 Oktober. Lima tim finalis terpilih dari kompetisi EF 360, akan dimentori oleh orang-orang yang berpengalaman di bidangnya, untuk membantu mengembangkan ide-ide kreatif mereka serta mewujudkannya sebagai bisnis yang bisa diaplikasikan,” ungkap Erditya.

Nantinya, pemenang akan dinilai berdasarkan lima poin penilaian, yaitu actionable, sustainable, measurable impact, feasibility, innovative dan scalable. Selain itu, salah satu kunci penting untuk memenangkan persaingan pasar global adalah dengan menguasai Bahasa Inggris.

“Penggunaan bahasa Inggris menjadi sangat penting untuk para entrepreneur sebagai bekal membangun relasi untuk memperluas peluang kerjasama dengan berbagai pihak. Selain memenangkan beasiswa sebesar USD 22,000 di Hult International Business School serta Global Office Tour ke Shanghai. Pemenang EF 360 juga akan mendapatkan kursus Bahasa Inggris EF Frontrunner,” tandas Elisabeth Maria selaku Regional Director EF English Centers for Kids and Teens.

Pendaftaran kompetisi EF 360 dibuka mulai dari tanggal 15 Juli sampai dengan 31 Agustus 2019 melalui laman www.ef.co.id/creative360. Penasaran?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Lifestyle

Nikmati Pengalaman Hiburan Dimana Saja, Samsung Hadirkan The Freestyle 2.0

Published

on

FEM Indonesia – Kebersamaan selalu menjadi momen yang ditunggu siapa saja. Apalagi jika dalam kebesamaan tersebut dihadirkan hiburan. Salah satunya dengan menggunakan proyektor berdesign portabledengan all round yang dapat disisipkan dalam backpack, Samsung The Freestyle 2.0.

“Dengan bentuk seringkas itu, Samsung The Freestyle 2.0 bisa menampilkan konten-konten hiburan dari layanan streaming maupun dari perangkat mobile kamu, yang bisa kamu nikmati bareng orang terkasihmu di mana saja, kapan saja, dan pada permukaan apa saja,” ujar Head of Product – AV Business, Samsung Electronics Indonesia, Ubay Bayanudin, belum lama ini.

“Dengan cara pemasangan yang mudah, The Freestyle 2.0 ini mampu menampilkan gambar yang jernih di layar besar hingga 100 inci, serta sound yang powerful, bikin momen malam mingguan bareng orang terkasih semakin seru. Menikmati hiburan bersama pasangan dalam suasana romantis tak pernah semudah dan sefleksibel ini, “ tambahnya.

Selain mengalami pengalaman sinematik, kata Ubay, Samsung The Freestyle 2.0 ini dapat di Instant Setup dengan pemasangan 22% lebih cepat dan 59% lebih cepat untuk meluncurkan aplikasi dibanding generasi pendahulunya. Termasuk memiliki cradle atau dudukan yang bisa diputar sampai 180 derajat jika ingin memproyeksikan konten dalam ruang sesempit apapun.

“Dengan fitur Smart Edge Blending bahkan bisa menggabungkan dua unit The Freestyle 2.0 secara wireless dan menghasilkan proyeksi seluas 160 inci dan screen ratio 21:9. Dengan layar seluas itu, tak ubahnya sedang menikmati hiburan di bioskop mini pribadi,” jelasnya.

Adapula fitur lain yang dibenamkan dalam The Freestyle 2.0 tersebut semisal fitur Tap View, speaker Premium 360 Sound, fitur Ambient Mode.

Sementara itu bagi penggemar Suga dari K-Pop BTS, Samsung akan menyiapkan The Freestyle untuk peserta yang beruntung dengan ikut serta kompetisi #SpreadYourLove with The Freestyle 2.0. Caranya mudah, hanya dengan berfoto gambar Suga yang diproyeksikan dari The Freestyle 2.0 sekalian dengan perangkat The Freestyle 2.0 lalu unggah ke media sosial seperti Instagram, Facebook, TikTok, atau X dengan mencantumkan hastag #SpreadLovewithSamsungTV, #TheFreestyleID, #SamsungTV dan mention atau tag @SamsungIndonesia.

Kompetisi ini berlangsung dari 14 Februari 2024 sampai 15 Maret 2024 dan para pemenang akan diumumkan melalui akun official Samsung Indonesia setiap pekan.

So, segera sambangi Toko Hartono Kertajaya Indah di Surabaya, Toko Hartono Malang, Bali Electronic Center di Bali, Toko Alaska di Makassar, Informa Electronics Plaza IBCC di Bandung, Informa Electronics Living Plza Bekasi, Informa Electronics Qbig BS, Elektronic City SCBD Jakarta, Electonic City Kota Kasablanka Jakarta, Candi Elektronik Surakarta serta Atlanta di Jogjakarta untuk memilikiThe Freestyle 2.0. [foto : dokumentasi/teks : denim]

Continue Reading

Lifestyle

Rahasia Cantik sambil Lestarikan Bumi, Ini 4 Tips Perawatan Inspirasi dari Alam

Published

on

FEM Indonesia – Sebelum melengkapi skincare regime di tahun 2024, yuk intip empat tips berikut agar kamu dapat merawat kecantikan diri, sambil mempertahankan kelestarian bumi:

1. Kesehatan kulit yang terinspirasi dari alam

Kemajuan di industri kecantikan, kini ditandai dengan hadirnya berbagai brand yang mengganti synthetic ingredients dengan bahan alami yang ramah lingkungan, termasuk active ingredients. Melalui kecanggihan teknologi, konsumen dapat merawat kesehatan rambut, kulit, hingga kuku mereka dengan bahan-bahan alami yang dikembangkan tanpa melibatkan uji coba terhadap hewan.

Botanical Essentials, brand premium personal care lokal, menggantikan squalene dengan squalane, yang meskipun hanya berbeda satu huruf, namun sumber dari kedua senyawa alami ini sangatlah berbeda. 

Squalene berasal dari minyak hati ikan hiu, sementara squalane dihasilkan dari fermentasi tebu yang lebih ramah lingkungan. Squalane sendiri bekerja sebagai powerful anti-aging yang ampuh mendorong produksi kolagen pada kulit untuk merawat kelembapannya. Tidak hanya itu, Botanical Essentials juga memanfaatkan ekstrak biji rambutan yang kaya akan vitamin, mineral, dan senyawa antioksidan, untuk mendorong pertumbuhan dan ketebalan rambut untuk rangkaian produk shampoo.

2. Memanfaatkan bahan alami yang diperoleh dengan sustainable farming 

Sustainable beauty juga mengacu pada metode pertanian yang dirancang untuk menjaga keseimbangan ekologi, sosial, dan ekonomi, untuk memproduksi bahan baku produk. Dengan memilih produk kecantikan yang menerapkan sustainable farming atau pertanian berkelanjutan, konsumen dapat merawat kecantikan sekaligus melindungi lingkungan, meningkatkan kesejahteraan sosial, dan memastikan kelangsungan ekonomi untuk para petani.

Botanical Essentials berkolaborasi dengan Givaudan, perusahaan flavors and fragrances yang menerapkan prinsip pertanian berkelanjutan, seperti metode pertanian organik tanpa pestisida, rotasi tanaman untuk kesuburan tanah pertanian, serta pengelolaan air secara efisien. Melalui kolaborasi ini, Botanical Essentials mendukung petani lokal meningkatkan ketahanan pertanian mereka sebanyak 25% dan menghemat penggunaan bahan bakar pada peralatan mereka sebesar 50%.

3. Inovasi melalui eco-friendly packaging

Tidak dipungkiri, kemasan skincare menjadi salah satu kontributor sampah di lingkungan sekitar. Oleh karena itu, konsep keberlanjutan dalam industri kecantikan kini diwujudkan dalam penggunaan kemasan alternatif yang lebih ramah lingkungan. Tidak sedikit diantaranya juga memberikan benefit bagi konsumen yang mau terlibat dalam upaya brand menerapkan sustainable beauty.

Botanical Essentials menggunakan botol berbahan rPET atau plastik PET yang dihasilkan dari proses daur ulang menggunakan berbagai beauty brand dan kemasan minuman. Konsumen dapat mendukung movement ini dengan menukarkan empties bottle di waste box Botanical Essentials dan mendapatkan hadiah menarik. Kegiatan ini bisa konsumen lakukan di pop-up booth Botanical Essentials, di Grand Indonesia West Mall 2nd floor.

4. Pemberdayaan industri lokal dan komunitas sekitar

Dengan membeli produk lokal, konsumen secara tidak langsung mengurangi jejak karbon dari transportasi dan produksi jarak jauh, serta memberi dukungan finansial kepada pengusaha dan industri manufaktur lokal. Begitu juga dengan program pemberdayaan komunitas sekitar yang sering dilakukan oleh brand kecantikan, yang dapat merangsang pertumbuhan bisnis lokal dengan menciptakan lapangan kerja.

Botanical Essentials, diproduksi dan dikembangkan di Indonesia, dengan memanfaatkan resources dalam negeri. Bersama Givaudan, Botanical Essentials memberdayakan petani lokal untuk memproduksi beberapa variannya seperti patchouli dan vetiver.

Botanical Essentials juga berkolaborasi dengan Liberty Society, yang memberdayakan kaum marginal untuk memproduksi merchandise ramah lingkungan. Hingga saat ini, terdapat 645 tote bag dan 20.000 pouch yang dipakai oleh konsumen Botanical Essentials, berkat keterampilan dari 15 perempuan pengungsi.

Tren conscious beauty pada konsumen atau kepedulian mereka terhadap kecantikan menyeluruh, termasuk lingkungan, diprediksi akan berlanjut sepanjang 2024. Hal ini juga menjadi komitmen Botanical Essentials melalui inovasi yang mereka lakukan untuk memperkaya pilihan konsumen dalam merawat kesehatan kulit dan bumi. Lydia, Product Development Botanical Essentials mengatakan bahwa konsumen perlu dilibatkan dalam kedua hal ini, untuk membangun bisnis kecantikan yang berkelanjutan.

“Botanical Essentials mengusung konsep kind to the skin, kind to the world dalam mengembangkan varian produknya. Mulai dari rangkaian body care seperti body wash, hand wash, body lotion, dan body oil, hair care seperti hair shampoo dan hair conditioner, hingga hand sanitizer dan linen spray. Semuanya kami kembangkan dengan memanfaatkan bahan-bahan dari alam, dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip keberlanjutan,” paparnya.

Continue Reading

Lifestyle

Fitness Age Garmin, Bantu Tingkatkan Kebugaran Tubuh dan Saran Olahraga yang Dipersonalisasi

Published

on

FEM Indonesia – Olahraga gym yang belakangan menjamur harus diikuti dengan alat ukur kebugaran. Hal tersebut agar mengetahui kemampuan yang akan membantu meningkatkan kebugaran tubuh. Apalagi jika disertai fitur saran olahraga yang dipersonalisasi.

Adalah Garmin yang mengeluarkan Fitness Age atau Usia Kebugaran, dimana alat ini dapat memperkirakan mengenai seberapa fit atau bugar tubuh seseorang dibandingkan dengan usia sebenarnya. Bahkan Fitness Age dapat lebih muda dari usia seseorang sebenarnya dan itu akan berdampak pada tubuh yang terasa lebih fit dan segar. Sebaliknya, Fitness Age juga bisa lebih tua dari usia seseorang sebenarnya.

“Garmin menggunakan informasi, seperti: usia, indeks massa tubuh (BMI), data detak jantung saat istirahat, dan riwayat saat menjalani aktivitas berat untuk memberikan perkiraan Fitness Age. Setiap orang memiliki Fitness Age yang berbeda. Olahraga serta perubahan gaya hidup dapat mempengaruhi usia kebugaran Anda,” jelas Marketing Communication Manager Garmin Indonesia, Chandrawidhi Desideriani.

Ia menambahkan cara mengetahui dan mengukur Fitness Age terbilang mudah yakni dengan membuka aplikasi Garmin Connect lalu pilih More (tanda titik tiga) dan pilih Health Stats dan temukan Fitness Age. Di layar akan tertera usia pengguna yang sebenarnya, beserta dengan kisaran Usia Kebugaran (Fitness Age) serta usia yang dapat dicapai. Kemudian dibawahnya disertakan juga rekomendasi untuk mengurangi usia kebugaran misalnya dengan menambah aktivitas berat mengurangi persentase lemak tubuh (body fat) dan melihat catatan resting heart rate (detak jantung ketika beristirahat). 

Selain itu, sambungnya, statistik mengenai Fitness Age adalah interpretasi yang berhubungan dengan perkiraan VO2 Max. Sebagai informasi, VO2 Max adalah angka tunggal yang mendeskripsikan kebugaran kardiorespirasi pengguna. Hal ini dihitung dengan membandingkan tingkat kebugaran VO2 Max saat ini dengan angka normal dari orang-orang berusia berbeda dengan gender yang sama dengan pengguna.

VO2 Max diperoleh dari melacak jumlah maksimal oksigen yang dapat digunakan oleh tubuh pengguna dalam olahraga intens selama satu menit. Informasi ini penting untuk memahami kemampuan dalam memberikan daya untuk aktivitas dengan menggunakan jalan energi aerobik. 

Dengan kata lain, lebih tinggi VO2 Max, lebih banyak oksigen yang dapat pengguna impor, antar dan gunakan untuk mengubah secara aerobik energi yang disimpan dalam gizi menjadi performa.

“Seiring kita menua, kebugaran kardiorespirasi kita biasanya menurun. Namun, berkurangnya kemampuan performa ini dapat dilambatkan dan bahkan dibalikkan, sampai batas tertentu, dengan aktivitas fisik reguler,” katanya lagi.

Menariknya, fitur Fitness Age tidak akan melakukan pelacakan ketika pengguna sedang dalam kondisi hamil. Hal ini dilakukan karena beberapa alasan. Pertama, perubahan yang terjadi pada tubuh akibat kehamilan dapat berdampak pada variabel Fitness Age seperti detak jantung saat beristirahat dan BMI, yang menyebabkan hasil tidak akurat. Selain itu, beberapa saran untuk menurunkan Fitness Age, seperti mengurangi BMI atau meningkatkan aktivitas berat, mungkin tidak disarankan selama masa kehamilan.

Fitness Age akan dilanjutkan pada akhir kehamilan, namun beberapa rekomendasi terkait aktivitas berat atau berat badan mungkin tidak disarankan untuk segera dilakukan setelah masa kehamilan. 

Sementara bagi yang menginginkan saran dalam beraktivitas dan olahraga yang dipersonalisasi, dapat dipantau melalui aplikasi Garmin Connect yang terpasang di smartphone.

Selain itu, pengguna juga akan memperoleh rekomendasi berapa banyak harus bergerak lebih aktif. Bahkan untuk membantu menjadi lebih sehat dan bugar, Garmin dapat membantu menyiapkan Training Plan yang dipersonalisasi dan didukung Coach berpengalaman melalui fitur Garmin Coach.

Dengan mengikuti saran latihan yang diberikan, diharapkan tidak hanya dapat membantu mengurangi Fitness Age, tetapi tercapainya target utama yang ingin dicapai berupa tubuh yang menjadi lebih sehat dan bugar.

“Keberadaan fitur Fitness Age dari Garmin ini jelas sangat membantu untuk bisa lebih memahami seberapa fit dan bugar tubuh kita. Saran menu latihan yang dipersonalisasi juga membuat Anda bisa lebih olahraga dengan terarah dan mendapatkan Fitness Age yang lebih baik, serta memungkinkan tubuh mendapatkan manfaat yang optimal dari berolahraga,” tutup Chandrawidhi.

Diseburkan, fitur Fitness Age ini telah tersedia di beragam model smartwatch Garmin, di antaranya seperti Venu 3 dan vivoactive 5 yang kini sudah tersedia di Indonesia. Dilengkapi dengan layar AMOLED, Wheelchair Mode, dan daya tahan baterai hingga 14 hari, Venu 3 dan Venu 3S telah tersedia dengan harga Rp 7.999.000. Sementara vivoactive 5 yang dikemas dengan fitur lengkap, desain stylish dengan layar AMOLED dan daya tahan baterai hingga 11 hari, tersedia dengan harga Rp 5.349.000. [foto : dokumentasi/teks : pr/denim]

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending