FEM Indonesia – Kurangnya pengetahuan pemilihan popok yang tepat menyebabkan masih terjadinya iritasi atau ruam kulit si bayi. Apalagi kondisi demikian kerap terjadi sejak usia beberapa minggu hingga 18 bulan kendati dialami ketika bayi usia 6-9 bulan. Untuk itu dibutuhkan popok yang tidak menggumpal dan menggunakan bahan 100% SAP (Super Absorbent Polymer) agar tidak menimbulkan ruam pada kulit sensitif bayi. Demikian dalam jurnal ilmu kebidanan oleh Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Semarang (Poltekkes Kemenkes Semarang) pada November 2019 yang dipaparkan saat webinar kesehatan mengenai Dampak Negatif Menggunakan Popok Menggumpal yang diadakan Makuku, Selasa (30/11).

Menurut pembicara dr. Rae Fernandez, Sp.A ruam kulit mudah terjadi karena popok yang menggumpal bersentuhan dengan sensitifitas kulit bayi. Meski berdampak bahaya namun ruam ini mengganggu kenyamanan bayi.

“Sebagian besar bayi yang memakai popok pernah mengalami ruam popok. Ruam ini umumnya tidak berbahaya. Meski demikian, ruam popok dapat mengganggu kenyamanan sehingga bayi cenderung menjadi lebih rewel. Pada kasus tertentu, ruam popok membutuhkan penanganan dari dokter,” terangnya.

Untuk itu dibutuhkan pemilihan popok yang tepat bagi si bayi. Terlebih ruam kulit yang terjadi disebabkan akibat paparan urine dan tinja yang terkumpul di dalam popok yang apabila terlalu menggumpal berakibat infeksi bakteri, atau penyakit kulit, seperti dermatitis seboroik atau dermatitis atopik.

“Untuk itulah penting diketahui bagaimana memilih popok yang tepat sehingga dapat mencegah dampak negatif yang timbul seperti kulit sensitif pada bayi. Popok yang direkomendasikan adalah popok yang menggunakan bahan 100% SAP sehingga tidak menimbulkan ruam pada kulit sensitif bayi,” katanya.

Hal senada diungkapkan pembicara lain yang juga mom influencer, Munira Agile. Ia mengatakan pengetahuan pemilihan popok yang tepat bagi seorang ibu sangat penting. Hal ini guna menghindari ruam kulit bayi yang sensitive. Untuk itu dirinya menyambut baik webinar yang diadakan Makuku.

“Webinar sangat menarik karena memberikan edukasi kepada orang tua di Indonesia mengenai popok anti gumpal dan memiliki daya serap yang bagus ternyata berdampak besar bagi kesehatan kulit anak,” tuturnya.

Sementara CEO Makuku Indonesia, Jason Lee menyatakan bahwa sumber persoalan terjadi iritasi pada kulit bayi lantaran popok yang menggumpal. Sehingga dibutuhkan pemilihan popok yang tepat. Ia juga berharap dengan webinar ini dapat meningkatkan kesadaran orangtua dalam memilih popok.

“Jika popok mudah menggumpal, maka akan terjadi osmosis balik sehingga menjadi lembab dan akhirnya akan menyebabkan ruam pada anak. Makuku Air Diapers hadir di Indonesia dengan struktur baru yakni 100% SAP sehingga tidak menggumpal sehingga lebih nyaman dan tidak bocor, hal ini tentu menjaga kulit bayi sensitif tetap terjaga,” ujar Jason. [foto : dokumentasi/teks : denim]