FEM Indonesia – Menjadi musisi terkenal adalah impian semua termasuk bagi para pemusik. Berbanggalah menjadi musisi, karena mereka menjadi bagian dari sebuah keistimewaan.
Sesuatu yang spesial adalah musisi yang dimaksud mereka yang bisa bermain musik dan menciptakan Iagu yang bisa ngehit’s.
Ceo Nagaswara, Rahayu Kertawiguna memaparkan, bahwa pencipta lagu yang Iagunya populer di masyarakat disebut hits maker. Untuk menjadi seorang hits maker, katanya bukan hal yang mudah. Setidaknya, ia harus mampu membuktikan dalam menciptakan banyak Iagu yang pupuler untuk banyak penyanyi, grup vokal dan grup band.
“Hits maker itu tidak ada sekolahnya. Mengapa? Berdasarkan pengalaman saya di industri musik Indonesia, para hits maker datang silih berganti sesuai masanya. Ada musisi wanita dan musisi pria. Ada juga yang muncul dari dedengkot sebuah grup band dan solois. Bahkan, ada hits maker yang bukan berasal dari kalangan musisi,” ujar Rahayu Kertawiguna, Jum’at (13/1).
Pria yang sudah mempopulerkan nama Wali Band, Siti Badriah hingga Zaskia Gotik ini menambahkan, bahwa Hits maker itu tak ada sekolah formalnya. Semuanya serba alami. Semuanya ditempa oleh proses panjang dan waktu. Pastinya, ada unsur “X” di dalamnya atau campur tangan Tuhan. Mereka adalah orang-orang terpilih di dunia musik.
“Jaman sekarang di era digital ini, untuk menjadi seorang hits maker malah tambah sulit. Karena harus bersaing dengan mesin-mesin IT yang notabene buatan manusia. Mesin-mesin ini bisa mengejakulasi sebuah Iagu menjadi populer dengan waktu yang sangat cepat,” jelasnya
Rahayu juga mengenang musik di era 90an, bahwa saat itu semua Iagu diperkenalkan secara proses alami Iewat media radio dan televisi. Tapi sekarang, katanya semua sudah serba bebas.
“Perkembangan teknologi yang ada menjadi hantu bagi para calon hits maker. Tapi, semua tergantung bagaimana para hits maker menempatkan diri,” pungkasnya.


Tinggalkan Balasan