FEM Indonesia Taiwan – Dinilai melakukan praktik penjualan yang menambah polusi plastik, para penggemar K-Pop melakukan kampanye Plastic Album Sins di depan kantor HYBE di Seoul, baru-baru ini.

Para penggemar K-Pop dari Kpop4Plent ini menganggap kantor label BTS tersebut menjalankan taktik penjualan kotor seperti menjual photocard secara acak, melakukan sistem undian untuk fansign dan mengeluarkan beberapa versi album sehingga mendorong penggemar melakukan pembelian secara massal. Karena itu dalam aksi kampanye tersebut Kpop4Plent membawaboneka yang melambangkan para penggemar yang terbebas dari taktik penjualan album.

“Dengan krisis iklim yang semakin memburuk, November 2024 nanti kota Busan di Korea Selatan akan menjadi tuan rumah dari perundingan penting yaitu negosiasi antarpemerintah atau Intergovernmental Negotiating Committee ke-lima (INC-5) untuk membahas dan menghasilkan perjanjian yang mengikat secara hukum internasional mengenai polusi plastik. Sangat miris, industri hiburan yang menjadi salah satu pendorong ekonomi Korea Selatan tetap mempraktikan penjualan yang meningkatkan volume sampah polusi plastik dan ikut menyumbang emisi di planet bumi,” papar juru kampanye Kpop4Planet, Dayeon Lee.

“Industri K-pop tidak akan seperti sekarang ini tanpa penggemar, jadi kami berharap HYBE akan mendengarkan suara penggemar, dan kami tidak akan berhenti sampai kami mendengar jawaban HYBE atas tuntutan kami untuk mengakhiri taktik pemasaran album yang menyesatkan,” sambung Lee.

Diakui, Kpop4Planet telah mengirimkan surat terbuka kepada HYBE untuk menyampaikan suara penggemar dan menuntut perusahaan menghentikan taktik penjualan yang memaksa penggemar membeli beberapa salinan album fisik yang sama. Hingga saat ini, HYBE belum memberikan tanggapan.

Diketahui, sebuah laporan parlemen Korea pada tahun 2022, jumlah sampah plastik yang dihasilkan oleh perusahaan hiburan telah meningkat 14 kali lipat dalam enam tahun terakhir. Walau era ini baru bagi streaming digital, tetapi penjualan album fisik K-pop tetap melonjak selama satu dekade terakhir dengan lebih dari 116 juta album fisik terjual dengan 400 album di tahun 2023.