FEM Indonesia, Jakarta — Grup band legendaris Slank kembali menyita perhatian publik dengan merilis single terbaru berjudul “Republik Fufufafa”, bertepatan dengan perayaan ulang tahun mereka yang ke-42, Sabtu (27/12).

Lagu ini menegaskan konsistensi Slank sebagai band yang tak pernah absen menyuarakan kritik sosial-politik melalui musik rock yang lugas dan enerjik.

Single “Republik Fufufafa” resmi dirilis melalui kanal YouTube Musik Slank serta berbagai platform streaming digital. Tak butuh waktu lama, lagu ini langsung menjadi perbincangan hangat warganet, melanjutkan tradisi Slank yang kerap menyelipkan satire tajam dan relevan dalam karya-karyanya.

Dari sisi musikal, “Republik Fufufafa” dibalut gaya slengean khas Slank, namun menyimpan pesan serius tentang potret sebuah negeri yang digambarkan carut-marut. Lagu ini ditulis oleh Bimo Setiawan Almachzumi (Bimbim) dan direkam di Flat 5 Studio, menghadirkan energi rock yang familiar bagi Slankers, sekaligus membuka ruang tafsir luas bagi pendengarnya.

Tak hanya audionya, video musik “Republik Fufufafa” juga menuai sorotan. Disutradarai Riandhani Yudha Pamungkas, visualnya menampilkan para personel Slank dengan riasan dan karakter yang mengingatkan pada figur Joker, memperkuat nuansa ironi dan satire yang menjadi benang merah lagu tersebut. Konsep visual penuh simbol ini dinilai selaras dengan pesan kritik sosial yang diusung.

Respons publik terbilang tinggi. Berdasarkan pantauan di YouTube @musikslank, video musik “Republik Fufufafa” telah mengumpulkan 9,4 ribu tanda suka dan lebih dari 2 ribu komentar dalam waktu kurang dari satu hari sejak diunggah. Sementara di akun Instagram resmi @slankdotcom, potongan video musik yang dibagikan mencatat 22,3 ribu suka, 2.037 komentar, serta 2.478 kali dibagikan.

Banyak penggemar menyambut positif kehadiran lagu ini dan menilai Slank seolah kembali ke khitah awal mereka sebagai band yang vokal menyuarakan kritik melalui musik. Nama “Fufufafa” sendiri menambah lapisan makna, merujuk pada sebuah akun forum komunitas online yang sempat viral pada 2024 karena kerap mengkritik tokoh politik tertentu, meski identitas di balik akun tersebut hingga kini masih menjadi misteri.

Melalui unggahan resmi di media sosial, Slank mengajak penggemarnya menikmati “Republik Fufufafa” baik dalam format video musik maupun audio streaming, menegaskan semangat band ini untuk terus relevan di tengah dinamika musik dan diskursus sosial yang terus berkembang.

Di usia lebih dari empat dekade, Slank telah menorehkan perjalanan panjang dengan merilis 25 album studio, 9 album kompilasi, 3 album internasional, 4 mini album, 3 album soundtrack, serta 21 single.

Diskografi yang merentang dari rock, pop, reggae, punk, hingga jazz dan etnik tersebut mengukuhkan Slank sebagai salah satu ikon paling berpengaruh dalam sejarah musik Indonesia.