FEM Indonesia – Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat ekosistem film nasional melalui Santri Film Festival (SANFFEST).
Hal itu disampaikan saat menghadiri Bedah Film SANFFEST Ramadan di Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Kebudayaan, Ciputat, Tangerang Selatan, Minggu (1/3/2026).
Menurut Fadli, SANFFEST yang telah dimulai sejak tahun lalu kini menjadi bagian dari program strategis Kementerian Kebudayaan untuk membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat, termasuk kalangan pesantren, dalam memajukan kebudayaan nasional.
“Santri Film Festival menjadi ruang penting agar semua orang punya kesempatan berkontribusi dalam pemajuan kebudayaan. Film adalah salah satu ekspresi budaya yang sangat kuat,” ujarnya.
Ruang Ekspresi Santri
Dalam kegiatan yang dihadiri pimpinan pondok pesantren dan para santri, Fadli menilai SANFFEST sebagai ruang strategis bagi generasi muda pesantren untuk mengekspresikan gagasan, nilai, serta kekayaan budaya melalui medium film.
Ia menjelaskan, seni merupakan satu dari sepuluh Objek Pemajuan Kebudayaan yang menjadi fokus kebijakan nasional, selain bahasa, sastra, tradisi lisan, manuskrip, ritus, adat istiadat, permainan tradisional, olahraga tradisional, dan pangan lokal.
Menurutnya, film memiliki posisi istimewa karena mampu merangkum berbagai unsur budaya sekaligus dalam satu karya.
“Di dalam film ada seni akting, bahasa, sastra, musik, tari, wastra, bahkan kuliner. Film adalah platform yang mengandung banyak unsur seni dan budaya, sekaligus paling mudah disebarluaskan di era digital,” katanya.
Lima Ekosistem Seni Jadi Prioritas
Fadli menyebut pemerintah memprioritaskan lima ekosistem seni dalam manajemen talenta nasional, yakni film, musik, seni pertunjukan, seni rupa, dan sastra. Program tersebut meliputi pembibitan talenta, lokakarya, penguatan kapasitas, hingga pendampingan oleh para maestro.
Ia juga memaparkan capaian industri film nasional yang kini menguasai sekitar 67 persen pangsa pasar bioskop di dalam negeri. Selain itu, film Indonesia aktif berpartisipasi di berbagai ajang internasional seperti Festival Film Internasional Rotterdam, Berlin International Film Festival, dan Sundance Film Festival.
Harapan Lahirnya Sineas Pesantren
Menutup sambutannya, Fadli berharap lingkungan pesantren dapat melahirkan sineas-sineas baru yang mampu membawa kisah Indonesia ke panggung dunia.
“Kekuatan film ada pada cerita, dan Indonesia tidak pernah kekurangan cerita. Santri punya pengalaman, tradisi, dan perspektif yang sangat unik,” pungkasnya.


Tinggalkan Balasan