FEM Indonesia, Cianjur — Program Safari Ramadan 2026 yang digelar Yayasan Peduli Anak Indonesia terus menjangkau wilayah terpencil. Memasuki hari kedua pada Selasa (16/3), Yapena menyambangi sebuah pondok pesantren yang berada di kaki Gunung Gede, Kabupaten Cianjur.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program santunan dan buka puasa bersama bagi 1.000 anak yatim, duafa, dan penyandang disabilitas yang digelar selama tiga hari berturut-turut di wilayah Jawa Barat. Pada hari kedua, bantuan difokuskan kepada anak-anak yatim dan santri di Ponpes Gelar yang berada di kawasan pegunungan terpencil.

Dalam pelaksanaannya, Yapena menggandeng sejumlah mitra, antara lain YPP SCTV Indosiar, Emtek, serta dukungan perlengkapan pendidikan dari Buku Kiky produksi PT Solo Murni. Sebelumnya, kegiatan serupa telah sukses digelar di kawasan Senayan, Jakarta.

Pendiri Yapena, Erna Santoso, mengatakan bahwa Safari Ramadan kali ini memang menyasar pesantren yang berada di pelosok dan jarang tersentuh bantuan.

“Lokasinya cukup sulit dijangkau. Jalan menuju pesantren terjal, sempit, dan berbatu. Bahkan jika berpapasan dengan kendaraan lain, salah satu harus mundur. Namun ini bagian dari perjuangan kami untuk tetap hadir bagi mereka,” beber Erna.

Perjalanan menuju lokasi tidak mudah

Rombongan harus melewati jalur menanjak dan berkelok dengan kondisi jalan yang menantang. Meski sempat mengalami kendala seperti kendaraan yang selip, tim akhirnya tiba menjelang waktu berbuka puasa.

Setibanya di lokasi, kegiatan dilaksanakan di area terbuka pesantren dengan suasana pegunungan yang sejuk. Selain santunan, acara juga diisi dengan hiburan, permainan, serta kebersamaan antara relawan dan para santri.

Erna menegaskan, memilih lokasi terpencil merupakan bagian dari misi Yapena untuk menjangkau anak-anak yang minim akses hiburan dan bantuan. “Anak-anak di sini jarang mendapatkan hiburan. Kehadiran kami diharapkan bisa membawa kebahagiaan sekaligus mempererat silaturahmi,” katanya.

Ketua Yapena Jawa Barat, Liena Mulyadi, mengapresiasi komitmen Yapena dalam menjangkau daerah sulit. Ia mengaku banyak belajar dari pengalaman Erna Santoso dalam kegiatan sosial.

Hal senada disampaikan tim Yapena Jawa Barat, Eddy Suhendar, yang mengaku baru mengetahui keberadaan pesantren tersebut melalui kegiatan ini.

Sementara itu, perwakilan Ponpes Gelar, Ustad Cecep, menyampaikan rasa syukur atas kunjungan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga menghadirkan kebahagiaan dan semangat baru bagi para santri.

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan kebersamaan ini. Semoga silaturahmi ini dapat terus terjalin di masa mendatang,” ujarnya.

Program Safari Ramadan Yapena dijadwalkan terus berlanjut dengan menyasar wilayah-wilayah lain yang membutuhkan, sejalan dengan komitmen organisasi dalam membantu anak-anak kurang mampu di berbagai daerah.