FEM Indonesia, JAKARTA — Ketua Umum Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama (SNNU), Witjaksono, menyampaikan duka cita mendalam atas tragedi kecelakaan kereta api yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line lintas Cikarang di Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026.
Menurut Witjaksono, insiden tersebut menjadi duka nasional karena menyebabkan korban jiwa dan puluhan orang lainnya mengalami luka-luka. Ia menilai peristiwa itu meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban serta masyarakat Indonesia secara luas.
“Kami dari keluarga besar Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama turut berbelasungkawa sedalam-dalamnya atas musibah yang terjadi di Bekasi Timur. Semoga seluruh korban yang meninggal dunia diberikan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” ujar Witjaksono dalam keterangannya, Rabu (29/4/2026).
SNNU juga meminta pemerintah, Kementerian Perhubungan, PT KAI, serta seluruh pihak terkait untuk melakukan investigasi menyeluruh dan transparan atas tragedi tersebut. Menurutnya, evaluasi total terhadap sistem keselamatan transportasi perkeretaapian harus segera dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang.
“Harus ada tindakan tegas dan evaluasi serius terhadap sistem keselamatan transportasi publik. Keselamatan rakyat tidak boleh diabaikan. Tragedi ini harus menjadi momentum pembenahan total demi melindungi nyawa masyarakat,” tegasnya.
Selain mendorong evaluasi, SNNU mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membantu para korban dan keluarga yang terdampak, baik melalui doa, bantuan moril, maupun bantuan kemanusiaan lainnya.
Witjaksono menyebut banyak korban merupakan tulang punggung keluarga yang setiap hari bekerja demi menghidupi anak dan keluarganya. Karena itu, solidaritas sosial dinilai penting untuk meringankan beban keluarga korban.
“Kita harus hadir membantu sesama. Ada istri yang kehilangan suami, ada anak yang kehilangan orang tua, dan ada keluarga yang harus menghadapi kehilangan besar dalam hidup mereka. Mari bersama-sama menunjukkan kepedulian dan solidaritas kemanusiaan,” katanya.
SNNU juga menyatakan dukungan terhadap langkah aparat dan pihak berwenang dalam mengusut penyebab kecelakaan, termasuk kemungkinan adanya kelalaian maupun lemahnya sistem pengamanan jalur kereta. Menurut organisasi tersebut, keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama dalam pelayanan transportasi nasional.


Tinggalkan Balasan