FEM Indonesia, Jakarta — Aktor senior Clift Sangra mengenang mendiang istrinya, Suzzanna, melalui sebuah puisi menyentuh yang sarat makna cinta dan kerinduan. Momen tersebut beriringan dengan keterlibatannya dalam film terbaru SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa yang kini tengah tayang di bioskop.

Film produksi Soraya Intercine Films itu turut dibintangi Luna Maya dan Reza Rahadian, serta diproduseri oleh Sunil Soraya. Kehadiran Clift dalam proyek ini menjadi sorotan karena sekaligus menghadirkan kembali memori tentang sosok Suzzanna yang dikenal sebagai ikon film horor Tanah Air.

Dalam puisinya, Clift mengungkapkan kerinduan mendalam terhadap sang istri. Ia menggambarkan Suzzanna bukan hanya sebagai legenda layar lebar, tetapi juga sebagai sosok sederhana yang penuh kehangatan dalam kehidupan sehari-hari.

“Orang-orang mengenangmu sebagai legenda ratu horor Indonesia. Tapi bagiku, kau hanyalah perempuan yang tertawa pelan di ruang tamu,” tulis Clift.

Clift dan Suzzanna diketahui pernah menjadi pasangan ikonik di sejumlah film lawas, seperti Sangkuriang, Nyi Blorong, Perkawinan Nyi Blorong, hingga Ajian Ratu Laut Kidul. Kebersamaan mereka di layar lebar menjadi bagian penting dari sejarah perfilman horor Indonesia.

Menariknya, dalam film terbaru ini Clift memerankan karakter yang berseberangan dengan tokoh Suzzanna, berbeda dari peran-peran sebelumnya saat mereka kerap tampil sebagai pasangan.

Salah satu bagian paling emosional dari puisi tersebut adalah ungkapan ketakutannya akan melupakan hal-hal sederhana tentang sang istri.

“Aku takut lupa suara tawamu yang paling sederhana,” tulisnya.

Ia juga menegaskan bahwa cinta yang dimilikinya tak lekang oleh waktu.

“Waktu boleh memisahkan ragamu dariku, tapi cintaku tak pernah belajar cara berpamitan.”

Di akhir pernyataannya, Clift mengajak masyarakat untuk kembali mengenang dan merayakan karya-karya Suzzanna dengan menonton film terbaru tersebut, khususnya di momen libur Lebaran.

Film SUZZANNA: SANTET Dosa di Atas Dosa menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali warisan sinema horor legendaris Indonesia dan menghadirkannya kepada generasi baru penonton.