FEM Indonesia, JAKARTA — Upaya mendorong pemerataan akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Salah satunya diwujudkan lewat program “OREO Berbagi Seru” yang diluncurkan untuk menyambut Hari Pendidikan Nasional.
Program ini menjadi bagian dari kontribusi OREO dalam mendukung visi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Kemendikdasmen RI), yakni “Pendidikan Bermutu untuk Semua”. Bekerja sama dengan Indonesia Mengajar, inisiatif tersebut menyasar 7.000 siswa di tujuh provinsi, termasuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta daerah marginal.
Staf Ahli Bidang Manajemen Talenta Kemendikdasmen RI, Dr. Mariman Darto, menegaskan pentingnya kolaborasi dalam membangun pendidikan karakter. Ia menyebut, pemerintah tidak bisa berjalan sendiri dalam mewujudkan gerakan “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” yang kini menjadi bagian dari penguatan kurikulum nasional.

“Partisipasi semesta sangat dibutuhkan, termasuk dari sektor swasta. Kolaborasi seperti yang dilakukan OREO menjadi langkah konkret dalam menjangkau wilayah dengan keterbatasan akses pendidikan,” ujarnya.
Pendekatan pembelajaran yang diusung program ini selaras dengan konsep deep learning yang menekankan pengalaman belajar bermakna, sadar, dan menyenangkan (joyful learning). Pendekatan ini dinilai penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di tengah tantangan kesenjangan akses pendidikan di berbagai daerah.
Staf Khusus Menteri Bidang Pendidikan Inklusif dan Pemerataan Pendidikan Daerah 3T, Dr. Rita Pranawati, menyoroti masih adanya ketimpangan akses fasilitas dan media pembelajaran di sejumlah wilayah. Ia mengungkapkan bahwa kondisi tersebut berdampak pada capaian belajar siswa, terutama dalam literasi, numerasi, dan sains.

“Kolaborasi lintas pihak menjadi kunci untuk menghadirkan pendidikan yang lebih inklusif, berkualitas, dan menyenangkan bagi seluruh anak Indonesia,” katanya.
Melalui program ini, OREO bersama Indonesia Mengajar mengembangkan berbagai alat pembelajaran di bidang literasi, numerasi, sains, dan bahasa Inggris. Seluruh materi dirancang dengan metode belajar sambil bermain guna menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif bagi siswa, guru, dan orang tua.
Alat pembelajaran tersebut akan didistribusikan ke berbagai wilayah sasaran, sekaligus didukung melalui kegiatan school roadshow untuk meningkatkan kapasitas guru serta keterlibatan orang tua dan komunitas dalam proses pendidikan.
Marketing Director Mondelēz Indonesia, Anggya Kumala, mengatakan bahwa program ini merupakan kelanjutan dari komitmen perusahaan dalam mendukung dunia pendidikan melalui pendekatan yang relevan dengan perkembangan zaman.

“Kami ingin menjembatani kesenjangan pendidikan dan menghadirkan pengalaman belajar yang seru agar anak-anak Indonesia memiliki kesempatan yang setara untuk berkembang,” ujarnya.
Program ini juga mendorong partisipasi masyarakat. Konsumen dapat turut berkontribusi melalui pembelian produk OREO, di mana sebagian keuntungan akan dialokasikan sebagai donasi untuk mendukung pelaksanaan program.
Psikolog anak dan keluarga Irma Gustiana menilai pendekatan belajar sambil bermain penting untuk membantu anak mengembangkan kemampuan kognitif, sosial, dan emosional secara seimbang. Menurutnya, metode ini sejalan dengan kebutuhan generasi masa kini yang hidup di tengah perubahan cepat.

Dengan mengusung semangat kolaborasi dan pembelajaran yang menyenangkan, “OREO Berbagi Seru” diharapkan mampu melahirkan Generasi SERU anak-anak yang solutif, eksploratif, responsif, dan unggul sekaligus memperkuat fondasi pendidikan Indonesia yang lebih inklusif dan merata.


Tinggalkan Balasan