FEM Indonesia – Setelah vakum merilis album penuh selama satu dekade, Maher Zain comeback lewat album studio keempat bertajuk Back To You. Album ini menjadi penanda perjalanan spiritual sekaligus refleksi pribadi sang musisi yang dikenal lewat lagu-lagu religi mendunia.
Back To You menghadirkan 16 lagu dengan perpaduan lirik bahasa Arab dan Inggris yang diperkaya nuansa musik Afrika serta Afrika Utara. Tema tentang iman, harapan, zikir, hingga tawakal menjadi inti pesan yang dibangun Maher Zain dalam album terbarunya tersebut.
Sebelumnya, Maher Zain telah merilis 11 lagu secara bertahap selama tiga bulan terakhir, khususnya sepanjang Ramadan. Lagu-lagu seperti “Take My Hand”, “Habibi”, “Ya Muhammad”, “Qamarun”, “Allahu Ya Allahu”, “Sallou”, “Yama Wo Yama”, “Da iman Wa Abada”, “Al-Hawdh”, “Yawmul Eid”, hingga “Never Let Me Down” mendapat sambutan hangat dari para penggemar.
Perilisan album ini semakin lengkap dengan hadirnya lima lagu baru, yakni “Hikaya Jamila”, “Queen of Our Deen”, “Thank You”, “I Could’ve Been You”, dan “Not Ready To Die”. Deretan lagu tersebut menghadirkan warna emosional yang lebih mendalam sekaligus memperkuat pesan spiritual yang ingin disampaikan.
“Album ini diberi judul Back To You karena pada intinya, ini adalah tentang kembali kepada Tuhan, kepada ketulusan, kepada tujuan hidup, dan kepada hal-hal yang benar-benar penting,” ungkap Maher Zain dalam keterangannya.
Pelantun “Insya Allah” itu juga menyebut album ini lahir dari perjalanan spiritual dan pengalaman pribadinya dalam beberapa tahun terakhir. Seluruh proses tersebut kemudian diterjemahkan menjadi karya musik yang intim dan penuh makna.
Menariknya, proses penggarapan album dilakukan melalui kemah penulisan lagu internasional di sejumlah negara seperti Maroko, Turki, Swedia, hingga Indonesia. Dalam proyek ini, Maher Zain turut menggandeng sejumlah penulis lagu dunia, termasuk Harris J serta kolaborator lamanya, Bara Kherigi.
Melalui album Back To You, Maher Zain kembali menegaskan eksistensinya sebagai salah satu musisi religi paling berpengaruh di dunia. Musiknya dinilai mampu menyentuh pendengar lintas budaya, bahasa, dan generasi dengan pesan spiritual yang universal.


Tinggalkan Balasan