FEM Indonesia, DEPOK – Organisasi profesi musik Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) Kota Depok menata ulang kekuatan melalui agenda temu sapa calon pengurus DPC PAPPRI Kota Depok periode 2026–2031, Jumat (15/5/2026) lalu.

Agenda tersebut menjadi titik awal kebangkitan kembali organisasi musisi dan penyanyi di Kota Depok setelah mandat pembentukan kepengurusan baru diberikan oleh DPD PAPPRI Jawa Barat untuk periode 2026–2031.

Sorotan utama dalam kegiatan tertuju pada sosok Qori Hatmalina yang dipercaya memimpin DPC PAPPRI Kota Depok sebagai ketua baru periode 2026–2031.

Selain dikenal sebagai anggota legislatif Kota Depok dan pengusaha properti, Qori dinilai memiliki kedekatan kuat dengan dunia musik, khususnya musik dangdut. Politisi Partai Gerindra itu juga dikenal dekat dengan sejumlah grup musik dangdut, seperti Familys Group dan Mardatila Group, sehingga cukup familiar di kalangan pekerja seni dan komunitas musik rakyat.

Kepercayaan terhadap Qori memimpin organisasi profesi musik tersebut dinilai tak lepas dari posisinya sebagai putri daerah Depok yang memahami karakter sosial serta kultur masyarakat kota penyangga Jakarta itu. Ia juga dikenal dekat dengan warga dan memiliki kepedulian terhadap pengembangan seni budaya lokal.

Dalam pernyataannya, Qori menegaskan PAPPRI Depok tidak hanya akan bergerak dalam kegiatan seremonial organisasi, melainkan menjadi ruang pemberdayaan bagi musisi lokal.

“Saya punya tagline Musik Membawa Inspirasi. Karena dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak pernah lepas dari musik. Musik harus menjadi bahasa universal yang bisa mencairkan suasana dan membawa energi positif,” ujar Qori.

Menurutnya, Kota Depok memiliki banyak talenta muda yang belum mendapatkan ruang pembinaan secara maksimal. Karena itu, PAPPRI diharapkan hadir sebagai wadah kolaborasi sekaligus rumah bersama bagi pelaku seni musik, mulai dari musisi jalanan, penyanyi kampung, pencipta lagu independen hingga kelompok seni tradisional.

Sebagai langkah awal kepengurusan baru, Qori menyebut pihaknya akan melakukan silaturahmi dan koordinasi dengan DPD PAPPRI Jawa Barat sebelum proses pengukuhan resmi dilakukan.

“Dua pekan ke depan kami akan menghadap ke DPD Jawa Barat. Setelah dilantik, kami langsung bergerak menjalankan program kerja,” katanya.

Dalam waktu dekat, salah satu program yang tengah disiapkan adalah Pesta Rakyat Musik Depok, yang dirancang menjadi ruang ekspresi bagi pelaku seni musik sekaligus memperkenalkan kembali eksistensi PAPPRI kepada masyarakat luas.

Qori juga menyoroti besarnya potensi industri hiburan di Depok, yang telah melahirkan sejumlah artis dan musisi nasional seperti Ayu Ting Ting, Pasha Ungu, serta Bongky.

“Kami bangga punya Ayu Ting Ting yang lahir dari Depok, Pasha Ungu, Bongky eks Slank dan lainnya. Ke depan kami juga ingin merangkul artis-artis asal Depok agar PAPPRI menjadi wadah saling mendukung,” ujarnya.

Sementara itu, Bendahara PAPPRI Kota Depok, Yuyun, menilai dunia seni tidak hanya memiliki nilai hiburan, tetapi juga berpotensi menjadi kekuatan ekonomi keluarga apabila dikelola secara serius.

“Kami berharap ada dukungan terutama dari pemerintah daerah supaya anak-anak muda Depok tidak salah arah. Seni yang positif juga bisa menjadi sumber ekonomi keluarga,” ujar Yuyun yang akrab disapa Bunda Yuyun.

Ia juga mengajak para musisi mapan yang berdomisili di Kota Depok untuk ikut membantu dan membina seniman muda yang masih merintis karier.

Di sisi lain, pemegang mandat pembentukan kepengurusan baru DPC PAPPRI Kota Depok, Bertus Pasah, menjelaskan bahwa mandat pembentukan organisasi diberikan oleh DPD PAPPRI Jawa Barat sejak 1 April 2026.

Menurutnya, kepengurusan sebelumnya dibekukan oleh DPD Jawa Barat dan DPP PAPPRI akibat persoalan organisatoris internal.

“Saya diberi mandat langsung untuk menyusun dan membentuk kembali kepengurusan PAPPRI Kota Depok periode 2026–2031,” jelasnya.

Melalui restrukturisasi tersebut, PAPPRI Depok diharapkan mampu membangun kembali soliditas organisasi sekaligus memperkuat posisi musisi lokal agar memiliki ruang lebih besar di tengah perkembangan industri hiburan nasional.