FEM Indonesia – Presiden RI Prabowo Subianto dipastikan akan berkurban satu ekor sapi jumbo untuk masyarakat Kota Tangerang, Banten, pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Sapi jenis Brangus dengan bobot mencapai 1,1 ton itu dibeli dari peternak lokal asal Cipondoh dengan nilai mencapai Rp122 juta.

Sapi bernama Sambo tersebut berasal dari peternakan milik Muhammad Roji di Kampung Gunung, Kelurahan Cipondoh, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang. Hewan kurban berukuran raksasa itu mencuri perhatian lantaran memiliki bobot lebih dari satu ton dan telah menjalani proses penggemukan intensif selama tiga tahun terakhir.

Muhammad Roji mengungkapkan, Sambo mendapatkan perawatan khusus guna menjaga kesehatan sekaligus mempertahankan pertumbuhan bobot tubuhnya. Perawatan harian dilakukan secara rutin, mulai dari menjaga kebersihan hingga pemberian pakan bernutrisi.

“Perawatannya khusus. Mandi rutin sehari dua kali pagi dan sore untuk memastikan kebersihan. Pakannya kita beri ampas tahu, konsentrat, hingga singkong,” ujar Roji.

Tak hanya pola makan, kondisi kesehatan sapi berusia lima tahun itu juga terus dipantau secara berkala. Sambo rutin mendapatkan vitamin B Kompleks dan B12 serta telah menerima vaksinasi lengkap sesuai arahan dinas terkait.

Sebelum dipilih sebagai hewan kurban Presiden, Sambo juga harus melewati serangkaian pemeriksaan kesehatan ketat. Berdasarkan hasil uji laboratorium terhadap sampel darah, air liur, hingga kotoran, sapi tersebut dinyatakan negatif dari penyakit antraks maupun Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

“Alhamdulillah, Bapak Presiden telah membeli sapi saya. Harganya mencapai Rp122 juta,” kata Roji.

Rencananya, sapi kurban Presiden Prabowo akan disalurkan kepada masyarakat Kota Tangerang saat Iduladha mendatang. Namun, lokasi pemotongan dan masjid penerima hingga kini masih menunggu arahan lebih lanjut dari pihak terkait.

“Untuk pengirimannya Insyaallah ke wilayah Kota Tangerang, namun untuk masjid atau lokasi pastinya saya belum ada perintah,” tutup Roji.

Pembelian sapi jumbo dari peternak lokal tersebut dinilai menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kota Tangerang. Selain menunjukkan kualitas peternakan daerah, langkah itu juga dianggap sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku usaha peternakan lokal menjelang Hari Raya Iduladha.