FEM Indonesia, DEPOK – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok bersama organisasi keagamaan memperkuat komitmen perlindungan perempuan dan anak melalui penandatanganan komitmen bersama terkait sinergi pencegahan kekerasan dan diskriminasi di Kota Depok.
Komitmen tersebut ditandatangani sebagai langkah strategis mempererat kolaborasi antara pemerintah daerah dengan tokoh agama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan ramah bagi perempuan serta anak.
Sekretaris Daerah Kota Depok, Mangnguluang Mansur, mengatakan perlindungan terhadap perempuan dan anak menjadi perhatian serius karena keduanya merupakan kelompok yang rentan mengalami kekerasan maupun diskriminasi.
“Perlindungan terhadap perempuan dan anak memang perlu karena mereka merupakan kelompok rentan terhadap kekerasan dan diskriminasi. Untuk itu, komitmen ini dibangun bersama tokoh agama melalui Forum Kerukunan Umat Beragama yang terdiri dari perwakilan enam agama,” ujar Mangnguluang Mansur usai penandatanganan komitmen bersama di Ruang Bougenvile, Balai Kota Depok, Kamis (21/5/2026).
Menurutnya, kegiatan ini bertujuan membangun komitmen bersama dalam perlindungan perempuan dan anak, memperkuat sinergi pemerintah daerah dengan organisasi keagamaan, serta mendorong keterlibatan aktif tokoh agama dalam upaya pencegahan kekerasan.
Ia menjelaskan, dampak kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak hanya memengaruhi kondisi fisik korban, tetapi juga kesehatan psikologis, ketahanan keluarga, kualitas sumber daya manusia, hingga stabilitas sosial masyarakat.
Berdasarkan data tahun 2025, Pemkot Depok telah menangani sebanyak 143 kasus yang melibatkan anak serta 114 kasus kekerasan terhadap perempuan, baik berupa kekerasan fisik maupun psikis.
“Ini menjadi tantangan besar yang harus diatasi secara komprehensif dan melibatkan seluruh elemen masyarakat,” katanya.
Mangnguluang menilai organisasi keagamaan memiliki posisi strategis karena tokoh agama dinilai dekat dengan masyarakat dan memiliki pengaruh kuat dalam membangun nilai moral, etika, karakter, serta harmoni sosial.
Melalui sinergi tersebut, Pemkot Depok berharap para tokoh agama, termasuk komunitas pemuda lintas iman, dapat mengambil peran aktif dalam edukasi, pencegahan, dan pendampingan guna menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah tersebut.
“Semoga ke depan perlindungan perempuan dan anak di Kota Depok semakin optimal sehingga kasus kekerasan dapat terus ditekan,” pungkasnya. [sumber/foto: diskominfodepok]


Tinggalkan Balasan