Femindonesia.com, JAKARTA — Praktisi kesehatan holistik sekaligus aktor Chandra Wahyu buka suara terkait rangkaian teror dan penyebaran informasi yang dinilai telah merugikan dirinya dan keluarganya.

Chandra menyebut persoalan tersebut turut menyeret sejumlah pihak yang tidak berkaitan langsung, termasuk anaknya, pihak sekolah, kepala sekolah, keluarga, serta sahabat.

Ia pun menyampaikan permintaan maaf kepada pihak-pihak yang merasa terganggu akibat persoalan tersebut. Chandra mengatakan dirinya memilih menyelesaikan masalah melalui jalur hukum.

“Saya meminta maaf kepada semua pihak yang mungkin merasa terganggu atau dirugikan. Saya tahu tidak mudah ketika nama seseorang disebut-sebut dalam sebuah persoalan yang tidak pernah dilakukan. Karena itu, saya ingin meluruskan semuanya dengan cara yang baik dan melalui jalur hukum,” ujar Chandra dalam keterangan tertulis, Sabtu (15/8/2026).

Bantah Terlibat Arisan Online

Chandra secara tegas membantah informasi yang menyebut dirinya maupun keluarganya terlibat dalam arisan online atau membawa kabur uang. Ia juga membantah keterlibatan anaknya maupun pihak sekolah dalam persoalan tersebut.

“Saya tegaskan, informasi tersebut tidak benar. Saya, keluarga saya, anak saya, maupun pihak kepala sekolah tidak pernah terlibat dalam tindakan membawa kabur uang dan pernah ikut arisan online atau sebagaimana yang dituduhkan oleh para penyebar teror,” tegasnya.

Menurut Chandra, penyebaran informasi tersebut tidak hanya berdampak terhadap dirinya, tetapi juga berpotensi merusak nama baik keluarga dan orang-orang yang tidak mengetahui persoalan tersebut.

Ia menilai anak dan keluarganya tidak seharusnya menjadi sasaran dari persoalan yang ditujukan kepadanya. “Saya seorang ayah. Tentu yang paling menyakitkan bagi saya bukan hanya ketika nama saya diserang, tetapi ketika anak dan keluarga saya ikut dibawa-bawa. Mereka tidak tahu apa-apa,” ungkapnya.

Minta Persoalan Disertai Bukti

Chandra mempersilakan pihak yang merasa memiliki persoalan atau kewajiban keuangan dengannya untuk menyampaikan secara langsung dan menunjukkan bukti. Ia mengaku tidak akan menghindari proses penyelesaian apabila memang terdapat persoalan yang harus dipertanggungjawabkan.

“Kalau memang ada persoalan, silakan datang dan temui saya atau kuasa hukum saya. Sampaikan siapa pihaknya, apa persoalannya, dan tunjukkan buktinya. Saya tidak akan menghindar,” katanya.

Chandra juga menegaskan tidak akan membalas teror dengan tindakan serupa. Ia memilih menempuh mekanisme hukum untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

“Saya memilih untuk tidak membalas dengan cara yang sama. Saya akan proses semuanya sesuai hukum yang berlaku. Kalau saya salah, saya siap mempertanggungjawabkan. Tetapi kalau saya difitnah, nama keluarga saya dirusak, dan data pribadi saya disebarkan, saya juga memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan hukum,” ujarnya.

Soroti Penyebaran Data Pribadi

Selain dugaan pencemaran nama baik, Chandra menyoroti dugaan penyalahgunaan dan penyebaran data pribadi yang menurutnya berkaitan dengan rangkaian teror yang dialaminya. Ia memastikan bukti-bukti terkait teror dan penyebaran informasi tersebut akan dikumpulkan bersama kuasa hukumnya untuk kemudian diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Chandra juga mengaku memahami tekanan yang dapat dialami masyarakat ketika menghadapi persoalan pinjaman online maupun praktik penagihan yang dinilai tidak sesuai aturan.

Dalam konteks itu, ia menyampaikan dukungan kepada Yayasan Menyala Hati yang disebutnya membantu masyarakat menghadapi persoalan tersebut. Ia juga memberikan dukungan kepada Kombes Manang Soebekti dalam upaya memperjuangkan masyarakat yang berada dalam posisi lemah.

“Negara harus hadir. Jangan sampai masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan justru kehilangan keluarga, pekerjaan, bahkan harapan karena tekanan yang tidak semestinya. Persoalan ini harus diselesaikan dengan hukum dan kemanusiaan,” tuturnya.

Minta Keluarga Tidak Lagi Diseret

Chandra berharap persoalan yang dihadapinya tidak kembali melebar kepada pihak-pihak yang tidak memiliki keterkaitan.

Ia meminta apabila terdapat persoalan dengan dirinya, pihak yang bersangkutan menyelesaikannya secara langsung tanpa melibatkan anak, keluarga, maupun pihak sekolah.

“Kalau ada masalah dengan saya, selesaikan dengan saya. Jangan libatkan anak saya, keluarga saya, sekolah, atau orang lain. Saya masih percaya bahwa setiap persoalan dapat diselesaikan dengan kepala dingin dan cara yang bermartabat,” katanya.

Chandra mengatakan langkah hukum tersebut bukan ditujukan untuk membalas atau memusuhi pihak tertentu, melainkan untuk memastikan persoalan dapat diselesaikan secara objektif.

“Saya tidak ingin membenci siapa pun. Saya hanya ingin kebenaran terungkap. Saya percaya hukum masih menjadi tempat terbaik untuk mencari keadilan,” pungkasnya.