FEM Indonesia – Entah masih ada kata yang dapat terucap saat perbuatan tidak senonoh terulang kembali. Bahkan diduga pelaku masih dari lingkungan terdekat atau keluarga. Adalah kasus pelecehan seksual yang dialami gadis di bawah umur di Medan, Sumatera Utara baru-baru ini dan telah ditangani kepolisian setempat. Bahkan, mirisnya si korban terinfeksi HIV.
Hal tersebut menjadi perhatian dan keprihatinan masyarakat. Salah satunya biduan Lia Emilia. Penyanyi yang belum lama sukses mengisi acara hari kemerdekaan di Turkiye dan Austria itu mengatakan aksi pelecehan seksual yang masih dan makin marak terjadi lantaran hukuman yang dijatuhkan kepada pelaku masih sangat ringan. Bahkan dia tak habis pikir perbuatan tercela tersebut justru dilakukan oleh orang-orang terdekat korban.
“Coba hukuman mati? pasti mereka masih pikir-pikir. Ironisnya justru kejadian pelecehan emang sering terjadi dengan orang terdekat di sekitar kita. Untuk itu jangan gampang percaya untuk menitipkan anak kita sama orang lain meskipun keluarga. Sebab jaman sekarang udah makin edan otaknya! Enggak tau pada kemana sampai tega berbuat seperti ini,” katanya geram.
Diakui banyak faktor kenapa pelecehan seksual masih terus terjadi. Namun media sosial yang sangat mudah di akses oleh siapa pun turut memberi andil. Sebab itu, ia meminta pihak berwenang agar lebih ketat mengawasi media sosial.
“Penyebabnya kebanyakan nonton film porno. Belum lagi aku lihat ada beberapa medsos yang mengumbar onani di media. Kenapa hal ini keminfo bisa tidak ada tindakan tegas untuk pelaku seperti ini? karena terlalu di umbar sehingga mungkin mereka jadi menghayal yang enggak enggak, anak kecil jadi sasaran. Mau jajan enggak ada duit, yang ada aja mereka sosor,” jelas Lia.
Bahkan, lanjutnya, tak mungkin masyarakat saat ini sedang sakit. Hal tersebut karena pelecehan seksual dengan korban yang masih keluarga tetap terjadi, selain hukuman yang dirasa masih ringan untuk para pelaku kejahatan seksual.
“Masyarakat kita sudah hilang moral dan kontrol untuk kendalikan seks sampai semua disosor. Miris sih lihat berita ini. Makanya pemerintah kalau cuma kasih hukuman 15 tahun itu ringan. Hukuman mati aja! Biar pada mikir, udah sakit dan udah akhir zaman,” terang pelantun Kerak Telor ini.
Untuk itu Lia menghimbau agar pemerintah dan masyarakat bekerjasama untuk menjaga, melindungi, lebih memproteksi anak-anak, perempuan bahkan pria dari kejahatan seksual serta memberi hukuman yang berat kepada para pelaku. [foto : dokumentasi/teks : denim]


Tinggalkan Balasan