FEM Indonesia, Jakarta – Dunia hiburan Tanah Air kembali diramaikan dengan kehadiran film horor terbaru berjudul Para Perasuk. Menariknya, film ini menghadirkan sosok Anggun sebagai salah satu pemeran utama, menandai langkah berbeda dalam perjalanan kariernya yang selama ini identik dengan dunia musik internasional.
Dikenal sebagai diva Indonesia yang sukses di kancah global, keterlibatan Anggun dalam Para Perasuk menjadi sorotan tersendiri. Dalam film ini, ia tampil dengan karakter yang kompleks dan penuh tekanan emosional, memperlihatkan sisi akting yang jarang terekspos sebelumnya.
Para Perasuk mengusung cerita horor psikologis yang berfokus pada fenomena kerasukan dengan pendekatan yang lebih mendalam. Tidak sekadar menghadirkan teror visual, film ini juga menggali sisi batin para karakternya, menghadirkan ketegangan yang dibangun dari konflik internal dan trauma masa lalu.
Atmosfer mencekam terasa kuat sejak awal, dipadukan dengan alur cerita yang perlahan mengungkap misteri di balik kejadian-kejadian supranatural yang dialami para tokohnya. Penonton diajak masuk ke dalam dunia yang penuh ketidakpastian antara realitas dan hal gaib.
Kehadiran Anggun dinilai memberikan warna baru dalam industri film Indonesia, khususnya genre horor. Karisma dan kedalaman emosinya menjadi nilai tambah yang memperkuat intensitas cerita.
Dalam film ini, Anggun berperan sebagai sosok pengajar dalam ritual kerasukan yang memiliki kemampuan menghadirkan roh hewan melalui suara. Menariknya, mantra yang digunakan dalam adegan tersebut tidak berasal dari naskah, melainkan diciptakan langsung oleh Anggun hanya dalam satu kali pengambilan (one take) saat sesi rekaman.
Proses kreatifnya pun terbilang unik. Mantra direkam terlebih dahulu di studio, sementara sang sutradara, Wregas Bhanuteja, turut hadir dan bahkan menari di hadapan Anggun untuk membangun suasana emosional yang mampu memancing ekspresi vokal penuh intensitas.
“Masuk ke studio rekamannya dan semuanya itu dikeluarkan secara one-take. Itu yang aku harus belajar nangkep secepat mungkin dan sejujur mungkin untuk membuat satu roh dari satu roh ke roh-roh yang lain,” ungkap Anggun.
Bagi pelantun tembang Tua Tua Keladi tersebut, keterlibatannya dalam film ini menjadi pengalaman penting dalam perjalanan karier, khususnya di ranah seni peran. Ia mengaku proyek ini memiliki makna mendalam bagi perkembangan artistiknya.
“Ini salah satu kesempatan yang saya tuh bener-bener seneng banget bisa jadi bagian karena memang film ini sepenting ini buat saya, buat hidup saya, hidup artistik. Namanya juga baru pertama kali main film,” ujarnya.
Film “Para Perasuk” sendiri mengangkat kisah tentang ambisi seorang anak muda yang terobsesi menjadi perantara roh, di tengah ancaman kekuatan tak kasatmata yang membayangi desanya. Di tangan Wregas, fenomena kerasukan tidak hanya ditampilkan sebagai hal mistis semata, tetapi sebagai pengalaman komunal yang hidup di tengah masyarakat.
Selain Anggun, film ini juga dibintangi oleh deretan aktor muda ternama seperti Maudy Ayunda, Angga Yunanda, Bryan Domani, serta Chicco Kurniawan.
“Para Perasuk” dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 23 April 2026 dan digadang-gadang menjadi salah satu film horor dengan pendekatan artistik yang berbeda tahun ini.


Tinggalkan Balasan