FEM Indonesia, JAKARTA – Nama artis penyanyi sekaligus pengacara Mila Ayu Dewata Sari kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, perempuan yang dikenal dengan nama Mila Cheah tersebut tampil sebagai kuasa hukum dalam persidangan dugaan korupsi proyek pengadaan satelit slot orbit 123 derajat Bujur Timur (BT) di lingkungan Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI.
Usai menghadiri sidang pemeriksaan saksi di Pengadilan Militer Tinggi Jakarta, baru-baru ini Mila menyampaikan harapannya agar mantan Presiden RI Joko Widodo dapat hadir memberikan kesaksian dalam perkara tersebut.
Menurut Mila, kehadiran Jokowi dinilai penting untuk memberikan penjelasan yang lebih komprehensif terkait kebijakan strategis pengadaan satelit yang berlangsung pada masa pemerintahannya.
“Kami berharap Bapak Joko Widodo berkenan hadir memberikan kesaksian dalam persidangan ini agar perkara menjadi terang dan publik mendapatkan penjelasan yang utuh terkait kebijakan pengadaan satelit Kemhan tersebut,” ujar Mila.
Dalam keterangannya, Mila juga mengungkapkan bahwa berdasarkan fakta persidangan yang telah berjalan, sebanyak 21 saksi yang diperiksa menyampaikan bahwa negara belum melakukan pembayaran terhadap proyek pengadaan satelit tersebut.
“Dari fakta persidangan yang sudah berlangsung, para saksi menyampaikan negara belum melakukan pembayaran apa pun terhadap proyek tersebut. Maka tentu hal ini perlu diuji secara objektif dalam persidangan terkait unsur kerugian negaranya,” katanya.
Meski aktif menangani perkara hukum, Mila tetap dikenal publik sebagai figur yang memiliki latar belakang di dunia hiburan. Perpaduan profesi sebagai artis dan pengacara membuat setiap langkahnya kerap menarik perhatian masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Mila menegaskan bahwa pihaknya tetap menghormati seluruh proses hukum yang berlangsung dan menyerahkan penilaian perkara sepenuhnya kepada majelis hakim.
“Kami menghormati proses hukum dan percaya majelis hakim akan memeriksa perkara ini secara independen, profesional, serta berdasarkan fakta-fakta hukum yang terungkap di persidangan,” tuturnya.
Sementara itu, perkara dugaan korupsi pengadaan satelit slot orbit 123 derajat BT sendiri masih terus bergulir di Pengadilan Militer Tinggi Jakarta. Oditur militer mendakwa para terdakwa dalam proyek tersebut telah menimbulkan kerugian negara sebesar 21,3 juta dolar AS berdasarkan audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan.
Sebagai bagian dari tim kuasa hukum yang tergabung dalam Forum Advokat Spesialis Tipikor, Mila memastikan akan terus mengawal jalannya persidangan demi menjamin hak-hak hukum terdakwa tetap terlindungi sesuai asas praduga tidak bersalah dan due process of law.


Tinggalkan Balasan