Femindonesia.com, Jakarta – Musisi Badai meluruskan kejadian dirinya yang disebut menolak wawancara media saat menghadiri gala premiere sebuah film yang lagu original soundtrack (OST)-nya ia ciptakan pada Senin (26/10) di Jakarta.
Badai menegaskan, dirinya tidak bermaksud merendahkan atau tidak menghargai media, tetapi memilih tidak menjawab pertanyaan yang kembali menyinggung persoalan masa lalunya bersama Kerispatih.
Badai menjelaskan, saat tiba di lokasi acara, seorang awak media menghampirinya menggunakan telepon genggam dan mikrofon kecil untuk meminta wawancara. Meski sudah hendak memasuki lokasi dan sejumlah orang mengajaknya berfoto, ia mengaku tetap bersedia melayani permintaan tersebut.

Namun, situasi berubah ketika pertanyaan yang diajukan kembali membahas persoalan lama terkait Kerispatih dan polemik lagu-lagu ciptaannya yang dibawakan oleh vokalis sebelumnya.
“Pertanyaan ini enggak penting dan membosankan,” ujar Badai, menirukan responsnya saat itu kepada Fem Indonesia, Selasa (27/10) melalui percakapan What’s App.
Ia mengaku telah menjelaskan bahwa dirinya datang untuk menonton film, bukan membahas kembali persoalan yang menurutnya sudah berulang kali menjadi bahan pemberitaan. Setelah itu, Badai memilih meninggalkan sesi wawancara dan menyerahkan mikrofon kepada awak media tersebut.
Badai menegaskan, sikapnya bukan bentuk penolakan terhadap profesi wartawan. Ia mengaku menghargai seluruh media, tetapi berharap dirinya juga diberi ruang untuk berbicara mengenai karya dan aktivitas lain yang sedang dijalani.
Menurutnya, setiap kali muncul di hadapan publik, pertanyaan yang diterima kerap kembali berkutat pada persoalan masa lalu. Padahal, ia ingin kesempatan wawancara juga dimanfaatkan untuk membicarakan hal-hal lain yang lebih relevan dengan kegiatannya saat ini.
“Gue itu menghargai kok semua media. Siapa pun dia. Tapi gue juga punya hak dong untuk bisa bicara yang lain. Masa setiap kali gue muncul, itu terus yang dibahas?” ungkapnya.
Badai juga menyoroti cara awak media tersebut menghampirinya. Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti media asal pewawancara karena tidak ada penyebutan identitas media sebelum wawancara dimulai. Meski demikian, ia tetap melayani permintaan tersebut karena mengira pewawancara berasal dari kalangan infotainment.
Musisi itu berharap kejadian tersebut diberitakan sesuai dengan fakta yang disampaikannya, tanpa tambahan narasi yang dapat mengubah konteks peristiwa.
Badai pun menegaskan keputusannya untuk tidak lagi membahas polemik lama tersebut. Ia ingin fokus pada karya dan aktivitas musiknya, termasuk keterlibatannya dalam film yang OST-nya ia garap.
“Gue memang udah enggak mau bahas-bahas hal ini,” tegasnya.
Melalui klarifikasi tersebut, Badai berharap sikapnya tidak disalahartikan sebagai bentuk ketidakhormatan terhadap media. Ia hanya ingin pembahasan mengenai dirinya tidak terus-menerus berpusat pada persoalan masa lalu, melainkan juga memberi ruang bagi perjalanan dan karya-karyanya saat ini.


Tinggalkan Balasan