Femindonesia, JAKARTA, MIKA Entertainment mengangkat mitos dan ritual pesugihan Jawa ke layar lebar melalui film horor perdananya, Rambut Sewu: Satu Langkah Getih. Film yang dijadwalkan tayang pada 5 November 2026 ini dikembangkan melalui riset selama lebih dari tiga bulan untuk menggali cerita dan kepercayaan lokal yang menjadi fondasi kisahnya.
Produser M Zakir Rasyidin mengungkapkan hal tersebut dalam konferensi pers gala premiere di Epicentrum XXI, Jakarta, Senin (26/10/2026). Menurutnya, film ini berangkat dari keinginan mengangkat mitos lokal Jawa yang dinilai belum banyak dieksplorasi dalam perfilman horor Indonesia.
“Ini dari kita melihat banyak sekali mitos-mitos lokal, terutama Jawa, yang harusnya kita angkat tapi kurang. Sehingga kami mencoba mencari tahu, ternyata kita menemukan ritual bernama Rambut Sewu. Alhamdulillah kita riset lebih tiga bulan, kita menemukan banyak cerita-cerita di lapangan dan akhirnya kita buatkan film ini,” ujar Zakir.

Ia menegaskan, MIKA Entertainment ingin menghadirkan film horor yang tidak hanya mengandalkan ketegangan, tetapi juga berakar pada mitos dan nilai kebudayaan.
“Fokusnya kita bagaimana film horor itu perangkatnya di mitos yang memang faktanya ada. Ada nilai-nilai kebudayaan Jawa yang kita masukkan, ada pesannya juga,” katanya.
Mengangkat Konsekuensi dari Jalan Pintas
Judul Satu Langkah Getih menjadi bagian penting dari pesan yang ingin disampaikan film tersebut. Zakir menjelaskan, setiap keputusan memiliki konsekuensi, terlebih ketika seseorang memilih jalan pintas demi kepentingan pribadi.
“Makna filosofinya bahwa setiap langkah yang kita ambil dan ketika itu salah, itu ada konsekuensi. Kita harus memikirkan sebelum melakukan pengambilan keputusan. Ketika keputusan itu berakibat fatal, maka kita tidak akan bisa kembali lagi. Supaya kita tahu, oh ternyata kalau bersekutu dengan yang kayak gitu ada konsekuensi,” tutur Zakir.

Pesan serupa disampaikan Wavi Zihan, yang memerankan dua karakter sekaligus, Wulan dan Sundari. Menurutnya, film ini mengingatkan penonton agar tidak menghalalkan segala cara untuk mencapai keinginan pribadi.
“Kalau punya kepentingan untuk diri sendiri, jangan mengambil jalan pintas sampai merugikan orang lain. Jangan sampai mengorbankan orang di belakang cita-cita untuk kepentingan diri sendiri,” kata Wavi.
Sementara itu, Taskya Namya yang memerankan Marni mengungkapkan tantangan emosional saat menjalani salah satu adegan berat dalam film tersebut, yakni adegan pemerkosaan. “Ada adegan pemerkosaan, jujur aku menjalankannya sangat berat, aku nangis nggak berhenti,” ungkap Taskya.
Ruth Marini, yang berperan sebagai seorang ibu, juga harus menjalani adegan fisik yang menantang demi mendukung cerita. “Saya harus membenturkan kepala saya ke pintu sampai berdarah-darah. Apa pun seorang ibu akan melakukan apa pun untuk anaknya,” ujar Ruth.
Musisi senior Nugie, yang turut membintangi film ini, melihat Rambut Sewu: Satu Langkah Getih sebagai cerita tentang energi, karma, dan konsekuensi yang dapat merambat lintas generasi.
“Film ini tuh ngomongin soal energi dan karma. Rambut itu kan akar, dia nyambung terus, nggak putus. Ketika satu orang ngambil jalan pintas, energinya itu ngalir ke anak, ke cucu. Makanya judulnya Satu Langkah Getih, karena sekali lo salah langkah, darah lo yang jadi jaminannya,” kata Nugie.
Film ini juga memperkenalkan sosok Dhandhang Gendhing, yang disebut tim produksi sebagai entitas horor baru dalam perfilman Indonesia. Kehadiran sosok tersebut sekaligus membuka peluang pengembangan cerita ke musim berikutnya.
Ihsan Tarore, pemeran Ustaz Ahmad, bahkan memberikan isyarat mengenai kemungkinan hadirnya Rambut Sewu Season 2. “Saya nggak kabur, saya cuma mempersiapkan untuk Rambut Sewu Season 2. Mempersiapkan ilmu untuk mengusir Dhandhang Gendhing di Season 2,” ujar Ihsan.

Gala premiere tersebut dihadiri para pemain, antara lain Taskya Namya, Wavi Zihan, Yusuf Mahardika, Donny Alamsyah, Ruth Marini, Nita Gunawan, dan Nugie, serta sutradara Hanny R. Saputra.
Acara berlangsung dengan ketentuan busana hitam atau marun yang selaras dengan tema darah dan duka dalam film.
Melalui Rambut Sewu: Satu Langkah Getih, MIKA Entertainment berupaya memadukan horor, mitos lokal, dan pesan moral tentang tanggung jawab atas setiap pilihan. Penonton dapat menyaksikan film tersebut mulai 5 November 2026.



Tinggalkan Balasan