Connect with us

Ragam

Berbagi Pengalaman, Prita Kemal Gani LSPR Luncurkan Biografi 30 Tahun Sebagai Pendidik

Published

on

FEM Indonesia – Bersamaan dengan perayaan Dies Natalis London School of Public Relations atau LSPR ke-30 tahun, wanita pendidik bernama, Prita Kemal Gani meluncurkan biografi.

Buku berjudul: ‘Prita Kemal Gani, 30 Tahun Sebagai Pendidik. Multi Peran Menjadi Pemimpin, Tokoh Humas, Istri, dan Ibu’, ditulis oleh Asteria Elanda, dan diterbitkan oleh Penerbit Kepustakaan Populer Gramedia (KPG).

Lewat buku setebal 184 halaman, Prita Kemal Gani membagikan pengalaman hidupnya dalam 10 episode. Antara lain bagaimana memulai membangun LSPR dari nol dengan dua pegawai dan puluhan murid saja, sampai akhirnya bisa meluluskan hampir seratus ribu tenaga terampil di bidang kehumasan, komunikasi, dan bisnis.


“Sejak kecil saya mengagumi sosok seorang guru. Kehadirannya ditunggu, suaranya didengarkan, dan sosoknya dimuliakan. Seorang guru tampil hebat, karena memiliki jawaban dari semua pertanyaan murid-murid di hadapannya,” ujar Prita Kemal Gani dilansir dari siaran persnya, belum lama ini di Jakarta.

Layaknya sebuah biografi, bagian yang menyentuh selalu ditunggu-tunggu pembaca. Antara lain bagaimana ketika LSPR menghadapi cobaan, dan Prita yang memosisikan diri sebagai nakhoda. Saat itu Prita bertindak tegas ‘menurunkan penumpang’ agar kapal tidak terus dijadikan sasaran senjata, dan tetap bisa berjalan.

Sementara di sisi lain, ‘penumpang’ yang diturunkan dipastikan bisa tetap meneruskan hidup di kapal yang berbeda. Tak hanya itu, Prita Kemal Gani juga membagikan pengalaman hidupnya yang berharga, karena memiliki seorang anak bungsu dengan spektrum autisme.

“Raysha adalah permata kehidupan dan guru terbaik saya. Raysha mengajarkan pada saya bahasa komunikasi yang lebih tinggi, yaitu bahasa cinta,” kata Prita yang terus aktif dalam komunitas ini.


Bahkan LSPR mengembangkan diri dengan mendirikan London School Beyond Academy (LSBA). Anak-anak berkebutuhan khusus dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) bisa berkembang di LSBA dengan bimbingan dari tenaga-tenaga profesional. Sehingga anak-anak spesial ini akan bisa berkarya, hidup lebih mandiri, bermasyarakat, dan bahagia. ‘Sebuah Website Kosong’ adalah episode ke-7 dalam biografi ini, yang akan memberikan banyak manfaat untuk orang tua yang memiliki anugerah yang sama. 
Berbagai tanggapan muncul menyambut hadirnya biografi ini. Salah satunya dari Linda Agum Gumelar.

“Sebagai CEO dan Founder LSPR, mbak Prita berperan sebagai seorang tokoh Public Relations di tingkat nasional dan internasional, membuat LSPR terus melangkah maju. Semoga Mbak Prita tidak pernah berhenti dan jangan pernah lelah untuk memajukan pendidikan di Indonesia,” kata Linda.

Artis cantik, Prilly Latuconsina, yang merupakan alumni LSPR, ikut mengungkapkan bahwa ia terinspirasi sosok Ibu Prita Kemal Gani yang memiliki pribadi kuat dan berkarakter. Seorang pemimpin yang dapat memberikan pengaruh besar kepada institusi Pendidikan khususnya dunia Public Relations, seorang visioner dengan pemikiran matang yang dapat membuat keputusan strategis. Ibu Prita memberikan saya semangat besar untuk berkarier dan meraih apa yang saya inginkan sebagai seorang perempuan yang mandiri,” kata Prilly.

Angkie Yudistia, Staf Khusus Presiden Republik Indonesia, salah satu yang ikut senang atas terbitnya biografi ini. “Saya yakin, dengan pengalaman dan kemampuan Ibu Prita Kemal Gani, LSPR akan semakin maju. LSPR juga menjadi kampus yang ramah bagi semua mahasiswanya, termasuk untuk penyandang disabilitas seperti saya. Tidak berlebihan kalau saya mengatakan bahwa LSPR adalah kampus yang menerapkan inklusifitas di dalam wilayah kampus,” kata Angkie.

Dengan rendah hati, Prita berharap semoga biografi ini menjadi manfaat bagi masyarakat. LSPR akan terus mengembangkan diri dengan perspektif global, di mana tidak ada lagi sekat antar negara.

“Kami siap masuk ke ruang lingkup dunia, menjadi masyarakat dunia yang saling terhubung dalam semua aspek kehidupan, baik dalam bidang ekonomi, politik, budaya, teknologi, maupun lingkungan,” kata Prita.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Ragam

Sampoerna Lanjutkan Program UMKM Indonesia Untuk Transformasi Digital di Tahun 2024

Published

on

By

FEM Indonesia, BandungPT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna), melalui program pemberdayaan UMKM “Sampoerna Entrepreneurship Training Center (SETC)” di bawah payung Program Keberlanjutan “Sampoerna Untuk Indonesia”, kembali meluncurkan program UMKM Untuk Indonesia (UUI) untuk

Transformasi Digital 2024, Kamis (22/2/2024) secara serentak di Kota Bandung, Kota Cirebon, Kabupaten Karawang, dan Kabupaten Bogor. 

Program yang dilaksanakan bulan Februari – September 2024 ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan teknologi digital para pelaku UMKM di Provinsi

Jawa Barat dan DKI Jakarta sehingga mereka dapat meningkatkan daya saing. Tahun lalu, program ini sudah berhasil memberi pelatihan dan membina 1.077 UMKM khususnya untuk adaptasi digital bagi pengembangan usaha.

Program ini menargetkan sekitar 1.000 pelaku UMKM di kedua provinsi tersebut. Selama mengikuti program ini, mereka akan menerima berbagai materi yang relevan, seperti pemasaran melalui platform digital hingga penerapan sistem pembayaran digital. Program ini turut mendukung pencapaian pemerintah Indonesia dengan target 30 juta pelaku UMKM untuk go digital pada tahun ini.

Dalam pelaksanaan program UUI, SETC bersama mitra tanggung jawab sosial perusahaan Yayasan Inovasi Teknologi Indonesia (INOTEK) akan menggandeng beberapa pemangku kepentingan strategis, diantaranya adalah Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Daerah Kota dan Kabupaten Cirebon, Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang, Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Turut hadir dalam peluncuran tersebut adalah Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat Rachmat Taufik Garsadi mewakili Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin, Pj. Bupati

Karawang Aep Syaepuloh, Staf Ahli Wali Kota Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Cirebon Agung Sedijono, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kab. Bogor Imam Wahyu Budiana, serta Kepala Dinas Koperasi UKM Kabupaten Cirebon Dadang Suhendra.

Dalam sambutannya, Rachmat Taufik Garsadi mengatakan bahwa Pemprov Jabar memberikan apresiasi kepada Sampoerna dan Yayasan INOTEK atas penyelenggaraan acara pemberdayaan UMKM di wilayahnya. Pasalnya, berdasarkan data BPS, Provinsi Jabar memiliki jumlah pelaku UMKM terbesar di

Indonesia. 

“Maka dari itu, saya berharap Bapak/Ibu pelaku UMKM dapat memanfaatkan program dari Sampoerna dan INOTEK agar usahanya kian maju dan kian makmur,” ujarnya. Lebih lanjut, Rachmat mengatakan, Pemprov Jabar berkomitmen untuk terus mendukung UMKM untuk transformasi digital.

“Melalui kolaborasi pemerintah, industri, masyarakat dan pemangku kepentingan, kami akan terus mengembangkan UMKM agar bisa naik kelas dan berkualitas serta kami dorong bersama-sama bisa go digital sehingga mampu meningkatkan daya saing untuk meningkatkan ekonomi para pelaku UMKM,” ujar Rachmat di Bandung.

Sementara itu Aep menyampaikan bahwa menciptakan platform digital untuk pemasaran oleh pengusaha lokal memberikan kemudahan berjualan bagi pelaku UMKM, khususnya yang ada di

Kabupaten Karawang. Oleh karena itu, Pemkab Karawang sangat mengapresiasi Sampoerna dan INOTEK yang hari ini mempertemukan antara platform digital buatan lokal dengan pelaku UMKM untuk sama-sama bisa berkembang dan berupaya meningkatkan perekonomian lokal.

Di tempat terpisah pada kesempatan yang sama, Kadiskop dan UKM Bogor mengatakan: “Kolaborasi menjadi kunci keberhasilan program dan hari ini kami sangat terbantu dengan adanya program UMKM Untuk Indonesia dalam upaya mempercepat transformasi digital bagi UMKM Kabupaten Bogor. Kami harapkan kolaborasi ini dapat berkelanjutan dan memberikan ruang adaptasi teknologi digital khususnya bagi UMKM”.

Mewakili Pemkot Cirebon, Agung juga menyampaikan apresiasinya atas program ini. Lebih lanjut, Agung mengatakan bahwa pihaknya memiliki program “Bangga Buatan Cirebon” sebagai ajang untuk mempromosikan produk UMKM dan membuka akses pasar yang lebih luas bagi para pelaku usaha di daerah tersebut. Ia mengatakan, program UMKM Untuk Indonesia dapat memperkuat program “Bangga Buatan Cirebon” melalui upaya meningkatkan kemampuan teknologi digital UMKM.

Sejak didirikan pada 2007, SETC telah memberi pelatihan kepada lebih dari 70.000 pelaku UMKM di Indonesia, baik secara daring maupun luring. Program ini merupakan salah satu dari berbagai pelatihan dan pendampingan UMKM yang telah dilaksanakan sebagai bagian dari kegiatan utama SETC selama 17 tahun terakhir bagi UMKM di berbagai wilayah di Indonesia.

Ishak Danuningrat, Kepala Urusan Eksternal Sampoerna, menyatakan bahwa Sampoerna berkomitmen untuk memperkuat perkembangan UMKM di Indonesia, termasuk dengan memanfaatkan teknologi digital. “Sampoerna secara konsisten mendukung kemajuan sektor UMKM sebagai salah satu motor utama ekonomi negara,” ujar Ishak.

Ketua Dewan Penasehat Yayasan INOTEK, Ilham Akbar Habibie, menyampaikan bahwa masuk ke era digital bukan lagi hal yang bisa diabaikan oleh sektor apapun. Maka, adaptasi digital sangat diperlukan bagi para pelaku usaha. “Ini bukan lagi tentang iya atau tidak, tetapi seberapa cepat, seberapa luas, dan seberapa dalam. Itulah yang akan menentukan siapa yang lebih unggul dalam bisnis”, ungkap Ilham.

Menurutnya, agar transformasi digital bisa sukses diwujudkan, maka perlu fokus pada empat hal, yaitu kualitas digitalisasi, integrasi upaya transformasi digital ke seluruh aktivitas organisasi, Upaya memperhatikan kondisi eksternal, seperti ekonomi, pasar, kompetisi, konsumen dan perkembangan teknologi, serta impelemntasi manajemen keamanan informasi.

Continue Reading

Ragam

Peringati Hari Gizi Nasional 2024, Program Royco Nutrimenu Gandeng 18 Juta Perempuan Indonesia

Published

on

FEM Indonesia – Selaras dengan tema peringatan Hari Gizi Nasional 2024Royco memperkuat kontribusi program “Royco Nutrimenu” dalam mengedukasi keluarga Indonesia menyajikan hidangan lezat sesuai pedoman ‘Isi Piringku’ guna mencegah berbagai permasalahan malnutrisi, khususnya stunting

Peran keluarga, baik ayah atau ibu, sangat penting dalam memastikan terpenuhinya kebutuhan nutrisi meski umumnya ibu atau calon ibu memiliki tanggung jawab lebih besar. Karena pemenuhan nutrisi harus dipahami dan dimulai sedini mungkin, maka edukasi akan menargetkan perempuan di berbagai tahapan usia – termasuk para ibu dengan anak usia MPASI – melalui perluasan kolaborasi dengan sejumlah mitra strategis seperti Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dan Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (NU Care-LAZISNU) sebagai bagian dari Gerakan Keluarga Maslahat Nahdhatul Ulama (GKMNU).

Misi ini turut didukung Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan RI. “Indonesia emas 2045 tidak dapat terwujud tanpa manusia yang sehat dan cerdas. Untuk itu sangat penting menjaga dan meningkatkan kesehatan masyarakat, salah satunya melalui konsumsi makanan bergizi. Hari Gizi Nasional 2024 mengangkat tema ‘MPASI Kaya Protein Hewani untuk Mencegah Stunting’ agar praktek makanan bergizi dimulai dari keluarga, diawali dari pemahaman orang tua akan pentingnya MPASI kaya protein hewani sehingga mampu membiasakan anak makan bergizi agar bebas stunting. Di Indonesia, 4 dari 10 anak usia 6-23 bulan tidak mendapat MPASI sesuai standar gizi dan berpengaruh pada meningkatnya risiko stunting pada anak di bawah 2 tahun. Oleh karena itu, edukasi dan pendampingan praktek konsumsi bergizi harus diperkuat.” ujarnya.

Amaryllis Esti Wijono, Direktur Nutrition Unilever Indonesia menyampaikan bahwa Sebagai brand bumbu masak andalan ibu untuk aneka sajian lezat bernutrisi bagi keluarga, Royco terus berkomitmen mendukung Pemerintah mengatasi permasalahan malnutrisi, terutama stunting. Untuk itu, sejak 2019 kami menggalakkan program ‘Royco Nutrimenu’; rangkaian kegiatan edukasi yang diawali dengan Training of Trainers (ToT) kepada kader kesehatan mengenai pedoman ‘Isi Piringku’ dan inspirasi ragam resep lezat bergizi seimbang. 

“Alhamdulillah hingga 2023, program telah menjangkau 18 juta ibu dan remaja putri secara offline dan online – termasuk 900.000 santri di berbagai wilayah rawan stunting, danmengubah 120 juta piring keluarga Indonesia menjadi lebih lezat bernutrisi.” Pencapaian penting lainnya adalah mendukung misi Kementerian Kesehatan RI untuk menyebarluaskan pentingnya MPASI bergizi seimbang dengan mendorong para ibu memperkaya pengetahuan mereka, serta menghadirkan buku resep panduan kreasi aneka masakan MPASI sesuai pedoman ‘Isi Piringku’ jelasnya.

Untuk memperluas manfaat, di 2024 program “Royco Nutrimenu” terus mengembangkan jaringan kolaborasinya dengan menyasar perempuan di berbagai tahapan usia, seperti pada remaja putri sebagai bekal pengetahuan untuk mencegah potensi gizi buruk pada keluarga mereka di masa depan. Oleh karenanya, Royco berkolaborasi dengan NU Care-LAZISNU sebagai bagian dari GKMNU – khususnya pada pilar NUCare Sehat – yang berfokus pada tindakan preventif seputar kesehatan, termasuk lewat edukasi nutrisi dengan tambahan modul yang telah dikembangkan oleh GKMNU. 

Kerja sama ini menargetkan berbagai lapisan masyarakat sampai ke tingkat akar rumput, antara lain para santriwati di pesantren NU dan ibu Majlis Taklim hingga menjangkau 50.000 santriwati dan 50.000 ibu.

Habib Ali Hasan Al Bahar, Ketua Pengurus Pusat NU Care-LAZISNU menjelaskan,LAZISNU sebagai bagian dari GKMNU sangat bangga bisa hadir di dalam kegiatan Royco Nutrimenu, dan kami sebagai bagian dari pengurus besar Nahdatul Ulama memberikan apresiasi. 

“LAZISNU memiliki salah satu pilar terkait kesehatan, ketika berbicara kesehatan, tidak mungkin kita melupakan masalah yang sangat penting, yaitu stunting. Kerja sama kami dan Unilever akan mendukung pilar-pilar program untuk merealisasikan Keluarga Maslahat; keluarga yang kuat lahir dan batin serta jasmani dan rohani. Dengan jaringan yang meluas ke seluruh pelosok Indonesia, kami sekarang mendapatkan bagian dari kekuatan,” jelasnya.

Sementara Artis Citra Kirana, selebritas yang peduli dengan kesehatan keluarganya ikut merayakan dan mengatakan bahwa sebagai ibu, aku terus mengedukasi diri untuk dapat menyajikan hidangan lezat dan bergizi seimbang yang tidak hanya mendukung tumbuh kembang anak, tetapi menyehatkan seluruh anggota keluargaku. 

“Tidak pernah ada kata cukup untuk belajar, jadi aku mengapresiasi upaya edukasi yang dilakukan Royco beserta seluruh mitranya di program ‘Royco Nutrimenu’, dan percaya bahwa hal ini terus dibutuhkan oleh semua ibu ataupun calon ibu.”

Ciki juga berbagi tips untuk para ibu, “Menyusun menu di rumah tidak perlu dianggap ribet. Dengan bahan-bahan yang sama, kita bisa berkreasi mengolah aneka hidangan sesuai usia anggota keluarga. Apalagi ada Royco yang membantuku memilih bumbu masakan dengan mudah. Buat suami, aku cukup menambahkan Royco Merah yang bisa membuat rasa masakan menjadi MANTAP; sedangkan untuk Athar, ada Royco Spesial Hijau tanpa micin yang aku andalkan di masa MPASI.”

Continue Reading

NASIONAL

Cegah Stunting, RSUI Gelar Workshop Pembuatan Makanan Pendamping

Published

on

FEM Indonesia, Depok –  Masih dalam peringatan Hari Gizi Nasional atau HGN) bertema “MP-ASI Kaya Protein Hewani Cegah Stunting” dan dalam rangka mendukung program nasional pencegahan stunting, RSUI mengadakan workshop pembuatan MP-ASI.

Workshop dengan mengambil tema “Rayakan Pertumbuhan Anakmu!” dengan narasumber dr. Annisa Rahmania Yulman, Sp.A yang merupakan dokter spesialis anak di RSUI.

Ketepatan pemberian MP-ASI kepada anak sangatlah penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. MP-ASI dapat divariasikan tekstur, jumlah dan komposisinya sesuai dengan usia atau tahapan perkembangan anak. Sayangnya, banyak kita lihat di masyarakat sekitar atau berita di media massa bahwa masih banyak orang tua yang keliru dalam pembuatan MP-ASI.

Misalnya tekstur MP-ASI yang terlalu encer, MP-ASI tidak menggunakan protein hewani, bahkan ada ibu yang memberikan madu kepada anaknya yang baru berusia 6 bulan, hingga akhirnya berujung meninggal dunia. Oleh karena itu, ilmu terkait MP-ASI sangatlah penting dimiliki terutama oleh para orang tua yang akan menyambut masa pengenalan MP-ASI anaknya.

“Ada 4 syarat pemberian ASI, yaitu 1) diberikan tepat waktu (usia bayi 6 bulan), diberikan adekuat (memenuhi kebutuhan energi, protein, mikronutrien anak), diberikan aman dan higienis (proses persiapan dan pembuatan menggunakan cara, bahan dan alat yang aman dan higienis), serta diberikan secara responsif (konsisten sesuai dengan sinyal lapar atau kenyang dari anak). Selain itu jangan lupa untuk rutin memantau pertumbuhan anak selama periode MP-ASI setiap bulannya” papar dr. Annisa Rahmania Yulman, Sp.A.

Peserta sangat antusias mendengarkan penjelasan dari narasumber. Tidak hanya mendengarkan materi, peserta juga ikut melihat praktek pembuatan MP-ASI yang dipandu oleh Fitria Aprilianti, Amd.Gz selaku Ahli Gizi RSUI. 

“Kegiatan workshop ini diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat terutama para orang tua agar dapat menyiapkan MP-ASI yang tepat untuk anak,” katanya.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending