FEM Indonesia, Jakarta — Delegasi kemanusiaan Palestina melakukan kunjungan resmi ke Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia untuk membahas penguatan dukungan kemanusiaan serta inisiatif edukasi publik terkait konflik di Palestina.

Delegasi dipimpin oleh Taysir Hamdan Sulaiman, didampingi Fahmi Salim selaku Direktur Baitul Maqdis Institute, Ilham Aznun dari Amanah Kemanusiaan Global, serta aktivis kemanusiaan Neno Warisman.

Dalam pertemuan tersebut, Taysir menyampaikan kondisi terkini rakyat Palestina yang masih menghadapi krisis kemanusiaan berkepanjangan. Ia menekankan pentingnya dukungan konkret dari komunitas internasional, termasuk Indonesia, khususnya dalam pemulihan sektor sosial dan pendidikan.

Salah satu fokus utama adalah permohonan bantuan untuk pengembangan fasilitas pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus di wilayah Al-Quds. Selain itu, delegasi juga mengusulkan penyelenggaraan seminar kemanusiaan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia guna meningkatkan kesadaran publik terhadap isu Palestina.

Delegasi turut menyampaikan pesan kepada personel Tentara Nasional Indonesiayang direncanakan akan menjalankan misi kemanusiaan di Gaza, agar tetap mengedepankan nilai kemanusiaan dalam menjalankan tugas.

Usulan Museum Genosida Palestina

Dalam kesempatan yang sama, Fahmi Salim dan Neno Warisman mengajukan gagasan pembangunan Museum Genosida Palestina di Indonesia. Inisiatif ini diharapkan menjadi sarana edukasi sekaligus pengingat kolektif atas tragedi kemanusiaan yang dialami rakyat Palestina.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menyampaikan apresiasi atas kunjungan delegasi serta menegaskan komitmen Indonesia dalam mendukung perjuangan kemanusiaan Palestina.

Ia menegaskan bahwa hak rakyat Palestina untuk merdeka merupakan prinsip yang terus diperjuangkan Indonesia di tingkat global. Pemerintah, melalui Kementerian Kebudayaan, juga menyatakan kesiapan untuk mendukung pengembangan fasilitas pendidikan, termasuk bagi anak-anak berkebutuhan khusus di Al-Quds, serta memberikan rekomendasi untuk penyelenggaraan seminar kemanusiaan di kampus-kampus Indonesia.

Terkait usulan pembangunan museum, Fadli Zon menyambut positif gagasan tersebut dan menilai memiliki nilai strategis dalam membangun kesadaran sejarah dan kemanusiaan masyarakat.

Lebih lanjut, Fadli menjelaskan bahwa pengiriman personel TNI ke Gaza atas arahan Presiden Prabowo Subianto akan difokuskan pada misi non-tempur. Unit yang dikirim terdiri dari tenaga medis dan zeni (teknik), dengan tugas rehabilitasi infrastruktur serta pemulihan trauma pascakonflik dalam kurun waktu sekitar dua tahun.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan ditutup dengan pertukaran cendera mata. Delegasi Palestina menyerahkan simbolis pasir dari tanah Al-Quds sebagai lambang kerinduan terhadap Masjid Al-Aqsa serta harapan akan kemerdekaan Palestina.

Sebagai balasan, pihak Kementerian Kebudayaan memberikan buku karya Fadli Zon berjudul The History of Wayang.