FEM Indonesia – Guna mendukung geliat pelaku UMKM dalam mengembangkan bisnisnya dan bangkit pascapandemi, ShopeePay bulan lalu resmi meluncurkan buku panduan gratis UMKM, Bisnis Bangkit Bersama ShopeePay.
Bekerjasama dengan ukmindonesia.id, sebuah portal edukasi pengembangan UMKM dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) serta Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) FEB UI, buku ini berisi berbagai solusi dan dukungan bagi UMKM lokal agar bisa berkembang dan berdaya.
Untuk mengedukasi pelaku UMKM tentang berbagai topik yang tertuang dalam buku panduan tersebut, ShopeePay menggelar sesi diskusi virtual melalui kanal Instagramnya pada 25 Mei 2022 dengan narasumber Founder Suwe Ora Jamu, Nova Dewi dan Giorrando Grissandy selaku Co-Founder agensi marketing Garis Temu.
Dalam diskusi ini Nova mengatakan bahwa riset merupakan kunci untuk menentukan harga yang tepat dan wajib dilakukan oleh setiap pelaku bisnis saat memulai usaha atau memperkenalkan produk baru ke pasar.
“Riset pasar sangat membantu dalam berbagai informasi mengenai kompetitor yang sudah lebih dulu hadir di pasar, sehingga harus dilakukan oleh pelaku UMKM saat memperhitungkan harga jual suatu produk. Harga produk yang telah ditetapkan oleh kompetitor bisa memberikan gambaran mengenai letak kedudukan produk kita di pasar nantinya. Setelah mengetahui harga yang umum untuk suatu produk, bisa dipertimbangkan apabila ingin memberikan harga premium yang lebih tinggi, atau bersaing dengan harga yang lebih rendah atau sepadan,” ujarnya.
Selain itu, tambah Nova, bagi pelaku UMKM yang baru memulai bisnis dibutuhkan keberanian dan memiliki sikap pantang menyerah serta kemauan untuk belajar.
“Jangan takut untuk mengambil keputusan, karena kita bisa melakukan evaluasi secara berkala dan mengukur apabila harga yang ditentukan sudah tepat atau perlu penyesuaian. Hal seperti itu merupakan bagian dari berbisnis, dan kita akan selalu mempelajari hal baru dari setiap keputusan yang kita ambil,” katanya lagi.
Sedangkan Giorrando menyoroti pentingnya digital marketing bagi pelaku UMKM yang baru menjalankan bisnis untuk mengenali karakter pelanggan guna memaksimalkan upaya promosi. Pasalnya dengan mengenal secara baik dan mendalam serta pemahaman terhadap perilaku target pasar maka akan menentukan berbagai hal, termasuk penggunaan kanal komunikasi yang sesuai dengan preferensi demografi yang disasar.
“Digital marketing berkaitan langsung dengan konten digital untuk mempromosikan suatu jasa atau produk. Oleh karena itu, diperlukan pengetahuan mengenai tipe konten yang disukai oleh target pasar kita, dan kita bisa mulai mencoba mengambil perhatian mereka dengan cara tersebut,” jelasnya. Bahkan, disebutkan Giorrando, seseorang atau bisnis yang dapat disebut sebagai ahli marketing adalah pihak yang paham cara menarik perhatian.
“Baik itu melalui tulisan, gambar, maupun video, harus dipastikan bahwa konten yang kita rancang akan menarik perhatian target pasar kita dan menginformasikan mereka tentang produk yang kita tawarkan. Satu tipe konten yang dibuat dengan baik dan tepat akan memiliki dampak yang lebih besar dibandingkan beragam konten yang dibuat tanpa pemahaman target pasarnya,” tambahnya.
Untuk lebih jelas tentang bahasan dalam diskusi ini ada dalam buku panduan UMKM ShopeePay yang dapat diunduh gratis lewat laman situs ShopeePay di bawah program Semangat UMKM Lokal, dimana progam Semangat UMKM Lokal merupakan upaya lain dari ShopeePay dalam meningkatkan visibilitas UMKM lokal untuk menjangkau lebih banyak konsumen melalui promo khusus yang dihadirkan untuk UMKM di berbagai kota di Indonesia. [foto : dokumentasi/teks : denim]


Tinggalkan Balasan