Connect with us

Movie & TV

Drama dan Film Korea Anyar Ini Siap Bikin Betah di Rumah

Published

on

FEM Indonesia – Drama maupun film Korea kini menjadi salah satu acara yang ditunggu masyarakat. Terlebih sejak pandemi Covid-19, pemerintah melakukan berbagai pembatasan berkegiatan sehingga masyarakat lebih banyak beraktifitas di rumah.

Belum lama ini aplikasi iQiyi atau website iQ.com menayangkan 10 judul produk baru terdiri 7 drama dan 3 film dengan ragam genre.

Kesepuluh judul tersebut adalah The Devil Judge, Lost, The Great Shaman Ga Doo-shim, Yumi’s Cells, The Road: The Tragedy Of One, High Class, Hometown, The Box, Waiting for Rain dan Whispering Corridors 6: The Humming.

Diperoleh informasi, The Devil Judge menceritakan Hakim yang menghukum orang yang tidak jujur di ruang sidang tanpa ampun yang membuatnya mendapat julukan “Hakim Iblis”. Namun di sisi lain, ada penegak hukum lainnya yang ingin menjatuhkan hukuman seadil-adilnya. The Devil Judge dibintangi Ji Sung, Kim Min-jung, Park Jin-young dan Park Gyu-young.

Lost dengan genre drama bercerita tentang sekelompok pria dan wanita biasa yang menyadari bahwa mereka belum mencapai prestasi apa-apa dalam hidupnya dan dibintangi Jeon Do-yeon, Ryu Jun-yeol. Sedangkan The Great Shaman Ga Doo-shim yang dibintangi Kim Sae-ron, Nam Da-reum ini mengisahkan dua siswi sekolah berbeda latar belakang terjerat ke dalam kasus misterius bersama.

Yumi’s Cells merupakan drama komedi romantis yang diambil dari webtoon dan dibintangi Kim Go-eun, Ahn Bo-hyun. Sementara The Road: The Tragedy Of One menceritakan satu kawasan mewah, Royal the Hill, dimana hanya 1% orang terkaya di Korea yang dapat tinggal disana. Namun tak dinyana terjadi sebuah insiden, yang kemudian mengungkap rahasia dari tragedi yang melibatkan para penghuni Royal the Hill. The Road: The Tragedy Of One ini dibintangi Ji Jin-hee, Yoon Se-ah.

High Class, drama misteri ini bercerita tentang kebohongan dan kemunafikan berbahaya di balik kehidupan sempurna para wanita yang hidup di kalangan masyarakat kelas atas. Drama ini dibintangi Cho Yeo-jung.

Sementara itu Hometown merupakan film thriller ini menceritakan penyelidikan detektif pada pembunuhan berantai di sebuah kota kecil yang terjadi pada tahun 1999 dan dibintangi Yoo Jae-myung, Han Ye-ri, Um Tae-goo. The Box yang dibintangi Park Chan-yeol, Jo Dal-Hwan menceritakan perjalanan seorang musisi jalanan dengan impian besar untuk menjadi penyanyi yang bertemu dengan produser untuk kemudian bersama meniti karir.

Waiting for Rain yang dibintangi Kang Ha-neul, Cheon Woo-hee menceritakan persahabatan yang saling kirim surat untuk memberikan semangat. Namun saat akan bersua, sahabatnya ini tidak muncul. Whispering Corridors 6: The Humming menceritakan keanehan yang terjadi di kamar mandi kala sekolah tutup ini dibintangi Kim Seo-hyung. [foto : dokumentasi/teks : denim]

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Movie & TV

Aktris Dian Sastrowardoyo Jadi Duta FFI 2024 Dampingi Slamet Rahardjo Djarot

Published

on

By

FEM Indonesia Komite FFI 2024–2o26 mengumumkan nama-nama Duta FFI 2024. Mereka adalah Slamet Rahardjo Djarot, Dian Sastrowardoyo, Kamila Andini, Lutesha Sadhewa, dan Bryan Domani. 

Kelima nama tersebut merupakan para insan film yang telah berprestasi di dunia film, berlatar dari berbagai unsur dan lintas generasi. Kelimanya akan memperkenalkan dan menggaungkan tema FFI 2024: “Merandai Cakrawala Sinema Indonesia.” 

Penunjukkan kelima nama juga menjadi wujud konkret dari pemaknaan tema FFI 2024, menunjukkan kolaborasi yang dilambari oleh spirit kesetaraan dalam membangun ekosistem perfilman Indonesia yang kreatif, inovatif, inklusif dan produktif.

Slamet Rahardjo Djarot merupakan aktor, sutradara, dan penulis skenario yang telah berkarya selama kurun 50 tahun lebih. 

“Nama-nama Duta FFI 2024 merefleksikan kolaborasi lintas generasi di industri sinema Indonesia. Mereka juga merupakan nama yang karya-karyanya mendapat pengakuan secara penghargaan kritis dan penerimaan penonton. Kami berharap, dengan ditunjuknya kelima nama sebagai Duta FFI bisa meluaskan khazanah sinema Indonesia di seluruh lapisan masyarakat Indonesia,” kata Ketua Komite FFI 2024–2026 Ario Bayu dalam keterangan siaran persnya, Senin (10/6).

Sebelumnya telah dibentuk kepengurusan Komite FFI periode 2024–2026, yang diketuai oleh Ario Bayu. Komite FFI 2024–2026 adalah Ario Bayu (Ketua Komite), Prilly Latuconsina (Ketua Pelaksana), Budi Irawanto (Ketua Bidang Penjurian), Mandy Marahimin (Ketua Sekretariat), Gita Fara (Ketua Bidang Keuangan dan Pengembangan Usaha), Pradetya Novitri (Ketua Bidang Acara), Nazira C. Noer (Ketua Humas Acara), dan Michael Ratnadwijanti (Ketua Humas Penjurian).

Para Anggota Komite FFI 2024–2026 dan Duta FFI 2024 akan berkomitmen mendorong proses kolaborasi sehingga dapat menemukan peluang dan potensi baru di industri film Indonesia. Kolaborasi juga menjadi jiwa dan landasan utama dari perhelatan FFI 2024.

Continue Reading

Movie & TV

Romansa Morgan Oey dan Valerie Thomas di Film “Romeo Ingkar Janji” Terungkap pada 25 Juli 2024

Published

on

FEM Indonesia – Film baru layar lebar berjudul “Romeo Ingkar Janji” yang akan mengadirkan kisah cinta manis antara Morgan Oey dan Valerie Thomas mengumumkan akan tayang 25 Juli 2024 di bioskop.

Film drama romansa persembahan Adhya Pictures dan Creative Power Management resmi mengumumkan tanggal tayang melalui akun Instagram @romeoingkarjanji, @adhyapictures dan @creativepowermanagement. 

Selain itu, film menghadirkan potongan adegan romantis antara Morgan Oey dan Valerie Thomas, yang berperan sebagai Romeo dan Agatha. Seperti berada di dunia fantasi dongeng. Di sebuah danau dengan tenda yang mereka buat dari batang kayu dan berbagai rerumputan dan kain sebagai atapnya, keduanya saling memadu kasih. Tawa dan bahagia melengkapi momen tersebut dengan cara yang paling romantis.

Film disutradarai oleh sutradara peraih Piala Citra Sutradara Terbaik FFI 2017, Emil Heradi dan skenarionya ditulis oleh penulis peraih Piala Citra untuk Skenario Adaptasi Terbaik FFI 2018 Titien Wattimena. 

Sementara Leni Lolang dan Jeremy Thomas menjadi produser di film ini. Sutradara “Romeo Ingkar Janji” menambahkan, melalui film ini penonton Indonesia juga akan melihat sajian kisah romansa yang melebur dengan sedikit sentuhan magis.

“Lewat potongan adegan ini, kami ingin mengenalkan dunia Romeo dan Agatha di film ini. Karakter Romeo yang puitis dan dunia yang meleburkan drama dan magis, semoga menjadi oase di perfilman kita,” kata Emil Heradi.

Dibintangi oleh Morgan Oey, Valerie Thomas, Zulfa Maharani, Unique Priscilla, Widyawati, Donny Damara, Tatyana Akman dan Fajar Nugra.

“Melalui kisah cinta Romeo dan Agatha dalam Film Romeo Ingkar Janji, Adhya Pictures menghadirkan sebuah kisah romantis yang manis, dengan arahan dari crew dan casts berpengalaman dan berbakat, kami berharap persembahan kisah romansa dan patah hati Romeo dan Agatha dapat memberikan warna dan pengalaman manis dalam menonton, dan tentunya bisa diterima, dinikmati oleh penonton” kata Chief Operating Officer Adhya Pictures, Shierly Kosasih.

“Film “Romeo Ingkar Janji” adalah film drama Indonesia yang punya tema cerita tentang cinta yang segar, beda, dan penuh dengan plot twist. Kami ingin menghadirkan kisah romansa melalui karakter Romeo dan Agatha yang relate dengan penonton Indonesia,” kata produser “Romeo Ingkar Janji” Jeremy Thomas.

Continue Reading

Movie & TV

Di Hari Ulang Tahun, Raisa Merilis Film Dibalik Panggung GBK, Ada Rahasia Tak Terungkap!

Published

on

FEM Indonesia, Jakarta – Imajinari bekerjasama dengan Juni Records merilis film dokumenter “Harta Tahta Raisa”. Film ini mulai tayang di jaringan bioskop Indonesia pada 6 Juni 2024 mendatang.

Film dokumenter ini diproduseri Dipa Andika bersama Adryanto Pratono (Boim), dengan Ernest Prakasa sebagai produser eksekutif dan disutradarai Soleh Solihun. Uniknya, tanggal tayang film terasa spesial karena merupakan hari ulang tahun Raisa, tokoh utama di film dokumenter.

Sutradara Soleh Solihun mengatakan, Harta Tahta Raisa akan membawa penonton terhanyut dengan kisah-kisah perjalanan Raisa yang belum pernah terungkap sebelumnya dari balik panggung.

Ia mencontohkan mulai dari kisah meniti karier di industri musik Indonesia, persahabatannya dengan sang manajer yang juga mitranya dalam membangun Juni Records, Adryanto Pratono (Boim), hingga kisah eksklusif di balik kemegahan monumental “Raisa Live in Concert GBK” pada tahun 2023 yakni sebuah konser yang tertunda akibat pandemi namun akhirnya tuntas dan memuaskan dahaga para YourRaisa dan para penikmat musik Indonesia.

StandUp Comedy senior ini menambahkan, film ini juga mengungkap cerita orang-orang di balik kesuksesan nama besar Raisa, mulai dari keluarga, sahabat, produser dan para sahabat sesama musisi. Selain itu, kisah dan sosok Boim yang selalu lekat dengan Raisa juga akan terkuak lebih lengkap di film ini.

“Melalui dokumenter ‘Harta Tahta Raisa’ akan diperlihatkan perjuangan seorang Raisa, dari dia menyanyi di kafe hingga akhirnya punya album dan menaklukkan GBK. Di dokumenter ini, juga akan disorot peran besar Boim. Karena jarang sekali ketika berbicara penyanyi atau artis maupun figur publik yang sukses di dunia hiburan, manajer jarang dibicarakan. Siapa sih, orang di baliknya? Melalui film ini kita akan melihat, Raisa menjadi diva sekarang ini salah satunya ya karena Boim,” kata Soleh Solihun.

Hal senada dikatakan Dipa Andika selaku Produser film Harta Tahta Raisa bahwa selain secara khusus menyoroti momen-momen di balik “Raisa Live in Concert GBK” di dokumenter ini juga banyak tersaji drama-drama kehidupan yang tanpa scripted. Sehingga membuat penonton juga akan masuk ke dalam kehidupan yang sesungguhnya dari Raisa.

“Dokumenter adalah suatu karya yang tidak scripted. Drama saat produksi dan drama asli, tentu ada di film ini. Untuk menggarap film ini, Imajinari juga mencoba mengumpulkan footage sebanyak mungkin termasuk membereskan kepemilikan rights-nya. Secara linimasa, dokumenter ini sebenarnya film kedua Imajinari sudah digarap sejak 2022 dan akhirnya sekarang bisa disaksikan penonton Indonesia mulai 6 Juni 2024,” ujar Dipa Andika.

“Kalau dokumenter ini adalah album, ini adalah intronya. Dari babak perjalanan kami sejak 2009–2023. Babak intro dari Raisa bisa sampai ke GBK. Ini adalah karya saya dan Raisa untuk kesekian kali secara bersama,” tambah produser “Harta Tahta Raisa” yang juga manajer Raisa, Adryanto Pratono.

Sementara Raisa mengucapkan terima kasih kepada seluruh orang-orang yang telah mendukung perjalanannya di dunia musik maupun dirinya sebagai manusia, yang terus bertumbuh melalui film dokumenter ini. 

Secara khusus, Raisa ingin mendedikasikan “Harta Tahta Raisa” sebagai persembahan bagi para fans, YourRaisa. Bahkan, judul film ini juga diambil dari idiom yang selama ini telah mengakar di perbincangan publik Indonesia dengan memberikan pemaknaan yang lebih mendalam.

“Sebenarnya sempat ada kekhawatiran ketika menjalani proyek dokumenter ini. Apakah nantinya akan datar-datar saja, karena kami kan memang yang enggak drama-drama banget. Namun ternyata ketika kamera mengikuti keseharian kami, langsung dikasih drama,” ungkap Raisa.

“Saya dan YourRaisa tumbuh bersama. Dengan dokumenter ini, bisa menjadi nostalgia bersama karena kami sama-sama bertumbuh. Salah satu fanbase yang menurutku sangat positif. Mereka juga aktif kegiatan aksi sosial, terbuka dan sama-sama humorisnya denganku. Bagiku, YourRaisa adalah salah satu harta yang paling berharga,” tutup Raisa.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending