Femindonesia.com, Jakarta – Fatin Shidqia Lubis membuka babak baru dalam perjalanan karier musiknya dengan merilis single terbaru berjudul “Tidur Siang”. Lagu yang telah tersedia di berbagai platform musik digital ini menjadi karya yang berbeda dari rilisan-rilisan sebelumnya karena mengangkat tema kehidupan dan proses bertumbuh, bukan lagi kisah romansa.

Memasuki usia 30 tahun, Fatin mengaku terinspirasi dari pengalaman sederhana yang ternyata dekat dengan kehidupan banyak orang, yakni kebiasaan tidur siang semasa kecil yang dulu terasa membosankan, tetapi kini justru menjadi momen yang dirindukan di tengah padatnya aktivitas.

“Waktu kecil kita sering dipaksa tidur siang dan rasanya ingin cepat bermain. Sekarang justru waktu untuk istirahat menjadi sesuatu yang sangat berharga. Dari situ aku merasa ada cerita yang menarik untuk dibagikan lewat lagu,” ujar Fatin.

Lewat lirik yang hangat dengan balutan aransemen ringan, “Tidur Siang” mengajak pendengar untuk menikmati setiap fase kehidupan tanpa terus membandingkan diri dengan orang lain. Fatin ingin menyampaikan bahwa setiap individu memiliki perjalanan dan ritme hidup yang berbeda.

Single ini juga menjadi pengalaman baru bagi Fatin karena untuk pertama kalinya berkolaborasi dengan musisi sekaligus produser Will Mara. Menurutnya, proses kreatif berjalan sangat alami sejak pertemuan pertama.

“Aku merasa chemistry kami langsung terbangun. Dalam beberapa jam saja lirik, melodi, sampai demo lagu sudah selesai. Itu pengalaman yang sangat menyenangkan,” ungkapnya.

Selain merilis lagu, Fatin turut menghadirkan video musik yang disutradarai Sebastian dari Angankara. Visual tersebut melengkapi pesan yang ingin disampaikan melalui “Tidur Siang”, yakni pentingnya menghargai waktu beristirahat, menikmati perjalanan hidup, dan tidak terlalu keras terhadap diri sendiri.

Dengan tema yang lebih personal dan relevan dengan kehidupan orang dewasa, “Tidur Siang” menjadi penanda arah musikal baru Fatin yang lebih reflektif, namun tetap dikemas dengan nuansa ringan dan mudah dinikmati.