FEM Indonesia – Diam-diam, Merpati band tengah mempersiapkan kembali single terbaru. Namun kali ini kolaborasi dengan penyanyi belia, Kezia.
Nama Kezia belakangan viral lewat single “Aku Masih Memikirkanmu”. Apakah itu jadi salah satu alasan Merpati kepincut dengan penyanyi yang baru berusia 17 tahun tersebut.
Menurut Andi, vokalis sekaligus pencipta lagu-lagu Merpati, ia justru tertarik dengan Kezia sejak lama. Puncaknya, Andi sempat memuji Kezia saat pelajar SMA Budi Kemuliaan, Jakarta Barat, mengcover hits Merpati, “Tak Selamanya Selingkuh Itu Indah” (TSSII).
“Sejak kemarin kita keluarkan single Merpati bareng Bening, Merpati cari-cari lagi mau kolaborasi dengan penyanyi pop NAGASWARA siapa dan bisa klop. Tiba-tiba saya kepikiran Kezia. Kenapa? Karena dia kemarin beberapa kali mengcover lagu Merpati band ‘TSSII’ dan ‘Tak Rela’,” beber Andi dilansir dari laman Nagaswara News, Jum’at (3/6/2022).
Andi punya alasan menjatuhkan pilihan berkolaborasi dengan Kezia. Kezia sendiri sudah merilis dua single yakni “Disampingku Selamanya” dan “Cuma Singgah”, serta satu single “Aku Masih Memikirkanmu” hasil kerjasama dengan label China Go Music Group.
“Penghayatan dia bagus banget di usianya yang masih 16 tahun kemarin. Penghayatannya, cara pembawaannya itu, benar-benar yang udah dewasa dan dapat banget feel-nya. Yang ‘Tak Rela’ dia bikin reggae bagus juga,” puji Andi.
Berada sama-sama di bawah satu label, Andi mengatakan tidak menemui kesulitan saat mengajak Kezia berkolaborasi. Hanya waktu itu, ia masih harus menunggu kesibukan Kezia antara sekolah dan masih mengikuti ajang “X Factor” RCTI.
“Lama prosesnya. Aku kasih materi ke dia dan dia pelajari. Alhamdulillah, Kezia mau. Kita garap cari jalan tengah. Kita di genre pop Melayu dan Kezia itu genrenya pop milenial kekinian banget, muda cantik berbakat dan suaranya bagus,” tambah Andi.
Andi tidak salah, Kezia memang memiliki banyak penggemar. Apalagi saat ini lagunya “Aku Masih Memikirkanmu” viral dan sudah dilihat lebih dari 6 juta kali di YouTube. Lewat cara itu, Andi berharap dapat menjaring generasi seangkatan Kezia untuk menyenangi karya-karya Merpati.
“Itu yang kita cari, dan mudah-mudahan kita bisa ambil pasar milenial. Kita juga menyesuaikan dari aransemen, meskipun tetap Merapati tapi milenialnya juga dapat di Kezia,” pungkas Andi tersenyum.



Tinggalkan Balasan