Femindonesia.com, JAKARTA — Museum Nasional Indonesia menjadi ruang bertemunya kreativitas, teknologi, dan peluang ekonomi dalam ajang IdeaFriends 2026. Ratusan kreator dari berbagai bidang berkumpul dalam peluncuran Create and Earn, program monetisasi kreator dari Adobe yang untuk pertama kalinya resmi diluncurkan di Indonesia.
Program tersebut merupakan hasil kolaborasi Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat/IOH), Adobe, dan Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (EKRAF). IdeaFriends sendiri menjadi ajang yang mempertemukan komunitas kreator melalui kolaborasi dengan IdeaFest dan dukungan Indosat.
Indonesia menjadi negara pertama tempat program Create and Earn dari Adobe diluncurkan. Melalui program ini, kreator dapat membuat template menggunakan Adobe Express dan berkesempatan memperoleh imbalan berdasarkan karya serta traffic yang dihasilkan.

Inisiatif tersebut hadir di tengah semakin besarnya kontribusi sektor ekonomi kreatif terhadap perekonomian Indonesia. Data EKRAF dan Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan ekonomi kreatif menyumbang Rp1.757,87 triliun terhadap PDB nasional pada 2025 dan menyerap 27,4 juta tenaga kerja.
Pertumbuhan tersebut juga berjalan beriringan dengan berkembangnya creator economy. Jumlah content creator di Indonesia diperkirakan telah mendekati 12 juta orang, membuka peluang bagi Indonesia untuk tidak hanya menjadi pasar teknologi kreatif, tetapi juga menghasilkan dan mengekspor karya kreatif ke pasar global.
Meski demikian, kreator masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari akses terhadap teknologi kreatif, pengembangan jaringan, hingga kemampuan mengubah karya menjadi sumber pendapatan berkelanjutan.
Di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI), kolaborasi ini juga menekankan pentingnya peran manusia dalam proses kreatif. Ide, perspektif, dan cerita tetap menjadi kekuatan utama kreator, sementara teknologi berfungsi mempercepat dan menyederhanakan proses berkarya.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Irene Umar, mengatakan kreator membutuhkan akses teknologi, kesempatan belajar, komunitas, serta peluang untuk menjadikan kreativitas sebagai sumber penghidupan dan karier.
“Para kreator membutuhkan akses terhadap teknologi, kesempatan untuk belajar, komunitas untuk berkolaborasi, dan kesempatan untuk menjadikan kreativitas mereka sebagai sumber penghidupan dan karier,” ujar Irene.
Menurutnya, penguatan ekosistem kreatif juga perlu menjangkau talenta di berbagai daerah agar kreator memiliki kesempatan yang setara untuk belajar, berkarya, berkolaborasi, memperkenalkan karya, dan menjangkau audiens yang lebih luas.
Sementara itu, Direktur dan Chief Legal & Regulatory Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Reski Damayanti, menilai momentum menjelang Hari Kemerdekaan Indonesia menjadi waktu yang tepat untuk merayakan kreativitas dan potensi masyarakat Indonesia.
“Keterlibatan Indosat pun menegaskan peran perusahaan sebagai digital enabler yang memastikan teknologi tidak hanya menghubungkan masyarakat, tetapi juga mengubah kreativitas menjadi peluang ekonomi,” kata Reski.
Ia menambahkan, kolaborasi Indosat, Adobe, dan Kementerian Ekonomi Kreatif diarahkan untuk membangun ekosistem yang memberikan akses kepada kreator Indonesia terhadap teknologi, jaringan, pasar global, sekaligus peluang monetisasi.
Director of Product Marketing Adobe, Kate Aher, mengatakan Indonesia memiliki salah satu komunitas kreator yang dinamis di dunia.
“Indonesia memiliki salah satu komunitas kreator paling dinamis di dunia, dan kami sangat antusias meluncurkan Create and Earn di sini,” ujar Kate.
Menurutnya, melalui Adobe Express, para kreator dapat lebih mudah mewujudkan ide, menjangkau audiens baru, sekaligus membuka peluang pendapatan dari karya kreatif mereka.
Dari Ide Menjadi Karya, dari Karya Menjadi Peluang
Create and Earn memungkinkan kreator membuat sekaligus memonetisasi karya melalui Adobe Express dan berbagai fitur kreatif berbasis AI.
Dalam kolaborasi tersebut, Indosat juga memberikan akses Adobe Express Premium secara gratis selama enam bulan bagi pengguna. Versi Premium menawarkan sejumlah perangkat kreatif yang lebih lengkap untuk membantu kreator mengembangkan ide dan menghasilkan karya.
Selain akses teknologi, program ini dilengkapi materi pembelajaran, mentoring, tantangan kreatif, serta kesempatan terhubung dengan komunitas dan profesional industri.
Program tersebut terbuka bagi kreator dari berbagai bidang, termasuk ilustrator, desainer grafis, fotografer, videografer, content creator, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kreatif.
Karya peserta terpilih juga akan dipamerkan di area festival sehingga dapat disaksikan pengunjung, praktisi profesional, komunitas kreatif, serta calon mitra.
Pameran tersebut diharapkan dapat membantu kreator meningkatkan eksposur, memperluas jaringan, sekaligus memperkenalkan karya Indonesia kepada audiens yang lebih luas.
Bagi kreator yang ingin mengikuti program Create and Earn, informasi dan pendaftaran tersedia melalui laman resmi Adobe Express.
Dengan dukungan teknologi kreatif berbasis AI, konektivitas 5G Indosat, dan komunitas kreator yang terus berkembang, kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem ekonomi kreatif Indonesia sekaligus membuka jalan bagi karya lokal untuk menjangkau pasar global.


Tinggalkan Balasan