FEM Indonesia, Jakarta – Rumah produksi IMAJINARI kembali menghadirkan karya terbaru bertajuk Operasi Pesta Copet, sebuah film drama komedi yang dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai Agustus 2026.

Film ini menjadi debut penyutradaraan Edy Khemod dan menghadirkan penampilan berbeda dari Iqbaal Ramadhan yang tampil sebagai sosok “jamet” sekaligus anggota komplotan copet konser.

Melalui teaser poster yang resmi dirilis pada Jumat (19/6), Iqbaal tampil jauh dari citra “sweetheart” yang selama ini melekat padanya. Bersama Kristo Immanuel, Zulfa Maharani, dan Kawai Labiba, ia memerankan kelompok pencopet yang beraksi di tengah keramaian festival musik.

Mengambil latar festival musik Pestapora, film ini mengisahkan operasi pencopetan yang terjadi di tengah puluhan ribu penonton konser. Selain menyajikan unsur komedi, film tersebut juga mengangkat sisi kehidupan para pelaku yang terhimpit kondisi ekonomi dan berbagai persoalan sosial.

Film ini diproduseri oleh Ernest Prakasa, Dipa Andika, James Erlangga, dan Iqbaal Ramadhan. Kolaborasi dengan Pestapora juga melibatkan Direktur Festival Pestapora, Kiki Aulia Ucup, sebagai produser eksekutif.

“Operasi Pesta Copet menjadi produksi Imajinari yang paling nekat sejauh ini. Film dengan set festival asli Pestapora dengan puluhan ribu penonton, yang menceritakan tentang operasi copet di konser,” kata Ernest Prakasa.

Menurut Ernest, ide film tersebut pertama kali disampaikan Edy Khemod pada 2023 dan membutuhkan waktu sekitar tiga tahun hingga akhirnya siap tayang di layar lebar.

“Ketika Imajinari menerima penawaran cerita, hal pertama yang kami tanya adalah kenapa film ini perlu dibuat. Dari keresahan Khemod soal kemiskinan struktural, kami percaya film ini punya alasan yang cukup kuat,” ujarnya.

Edy Khemod menjelaskan, cerita film berangkat dari pengalaman nyata yang pernah dialaminya bersama band Seringai terkait maraknya aksi pencopetan di konser musik.

“Masalah copet konser ini sebenarnya jadi permasalahan yang kerap dihadapi penonton musik. Bukan cuma penontonnya, tapi juga band dan penyelenggaranya. Cerita ini berangkat dari kisah nyata yang saya alami bersama Seringai,” ungkap Khemod.

Ia menambahkan, film tersebut tidak hanya berbicara tentang kejahatan jalanan, tetapi juga menjadi kritik sosial mengenai tekanan ekonomi yang membuat sebagian orang merasa tidak memiliki pilihan lain dalam hidup.

Sementara itu, Iqbaal Ramadhan mengaku mendapatkan pengalaman baru melalui film tersebut, baik sebagai aktor maupun produser kreatif.

“Saking jametnya, saya ditahan sama satpam Pestapora. Jadi pas lagi syuting di area Pestapora, satpamnya bilang ke saya, ‘Mas, maaf lagi ada yang syuting’,” kata Iqbaal sambil tertawa.

Sebagai produser, mantan personel Coboy Junior itu menyebut Operasi Pesta Copetsebagai proyek film paling kompleks yang pernah dikerjakannya.

“Sejauh ini, Operasi Pesta Copet menjadi project paling kompleks yang pernah saya kerjakan, namun bikin nagih,” tuturnya.

Dengan latar festival musik terbesar di Indonesia dan deretan pemain muda populer, Operasi Pesta Copet digadang-gadang menjadi salah satu film yang paling dinantikan pada paruh kedua 2026. Film ini akan mulai menyapa penonton bioskop di seluruh Indonesia pada Agustus mendatang.