Femindonesia.com, JAKARTA — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI bersama Plan International Indonesia menggelar Career Day 2026 di Jakarta, Rabu (19/8/2026). Kegiatan ini menjadi wadah pertemuan antara anak muda yang telah mendapatkan pelatihan kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja.

Career Day 2026 mempertemukan 200 anak muda terlatih dengan 25 perusahaanyang membuka kesempatan kerja di berbagai sektor. Dari total peserta, sekitar 60 persen merupakan perempuan, sementara 3 persen merupakan penyandang disabilitas.

Direktur Bina Penempatan Kemnaker, Isnarti Hasan, mengatakan kegiatan tersebut memiliki pendekatan berbeda dibandingkan bursa kerja pada umumnya. Para peserta tidak hanya datang sebagai pencari kerja, tetapi sebelumnya telah mendapatkan pembekalan kompetensi teknis dari Plan International Indonesia.

“Job fair kali ini berbeda karena pesertanya sudah dibekali kompetensi teknis oleh Plan Indonesia,” ujar Isnarti.


Sediakan 850 Lowongan Kerja

Dalam Career Day 2026, sebanyak 25 perusahaan menyediakan sekitar 850 lowongan pekerjaan yang tersebar dalam 75 jabatan.

Peluang kerja tersebut mencakup sejumlah sektor yang banyak menyerap tenaga kerja, antara lain teknologi informasi (IT), ritel, dan perhotelan.

Dengan adanya proses rekrutmen yang mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan secara langsung, kegiatan ini diharapkan dapat memperpendek kesenjangan antara kompetensi yang dimiliki pencari kerja dan kebutuhan dunia usaha.

Career Day 2026 juga digelar secara hibrida, sehingga proses pencarian kerja dapat diakses melalui kanal daring maupun secara langsung.

Seleksi Dimulai dari CV

Pendaftaran dan pengunggahan curriculum vitae (CV) telah dibuka sejak 10 Agustus 2026 melalui platform SIAPkerja dan situs Job Fair Kemnaker.

Setelah proses pendaftaran, peserta akan mengikuti tahapan seleksi CV. Pencari kerja yang dinyatakan lolos kemudian mendapatkan kesempatan mengikuti job matchingdan walk-in interview dengan perusahaan peserta.

Tahapan tersebut memungkinkan perusahaan mencocokkan kebutuhan posisi yang tersedia dengan latar belakang, kompetensi, serta pengalaman para pencari kerja.

Dorong Kesempatan Kerja yang Inklusif

Keterlibatan perempuan dan penyandang disabilitas dalam Career Day 2026 juga menunjukkan perhatian terhadap akses kerja yang lebih inklusif.

Kemnaker bersama Plan International Indonesia berupaya memastikan pelatihan dan akses terhadap peluang kerja tidak berhenti pada peningkatan kompetensi, tetapi berlanjut hingga peserta mendapatkan kesempatan memasuki dunia kerja.

Isnarti menegaskan, kolaborasi tersebut merupakan bagian dari upaya memperluas akses pekerjaan bagi generasi muda agar tidak ada kelompok yang tertinggal dalam memperoleh kesempatan di pasar kerja.

“Dengan ini kami ingin memastikan tidak ada anak muda yang tertinggal untuk mendapatkan pekerjaan,” tegas Isnarti.

Melalui Career Day 2026, sinergi pemerintah, lembaga pembangunan, dan dunia usaha diharapkan dapat memperkuat ekosistem ketenagakerjaan sekaligus membuka lebih banyak akses bagi anak muda untuk memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan kompetensinya.