Femindonesia.com, JAKARTA – Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa pentingnya memperkuat kemandirian industri alat kesehatan nasional melalui peningkatan produksi dalam negeri dan kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah, pelaku industri, akademisi, hingga fasilitas pelayanan kesehatan.

Hal tersebut disampaikan saat membuka IndoHealthcare Gakeslab Expo 2026 di JiExpo Kemayoran Jakarta, pameran internasional alat kesehatan yang memasuki penyelenggaraan ke-16. Ajang yang digelar oleh Krista Exhibitions bekerja sama dengan Gabungan Perusahaan Alat-Alat Kesehatan dan Laboratorium (Gakeslab) Indonesia itu berlangsung hingga 7 Agustus 2026 dan diikuti ratusan perusahaan dari dalam maupun luar negeri.

Dalam sambutannya, Budi menekankan bahwa transformasi sistem kesehatan nasional tidak hanya bergantung pada peningkatan kualitas layanan kesehatan, tetapi juga pada kemampuan Indonesia memproduksi dan memenuhi kebutuhan alat kesehatan secara mandiri.

Menurutnya, penguatan industri alat kesehatan nasional merupakan langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap produk impor sekaligus memperkuat ketahanan sektor kesehatan Indonesia.

“Melalui IndoHealthcare Gakeslab Expo 2026, kita berharap tercipta kolaborasi dan kemitraan yang semakin erat antara produsen lokal, distributor, serta penyedia layanan kesehatan. Hal ini penting untuk mewujudkan kemandirian industri alat kesehatan nasional demi mendukung ketahanan kesehatan Indonesia,” ujar Budi.

Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah, industri, dunia akademik, serta fasilitas pelayanan kesehatan menjadi faktor penting dalam mempercepat pengembangan teknologi kesehatan di dalam negeri. Dengan kolaborasi tersebut, industri alat kesehatan nasional diharapkan mampu menghasilkan produk yang kompetitif, berkualitas, dan memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun internasional.

IndoHealthcare Gakeslab Expo 2026 tidak hanya menjadi ajang pameran produk kesehatan, tetapi juga menjadi forum strategis bagi regulator, akademisi, tenaga kesehatan, serta pelaku industri untuk bertukar gagasan mengenai masa depan sektor kesehatan Indonesia.

Berbagai isu yang dibahas meliputi inovasi teknologi medis, pengembangan alat kesehatan dalam negeri, hingga strategi meningkatkan daya saing industri nasional di pasar global.

Pameran menghadirkan beragam produk dan teknologi kesehatan, mulai dari peralatan rumah sakit, instrumen laboratorium, perangkat teknologi medis, produk farmasi, hingga herbal kesehatan. Sejumlah perusahaan dari berbagai negara turut berpartisipasi dengan memperkenalkan inovasi terbaru sekaligus menjajaki peluang kerja sama dan investasi di Indonesia.

Sementara itu, CEO Krista Exhibitions Group, Daud D. Salim, mengatakan penyelenggaraan pameran ini bertujuan memperkuat ekosistem industri alat kesehatan melalui kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah, pelaku usaha, serta tenaga kesehatan.

Menurut Daud, selain menjadi ajang promosi berbagai produk dan teknologi terkini, IndoHealthcare Gakeslab Expo 2026 juga diharapkan mampu mempercepat transfer teknologi, memperluas jaringan bisnis, serta membuka peluang investasi yang dapat mendorong pertumbuhan industri kesehatan nasional.

Selama tiga hari pelaksanaan, penyelenggara juga menggelar berbagai seminar, lokakarya, presentasi industri, talkshow, hingga forum business matching yang mempertemukan pelaku industri dengan regulator, akademisi, praktisi kesehatan, serta calon mitra bisnis.

Melalui penyelenggaraan IndoHealthcare Gakeslab Expo 2026, pemerintah berharap industri alat kesehatan nasional semakin berkembang, mampu meningkatkan kontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan layanan kesehatan masyarakat, sekaligus menjadi fondasi dalam membangun sistem kesehatan Indonesia yang mandiri, tangguh, dan berdaya saing di tingkat global.