FEM Indonesia, JAKARTA – Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jakarta Selatan, H. Mundari S.IP M.Si, memaparkan capaian kinerja selama lima bulan masa kepemimpinannya, sejak Desember 2025 hingga April 2026.
Dalam periode tersebut, PMI Jaksel aktif menangani berbagai kejadian luar biasa, mulai dari banjir, kebakaran, bencana alam di Pulau Sumatera, hingga kecelakaan transportasi.
Salah satu peristiwa yang turut ditangani adalah insiden tertabraknya KRL oleh KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur. Selain itu, PMI Jaksel juga memberikan layanan kesehatan, respons kecelakaan lalu lintas, ambulans dan mobil jenazah, hingga kegiatan sosial seperti donor darah dan khitanan massal.
“Semua yang kami lakukan berlandaskan pada misi kemanusiaan untuk membantu masyarakat luas yang membutuhkan, dengan dukungan sumber daya manusia yang kuat dan terlatih,” ujar Mundari saat menyampaikan paparan di Kantor PMI kawasan Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (1/5/2026).

PMI Jakarta Selatan saat ini didukung oleh 15 pengurus, 20 staf, dan 7.190 relawan. Jumlah tersebut mencakup 785 anggota Korps Sukarela dari perguruan tinggi, 825 Tenaga Sukarela dari berbagai profesi termasuk tenaga kesehatan dan guru, serta 5.580 anggota Palang Merah Remaja (PMR) dari tingkat SD hingga SMA.
Dalam operasionalnya, PMI Jaksel memiliki berbagai armada seperti ambulans gawat darurat, mobil jenazah, truk tangki, perahu karet, hingga motor reaksi cepat. Fasilitas penunjang juga tersedia, seperti posko bencana 24 jam, klinik gratis, dan unit pengumpulan darah.
Mundari menambahkan, wilayah Jakarta Selatan memiliki tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi. Dari 65 kelurahan, sebanyak 34 di antaranya rawan banjir. Sementara itu, potensi kebakaran lingkungan juga menjadi perhatian serius, dengan mayoritas wilayah masuk kategori risiko sedang hingga tinggi.
Tak hanya fokus di wilayah DKI Jakarta, PMI Jaksel juga terlibat dalam penanganan bencana di sejumlah daerah di Sumatera, seperti Sibolga, Tapanuli, Padang, Aceh Tamiang, dan Kabupaten Agam. Bantuan yang disalurkan meliputi kebutuhan pokok, perlengkapan ibadah, obat-obatan, hingga pembangunan sumur bor dan hunian sementara.
Di akhir paparannya, Mundari juga menjelaskan struktur kepengurusan PMI Jaksel yang didukung sejumlah tokoh, termasuk jajaran dewan kehormatan dan para ketua bidang yang membidangi organisasi, penanggulangan bencana, kesehatan, hingga pengembangan sumber daya.
Dengan berbagai capaian tersebut, PMI Jakarta Selatan menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai garda terdepan dalam aksi kemanusiaan, khususnya dalam merespons cepat berbagai kondisi darurat di tengah masyarakat. [ket Foto: Ketua PMI Kota Jakarta Selatan, H. Mundari S.IP M.Si.]


Tinggalkan Balasan