FEM Indonesia, Jakarta — Video klip single “Kidung Rakyat (Bukan Atas Nama Rakyat)” karya musisi rock Toto Tewel resmi menembus 1 juta views di YouTube hanya dalam waktu satu bulan sejak dirilis. Pencapaian ini menjadi kabar menggembirakan bagi industri musik rock Indonesia di awal tahun 2026.
Single tersebut digarap Toto Tewel (gitar) bersama Fitriansyah Pipit (vokal), Yose Kristian (drum), dan Bob Marjinal (bas). Kesuksesan ini sekaligus menandai langkah awal realisasi janji mereka untuk menggelar “Konser Seribu Desa Indonesia” sepanjang tahun 2026.
Mengusung tagline “Konser 1K Desa (K1KD): Desa Mengepung Kota”, proyek ini diyakini menjadi strategi militan untuk kembali menggemakan musik rock dari akar rumput hingga ke pusat kota.
“Akhirnya video klip single Kidung Rakyat mencapai 1 juta views dalam satu bulan. Terima kasih rakyat musik rock Indonesia atas apresiasinya. Selanjutnya kami akan menjalani konsep Desa Mengepung Kota lewat Konser Seribu Desa di Indonesia,” ujar Toto Tewel saat ditemui di Radio Bola Koaidi, Rawamangun, Jakarta Timur.
Sebagai bentuk perayaan capaian tersebut, Fitriansyah Pipit selaku produser eksekutif mengumumkan bahwa band ini akan menggelar showcase bertajuk “KICK OFF KIKD – Konser 1K Desa” di Warkopien, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, pada Sabtu, 17 Januari 2026, mulai pukul 19.00 WIB.
Acara ini akan dimeriahkan oleh sejumlah nama besar di skena rock nasional, di antaranya Anto Baret, Marjinal, Bangzhai, dan Syukrondjamal.
“Ini akan menjadi event musik rock yang bergengsi, apalagi diselenggarakan di kafe Jakarta. Jarang ada event rock dengan konsep seperti ini,” kata Yose Kristian.
Single “Kidung Rakyat” hadir sebagai karya yang menolak menjadi corong politik. Di tengah maraknya klaim berbicara atas nama rakyat, Toto Tewel memilih menyuarakan kejujuran melalui refleksi dan kesunyian, bukan slogan.
Konsep tersebut juga diterjemahkan secara visual dalam video klip yang mengombinasikan kearifan budaya lokal Nusantara dengan teknologi AI. Disutradarai oleh Jeffry Aldiansyah, video musik ini tampil sebagai karya yang unik dan dianggap anomali di ranah musik Indonesia sepanjang tahun ini, sehingga mendapat apresiasi luas dari masyarakat.
“Kami berusaha menghadirkan kualitas dan kuantitas terbaik, baik dari produksi musik maupun video klip. Ditambah konsep dan strategi revolusioner seperti konser di seribu desa Indonesia,” pungkas Bob Marjinal.
Kesuksesan proyek ini turut didukung oleh Erwiyantoro (Mbah Cocomeo) sebagai konsultan showbiz serta Log Zhelebour, yang dikenal sebagai Bapak Musik Rock Indonesia, melalui label Logis Music.


Tinggalkan Balasan