Femindonesia.com, MILAN, ITALIA – Krista Exhibitions Group memperkuat hubungan bisnis antara Indonesia dan Italia dengan memperkenalkan Indo Leather & Footwear (ILF) & Indo Garment & Textile (IGT) Expo 2027 kepada pelaku industri Italia dalam konferensi pers di Milan.

Pameran tersebut akan digelar pada 4–6 Agustus 2027 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Ajang ini ditujukan untuk mempertemukan perusahaan, produsen, pemasok, merek, pembeli, asosiasi industri, penyedia teknologi, dan profesional dari sektor kulit, alas kaki, garmen, tekstil, fesyen, serta manufaktur.

Italia selama ini memiliki posisi penting dalam industri kulit, alas kaki, fesyen, desain, dan manufaktur global. Kekuatan Made in Italy tidak hanya dikenal melalui produk premium dan desain, tetapi juga keunggulan dalam keahlian produksi, inovasi material, teknologi, serta kemampuan membangun rantai industri yang terintegrasi.

Di tengah perubahan industri global, sektor kulit dan alas kaki menghadapi tantangan sekaligus peluang baru. Perkembangan teknologi, tuntutan terhadap produksi yang lebih berkelanjutan, perubahan perilaku konsumen, dan pergeseran rantai pasok mendorong perusahaan untuk memperluas jaringan produksi, sumber bahan baku, dan kemitraan ke pasar-pasar strategis.

Asia Tenggara menjadi salah satu kawasan yang semakin diperhitungkan dalam rantai pasok manufaktur global. Indonesia dinilai memiliki posisi strategis karena memiliki basis industri yang berkembang, tenaga kerja terampil, pasar domestik yang besar, serta jaringan manufaktur yang terhubung dengan pasar internasional dan merek global.

Melalui agenda di Milan, Krista Exhibitions ingin memperkenalkan peluang tersebut kepada perusahaan dan pelaku industri Italia.

CEO Krista Exhibitions Group Daud D. Salim mengatakan Indonesia dan Italia memiliki kekuatan yang saling melengkapi dalam industri kulit dan alas kaki.

“Italia dan Indonesia memiliki kekuatan yang sangat saling melengkapi dalam industri kulit dan alas kaki global. Italia dikenal atas keunggulan dalam keahlian, desain, teknologi, serta produk kulit dan alas kaki premium. Sementara Indonesia telah mengembangkan ekosistem manufaktur yang kuat dan kompetitif dengan koneksi yang terus berkembang ke pasar global,” kata Daud.

Menurut dia, ILF Expo diharapkan menjadi jembatan yang lebih kuat antara kedua negara sekaligus mendorong terbentuknya kemitraan bisnis jangka panjang.

“Melalui Indo Leather & Footwear Expo, kami ingin menciptakan jembatan yang lebih kuat antara kedua pasar dan mengubah hubungan industri menjadi kemitraan bisnis yang bermakna dan berjangka panjang,” ujarnya.

Buka Peluang Bisnis di Asia Tenggara

Bagi perusahaan Italia, ILF & IGT Expo 2027 menjadi kesempatan untuk mengeksplorasi pasar Indonesia sekaligus memperoleh akses lebih luas ke kawasan Asia Tenggara.

Keikutsertaan dalam pameran tersebut dapat membuka peluang bisnis dan sourcing, mempertemukan perusahaan Italia dengan produsen serta pemasok Indonesia, memperkenalkan teknologi dan solusi manufaktur, serta membangun kemitraan strategis dengan pelaku industri nasional.

Pameran ini juga dirancang sebagai platform bisnis yang menghubungkan berbagai mata rantai industri. Perusahaan peserta dapat memperoleh informasi mengenai perkembangan industri Indonesia, memahami kebutuhan pasar, mengeksplorasi peluang kolaborasi teknologi, dan memperluas jaringan bisnis.

Dengan pendekatan tersebut, Indonesia tidak hanya ditawarkan sebagai pasar atau tujuan produksi, tetapi juga sebagai bagian dari strategi rantai pasok Asia yang semakin terhubung.

UITIC Congress 2027 Digelar di Jakarta

Kolaborasi Indonesia dan Italia di sektor alas kaki juga akan diperkuat melalui UITIC International Technical Congress 2027 yang berlangsung di Jakarta pada 2–4 Agustus 2027.

Kongres tersebut diselenggarakan bersama oleh UITIC dan Krista Exhibitions Group. Forum ini akan mempertemukan teknolog alas kaki, produsen, peneliti, pakar industri, dan pemimpin bisnis dari berbagai negara untuk bertukar pengetahuan serta membahas masa depan manufaktur alas kaki.

Selain agenda teknis dan inovasi, peserta akan mendapatkan kesempatan mengunjungi sejumlah fasilitas manufaktur alas kaki di Indonesia. Kunjungan tersebut memberikan kesempatan kepada delegasi internasional untuk melihat secara langsung proses produksi, teknologi, operasional pabrik, dan praktik industri di Indonesia.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dalam ILF & IGT Expo 2027 melalui seremoni pembukaan, tur pameran, serta diskusi panel mengenai rantai pasok alas kaki global dan perkembangan teknologi terbaru.

Agenda tersebut akan ditutup dengan kegiatan jejaring internasional yang mempertemukan pelaku industri dari berbagai negara untuk membuka peluang kerja sama baru.

Integrasi UITIC International Technical Congress 2027 dengan ILF & IGT Expo 2027 diharapkan semakin memperkuat posisi Jakarta sebagai salah satu titik pertemuan global bagi industri alas kaki.

Upaya Krista Exhibitions Group memperkuat hubungan bisnis Indonesia dengan Italia tidak hanya dilakukan melalui industri kulit, alas kaki, dan tekst