FEM Indonesia, JakartaMahkamah Agung Republik Indonesia (MA RI) menggelar kegiatan Apresiasi dan Refleksi Mahkamah Agung Tahun 2025 secara hybrid, Selasa (30/12/2025). Acara ini dilaksanakan secara luring di Balairung Mahkamah Agung RI, Jakarta, serta daring melalui kanal resmi YouTube dan Zoom Mahkamah Agung RI.

Mengusung tema “Pengadilan Bermartabat, Negara Berdaulat”, kegiatan tersebut menjadi momentum evaluasi kinerja sekaligus pemberian apresiasi kepada insan peradilan atas dedikasi, inovasi, dan capaian sepanjang tahun 2025.

Rangkaian acara terdiri atas tiga agenda utama, yakni Anugerah Mahkamah Agung, Lomba Foto Peradilan, serta Refleksi Akhir Tahun. Seluruh kegiatan dirancang dalam satu kesatuan yang bersifat reflektif dan apresiatif, sebagai wujud komitmen Mahkamah Agung dalam membangun lembaga peradilan yang berintegritas dan profesional.

Sekretaris Mahkamah Agung RI, Sugiyanto, SH, MH, dalam laporan kegiatan menegaskan bahwa apresiasi yang diberikan bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk penghargaan atas kerja keras dan integritas insan peradilan di seluruh Indonesia.

“Apresiasi ini diharapkan menjadi energi kolektif untuk terus menjaga integritas, meningkatkan profesionalisme, serta memperkokoh Mahkamah Agung sebagai penjaga keadilan dan pilar utama negara hukum yang berdaulat,” ujar Sugiyanto.

Ia juga menekankan pentingnya refleksi akhir tahun sebagai sarana evaluasi terhadap capaian sekaligus tantangan yang masih dihadapi dalam penegakan hukum.

“Refleksi akhir tahun 2025 ini menjadi pijakan untuk memperkuat inovasi, meningkatkan kualitas pelayanan kepada pencari keadilan, serta memperteguh kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan,” tambahnya.

Dalam Anugerah Mahkamah Agung Tahun 2025, penghargaan diberikan kepada satuan kerja peradilan dalam lima kategori, yakni implementasi e-Litigasi, gugatan sederhana, mediasi di pengadilan, layanan eksekusi putusan, serta sistem integrasi administrasi perkara pidana melalui e-Berpadu.

Sementara itu, Lomba Foto Peradilan diikuti oleh tiga kategori peserta, meliputi Warga Peradilan, Masyarakat Umum dan Pelajar, serta Wartawan/Jurnalis. Lomba ini bertujuan mendokumentasikan wajah peradilan Indonesia dari perspektif yang edukatif, humanis, dan inspiratif.

Melalui kegiatan ini, Mahkamah Agung menegaskan komitmennya untuk terus mendorong reformasi peradilan yang transparan, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan publik demi terwujudnya keadilan yang bermartabat.