Connect with us

Movie & TV

“Mimpi Amira”, Film Perjuangan Anak Indonesia ke KPOP

Published

on

FEM Indonesia – Film pendek berjudul ’Mimpi Amira’ yang mengisahkan perjuangan keras seorang anak asli Indonesia dalam meraih mimpinya ke KPOP, di rilis.

Film garapan sutradara jebolan Amerika yang berpengalaman di Eropa, Bobz Capulet dilaunching resmi di studio bioskop Cinepolis Theater Pejaten Village Jakarta Selatan.

“Lewat film ini kita mau menyuguhkan pada penonton bagaimana melihat bakat anak disetiap hari menari-nari dan joget-joget dan merekamnya sebagai film memori,” ujar Bobz Capulet, usai nobar film pada Sabtu, (19/6/21).

Dia juga mengungkap bahwa dunia anak dengan perjuanganya untuk meraih mimpi memiliki nilai lebih untuk diksplorasi, direkam dan dijabarkan lewat sebuah film. “Hal inilah yang coba kami cari lewat film ini yang menceritakan seorang anak untuk bisa sukses ke ajang KPop Korea,” imbuhnya.

Rahmat Warganda, salah satu pemeran film mengaku waktu pembuatan film dia agak meragukan dengan pemeran Amira yang tak lain cucunya sendiri dalam membaca naskah. Dia mengungkap jika cucunya memang belum bisa membaca, sehingga tulisan transkripnya harus dijelaskan dengan pelan-pelan agar Amira mengerti jalannya cerita.

“Tapi akhirnya dia bisa menghayati tanpa melihat teks dan akhirnya bisa berdialog. Hal inilah yang membuat saya bangga bisa akting lancar dengan Amira,” ujar Rahmat Warganda tersenyum.

Film “Mimpi Amira’ diproduseri oleh Aldila Warganda dari rumah produksi Warganda Production dan bekerjasama dengan Gorila Pro menceritakan kehidupan berdua yang menarik dan haru antara kakek (Rahmat Warganda) dengan cucunya bernama Amira (Amira).

Sang kakek yang begitu sayang dan sangat perhatian melihat ada yang berbeda saat Amira mengutarakan ingin pergi ke Korea Selatan mengejar mimpinya sebagai penggemar Kpop. Meski ditolak keras oleh sang kakek, Amira terus berusaha menunjukan bakat menarinya untuk bisa mengikuti ajang lomba Kpop serta meraih mimpinya.

Setiap hari Amira terus menari tanpa lelah, hal itulah yang membuat kakeknya akhirnya turut mendukung keinginan keras Amira. Akankah Amira mampu meraih mimpinya?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Movie & TV

Pertama Kalinya di Indonesia, Film Pengabdi Setan 2: Communion, Berteknologi IMAX

Published

on

By

FEM Indonesia – Film Pengabdi Setan 2: Communion, yang sebentar lagi tayang serentak, diam-diam menjadi film pertama dari Indonesia dan Asia Tenggara yang telah menjalani proses Digital Remastering (DMR) menggunakan teknologi IMAX.

Pasalnya, film garapan sutradara gaek,Joko Anwar kali ini bakal memberikan terobosan dengan menggunakan teknologi IMAX untuk menghadirkan kepuasan menonton dan pengalaman sinematik yang lebih memuaskan bagi para pecinta film.

Film dengan terobosan baru ini, Joko Anwar, sutradara dan penulis skenario Pengabdi Setan 2: Communion’ mengutarakan kebanggaannya akan pencapain ini.

“Kami sangat senang berkolaborasi dengan IMAX untuk menghadirkan Pengabdi Setan 2: Communion’ yang telah menjalani proses DMR menggunakan teknologi IMAX. Kami ingin memberikan yang lebih kepada penonton, step up the game, bukan hanya menghadirkan keseruan bagi penonton. Dengan pengalaman sinematik yang lebih nyata, pecinta film dapat memasuki dunia Pengabdi Setan 2: Communion’ untuk merasakan thrill and ride yang lebih mendebarkan,” kata Joko Anwar dalam konferensi persnya di Gandaria City, Jakarta Selatan ( 25/07/2022).


Preetham Daniel, Vice President – Theatre Sales: India, South East Asia, Australia and New Zealand IMAX mengatakan alasannya memilih film ini sebagai yang pertama yang menjalani proses digital remastering dengan menggunakan teknologi IMAX. Ia beralasan bahwa Pengabdi Setan 2: Communion’ adalah film dengan IP yang kuat dan mempunyai teknis dengan kualitas tinggi sehingga layak mendapatkan treatment IMAX.

Kesempatan eksklusif untuk menjadi yang pertama menonton film ini di layar IMAX akan tersedia secara terbatas di seluruh studio IMAX di Cinema XXI, Sabtu 30 Juli 2022 pada show terakhir dimana pre sale tiket dapat dibeli mulai Selasa, 25 Juli 2022.

Berikut daftar studio IMAX yang akan menghadirkan Special Screening Show: Gandaria City IMAX (Jakarta), Kelapa Gading IMAX (Jakarta), Summarecon Mal! Serpong IMAX (Tangeranp), The Breeze IMAX (Tangerang), Summarecon Mall Bekasi IMAX (Bekasi), AEON Mall Sentul City IMAX (Bogor), Tunjungan 5 IMAX (Surabaya), Pakuwon IMAX (Surabaya), dan Delipark IMAX (Medan).

Continue Reading

Movie & TV

Jadi Content Killer, Transvision Tayangkan Film Spider-Man: No Way Home

Published

on

FEM Indonesia – Bagi penggemar film keluaran Marvel, aksi manusia laba-laba alias Spiderman dapat dilihat pada 17 Juli 2022. Film Spider-Man : No Way Home ini merupakan sekual ketiga dari film sebelumnya, yakni Spider-Man: Homecoming (2017) dan Spider-Man: Far From Home (2019).

Acting manusia laba-laba pada film Spider-Man: No Way Home ini bisa disaksikan melalui Transvision Satelite, Hi-Speed dan Xstream untuk paket Platinum & Diamond di channel AXN pukul 20.45 WIB.

“Transvision sebagai salah satu industri pay TV di Indonesia, tentu berupaya untuk selalu menghadirkan tayangan yang dapat menghibur dan diminati masyarakat. Selain channel regular yang kami miliki, di tanggal 17 Juli 2022 ini untuk para pelanggan Transvision, jangan lupa saksikan salah satu tayangan premier dari film Spider-Man: No Way Home yang menjadi content killer kami di bulan Juli minggu ini. Karena bersifat premier, jangan sampai terlewatkan,” papar Direktur Marketing & Sales Transvision, Brando Tengdom.

Brando menambahkan selain keseruan aksi manusia laba-laba, masih akan ada tayangan menarik lainnya yang informatif, edukatif, inspiratif dan menghibur yang dapat disaksikan melalui tv berlangganan Transvision. [foto : dokumentasi/teks : denim]

Continue Reading

Movie & TV

Diskusi Film ‘Naga Naga Naga’, Waroeng Ta’Gentar Hadirkan Aktor Deddy Mizwar

Published

on

By

FEM Indonesia – Sejak hadirnya Waroeng Ta’Gentar (WTG) yang berlokasi di Icon Walk Mall, Jalan Raya Merdeka No. 1 Karawaci, Tangerang, sudah banyak manfaat yang dirasakan masyarakat, terutama generasi muda.

Keberadaan tempat kuliner dan entertainment ini patut diacungi jempol, karena bukan saja memberikan hiburan. WTG juga aktif menyelenggarakan kegiatan positip yang visionir, seperti acara yang diadakan Senin (27/6/22), yang bertajuk Forum Diskusi Film Naga Naga Naga.


Diskusi yang digelar dalam perspektif budaya dan nasionalisme, menghadirkan aktor senior, Deddy Mizwar sebagai narasumber dan dimeriahkan oleh Rollies Tribute yang melantunkan lagu-lagu lawas Rollies.

Menurut Deddy Mizwar, sekuel flim Naga bonar, Naga bonar jadi 2 dan Naga Naga Naga adalah sebuah refleksi kecintaan terhadap negeri ini, dimana film harus menjadi bagian dari gerakan kebudayaan demi mengangkat harkat martabat bangsa.

“Selain itu, Industri perfilman Indonesia juga butuh keterlibatan pemerintah, karena keberhasilan negara Korea dibidang perfilman tidak lepas dari peran pemerintahnya,” ujarnya.


Disisi lain, S.R. Chandra selaku inisiator program event ini mengatakan, bahwa Film Naga Naga Naga bak penawar dahaga disaat kerongkongan bangsa ini kehausan tontonan yang berkebudayaan dan sebuah refleksi keberanian berkebudayaan yang out of the box. “Dalam rangka menantang derasnya pengaruh artifisial intelijen (kecerdasan buatan) merasuki sendi-sendi 
kehidupan bangsa ini,” jelas seniman puisi itu.

Menurutnya film Naga Naga Naga, patut di apresiasi sebagai raw model perlawanan terhadap dampak negatip dari tata nilai masyarakat digital yang melahirkan budaya klik and share dan kerapkali bertentangan dengan etika nilai masyarakatnya sebagai mahakarya para leluhur bangsa ini.

“Semoga film Naga Naga Naga akan menstimulan kekebalan alami bagi terjaganya nilai nasionalis mendalam di tubuh Indonesia raya,” tandas S.R. Chandra.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

Trending