FEM Indonesia, JAKARTA –  Netflix⁠ bekerja sama dengan Asosiasi Produser Film Indonesia (APROFI) dan Badan Perfilman Indonesia (BPI) meluncurkan program Cerita Anak Nusantara, sebuah kompetisi sekaligus program pengembangan ide cerita film panjang yang berfokus pada tema anak, remaja, dan keluarga Indonesia.

Program yang didukung oleh Netflix Fund for Creative Equity ini resmi membuka pendaftaran mulai Juni 2026 dan akan ditutup pada 1 Juli 2026. Informasi dan pendaftaran dapat diakses melalui  situs resmi Cerita Anak Nusantara⁠.

Inisiatif tersebut lahir dari meningkatnya minat penonton keluarga di Indonesia terhadap tayangan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Salah satu indikatornya adalah kesuksesan film animasi Jumbo karya Ryan Adriandhy yang berhasil meraih lebih dari 10 juta penonton di bioskop nasional.

Melalui program ini, sebanyak 10 finalis terpilih akan mendapatkan kesempatan mengembangkan proyek mereka mulai dari ide cerita hingga menjadi treatment skenario yang matang. Para peserta juga akan mengikuti serangkaian lokakarya dan sesi pendampingan bersama sineas berpengalaman di genre film anak dan keluarga.

Director of Global Affairs Southeast Asia Netflix, Ruben Hattari, mengatakan saat ini semakin banyak keluarga yang meluangkan waktu untuk menonton bersama, baik tayangan internasional maupun lokal.

“Keluarga kini semakin banyak meluangkan waktu untuk menonton bersama. Ada peluang besar untuk mengembangkan cerita yang ramah keluarga dan menghadirkan ekosistem tontonan yang aman dan terpercaya. Bersama-sama, kami ingin menciptakan ruang yang nyaman bagi orang tua dengan cerita berkualitas yang menghibur dan memperkaya pengalaman anak,” ujar Ruben.

Ketua Umum APROFI, Edwin Nazir, menilai film anak dan keluarga bukan sekadar genre hiburan, tetapi juga cerminan cara masyarakat memandang generasi mendatang. “APROFI percaya investasi terbaik dalam industri ini dimulai dari cerita yang kuat yang dibuat oleh sineas muda,” kata Edwin.

Sementara itu, Ketua Umum BPI, Fauzan Zidni, menyebut program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi industri film anak dan keluarga di Indonesia.

Menurut Fauzan, cerita yang lahir dari pengalaman nyata sineas muda Indonesia merupakan investasi jangka panjang bagi perkembangan industri perfilman nasional.

Program Cerita Anak Nusantara terbuka bagi sineas Indonesia yang ingin mengembangkan cerita fiksi orisinal untuk film panjang dengan klasifikasi usia Semua Umur (SU), 7+, maupun 13+. Genre yang diterima meliputi drama keluarga, persahabatan, petualangan, komedi hingga fiksi ilmiah, selama tokoh utama merupakan anak-anak dan/atau keluarga Indonesia dengan latar cerita sepenuhnya berada di Indonesia.

Program ini diprioritaskan bagi sutradara pendatang baru yang telah memiliki pengalaman membuat film pendek dan maksimal baru menyutradarai satu film panjang. Sutradara yang telah menyutradarai lebih dari satu film panjang tidak memenuhi syarat untuk mengikuti program tersebut.