FEM Indonesia – Kemunculan kembali band Kerispatih di industri musik tanah air menjadi sebuah identitas baru musik Indonesia.
Band jebolan ajang kompilasi cipta lagu yang digelar oleh stasiun radio Mustang Jakarta bekerja sama Nagaswara ditahun 2004, menjadi bagian sejarah musik negeri ini.
Kerispatih dengan seabrek kisahnya dari ditinggal Sammy Simorangkir vokalis lamanya dan masuknya Fandi, kemudian basis Andika yang wafat, hingga hengkangnya keyboardis Badai. Kenyataan itu, tak menyurutkan langkah band Kerispatih menapaki krmbali alam raya musik Indonesia.
Muncul lagi dengab formasi teranyar Fandi (vokal), Arief (gitar), dan Anton (drum), band yang pernah menyabet penghargaan MTV Indonesia 2005 dan majalah HAI, kembalk melangkah untuk mempertahankan eksistensi
“Kerispatih adalah musik Kerispatih, yang membedakan Kerispatih kini dengan sebelumnya adalah Kerispatih saat ini bertiga, dan kalau bicara Kerispatih adalah kualitas musik dalam berkarya, itu yang selalu kita jagakan di formasi bertiga,” tegas Arief.
Menurut Fandy, Kerispatih secara karya lagu identik dengan hits dan populer di stasiun radio se-Indonesia, hal tersebut akan menjadi target mereka agar selalu mengulang sukses di ratusan radio se-tanah air.
“Semoga single terbaru dari band Kerispatih yang sebentar lagi dirilis akan menjadi sesuatu dan pembuktian, semua penilaian kita kembalikan ke masyarakat,” harap Anton.


Tinggalkan Balasan