FEM Depok — Program Doktor (S3) Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) angkatan 2025 berkolaborasi dengan Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) dan Yayasan Kanker Indonesia (YKI) menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat dalam rangka memperingati Hari Kanker Sedunia, Jumat (31/1/2026).
Kegiatan ini mengusung tema “Menuju Indonesia Emas 2045: Bersatu oleh Keunikan (United by Unique)”, sebagai upaya meningkatkan kesadaran, kepedulian, dan pemahaman masyarakat terhadap kanker, sekaligus memberikan harapan bagi para pejuang kanker.
Rangkaian kegiatan diawali dengan senam sehat bersama, kemudian dilanjutkan dengan seminar awam bertajuk Bicara Sehat yang diikuti lebih dari 200 peserta. Peserta terdiri atas komunitas, kader kesehatan, pasien dan penyintas kanker, serta masyarakat umum.
Direktur Transformasi dan Pengembangan RSUI, Dr. Novita Dwi Istanti, AMK, SKM, MARS, FISQua, dalam sambutannya menyampaikan bahwa harapan untuk hidup lebih sehat selalu ada bagi setiap individu, termasuk para pejuang kanker. Ia menegaskan komitmen RSUI untuk semakin dekat dengan masyarakat melalui upaya promotif dan preventif sebagai bagian dari Tridharma Perguruan Tinggi dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Sementara itu, Ketua Panitia dari Program Doktor FKUI Angkatan 2025, dr. Herkurniawan, Sp.PD-K, FINASIM, menjelaskan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan wujud nyata pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. Menurutnya, edukasi kepada masyarakat penting untuk menanamkan pemahaman bahwa kanker bukanlah sesuatu yang harus ditakuti, karena harapan dan peluang hidup yang lebih baik selalu ada.
“Melalui kolaborasi FKUI, RSUI, dan Yayasan Kanker Indonesia, kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata dan berdampak dalam meningkatkan kepedulian serta edukasi pencegahan kanker di masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini diisi dengan berbagai sesi edukasi dari para ahli. dr. Ni Putu Merlynda, Sp.PD-KHOM, FINASIM, memaparkan pentingnya deteksi dini kanker, dengan penekanan pada pemeriksaan multicancer early detection sebagai langkah awal untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.
Aspek nutrisi turut menjadi perhatian melalui paparan dr. Steffi Sonia, M.Gizi, Sp.GK, SubSp.KM, yang menekankan pentingnya penerapan pola makan sehat, pembatasan konsumsi makanan tinggi gula, lemak jenuh, serta makanan olahan sebagai upaya pencegahan kanker. Ia juga menegaskan perlunya pengaturan pola makan yang disesuaikan dengan kondisi pasien melalui konsultasi dengan Dokter Spesialis Gizi Klinik.
Selain kesehatan fisik, aspek kesehatan mental juga dibahas oleh dr. Nindita Pinastikasari, SpKJ, SH, MH, yang menyoroti pentingnya dukungan psikososial bagi pasien dan penyintas kanker serta keluarganya.
Sesi lainnya disampaikan oleh dr. Rahmat Cahyanur, Sp.PD-KHOM, yang menjelaskan alur pelayanan kanker, mulai dari pemeriksaan penunjang seperti laboratorium dan pencitraan, penegakan diagnosis, hingga penatalaksanaan terapi yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.
Sebagai rumah sakit pendidikan, RSUI terus berkomitmen menghadirkan layanan kanker yang komprehensif serta mengembangkan pelayanan kanker sesuai kebutuhan masyarakat. Melalui kegiatan ini, RSUI berharap dapat memperkuat sinergi dengan FKUI, Yayasan Kanker Indonesia, dan berbagai pemangku kepentingan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kanker, sekaligus memberikan edukasi dan harapan bagi para pejuang kanker dan keluarganya.


Tinggalkan Balasan