Femindonesia.com, Batam – PT Pelindo Jasa Maritim (PJM) memperkuat ekspansi bisnis kelautan dan jasa maritim dengan mengoptimalkan potensi perairan Nipa, Batam, Kepulauan Riau. Melalui pengoperasian kembali layanan ship-to-ship (STS) di Nipa Transhipment Anchorage Area (NTAA) sejak 9 Oktober 2026, PJM membidik peluang bisnis dari aktivitas pelayaran dan perdagangan internasional di kawasan Selat Malaka.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi PJM, anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo, dalam memperluas kontribusi sektor jasa maritim nasional sekaligus meningkatkan pemanfaatan potensi ekonomi laut Indonesia.
Pengembangan bisnis ini diperkenalkan kepada insan pers Batam melalui kegiatan Media Gathering yang digelar pada Senin (2/11/2026). Selain mempererat hubungan dengan media, kegiatan tersebut menjadi sarana perusahaan menjelaskan peluang usaha dan perkembangan layanan maritim yang dikelolanya.
Kawasan Nipa memiliki nilai strategis karena berada di sekitar jalur pelayaran internasional Selat Malaka. Posisi tersebut membuka peluang bagi Indonesia untuk mengembangkan berbagai aktivitas jasa kelautan, termasuk layanan alih muat antarkapal atau STS.

Melalui layanan STS, muatan dipindahkan dari satu kapal ke kapal lainnya di kawasan perairan yang telah ditentukan. Aktivitas ini merupakan salah satu kebutuhan penting dalam rantai logistik dan perdagangan laut internasional.
PJM melihat pengoperasian kembali STS Nipa sebagai peluang untuk meningkatkan aktivitas ekonomi maritim sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam industri jasa kepelabuhanan dan pelayaran internasional.
Untuk menunjang kegiatan tersebut, perusahaan memastikan kesiapan sarana dan prasarana operasional, tenaga pandu, serta koordinasi dengan para pemangku kepentingan, termasuk agen kapal.
Diversifikasi Bisnis Jasa Kelautan
Direktur Utama PJM, Arief Hermawan, mengatakan pengembangan bisnis maritim membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk mediaDirektur Utama PJM, Arief Hermawan, mengatakan pengembangan bisnis maritim membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk media, dalam memperkenalkan potensi dan kontribusi industri kelautan kepada masyarakat.
“Media Gathering malam ini kami selenggarakan dengan satu tujuan utama, yaitu membangun komunikasi yang lebih dekat, transparan, dan berkelanjutan antara Pelindo Jasa Maritim dan rekan-rekan media di Batam. Kami percaya media merupakan mitra strategis dalam menyampaikan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Arief.
PJM sendiri memiliki cakupan bisnis yang cukup luas dalam ekosistem jasa kelautan. Perusahaan mengelola pelayanan pemanduan dan penundaan kapal (marine services), penyediaan awak kapal (crewing), pengerukan alur pelayaran (dredging), pemeliharaan dan perbaikan kapal (docking and repair), pemeliharaan peralatan pelabuhan, hingga layanan utilitas dan pengelolaan limbah.
Seluruh lini bisnis tersebut diarahkan untuk mendukung keselamatan pelayaran, meningkatkan efisiensi operasional pelabuhan, serta memperkuat rantai pasok dan logistik nasional.
Dengan jaringan operasional yang menjangkau berbagai wilayah Indonesia, PJM mengandalkan armada kapal, tenaga pandu, awak kapal, dan sumber daya manusia profesional untuk menghadirkan layanan maritim terintegrasi.
Perkuat Daya Saing Industri Maritim
Sebagai perusahaan yang dibentuk pada 1 Oktober 2021 setelah integrasi Pelindo, PJM mengelola lima klaster bisnis, yaitu jasa marine, peralatan pelabuhan (equipments), jasa galangan, solusi pengerukan (dredging solution), serta jasa utilitas kepelabuhanan (port services).
PJM juga didukung delapan anak perusahaan dan dua cucu perusahaan untuk mengembangkan konsep integrated one stop service bagi pengguna jasa.
Ke depan, perusahaan terus mendorong transformasi melalui optimalisasi aset, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, penguatan keselamatan kerja, serta inovasi layanan sesuai kebutuhan pelanggan.
Strategi tersebut sejalan dengan transformasi Pelindo dalam ekosistem Danantara untuk meningkatkan efisiensi, daya saing, dan nilai tambah ekonomi.
Melalui optimalisasi STS Nipa dan pengembangan berbagai lini usaha jasa kelautan, PJM berupaya menjadikan potensi perairan Indonesia sebagai sumber pertumbuhan bisnis maritim sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam peta perdagangan dan pelayaran internasional.


Tinggalkan Balasan