FEM Indonesia – Ramadan 2023 ini, band Wali kembali merilis lagu religi berjudul “Qodarullah”. Video musik single religi ciptaan Apoy itu mulai dapat disaksikan di YouTube NAGASWARA pada Rabu (22/3/2023), pukul 19.00 Wib.

Boleh jadi “Qodarullah” menjadi salah satu single religi dan video klip Wali yang dikerjakan dalam waktu paling singkat. Single ini sendiri dirilis Wali sebagai the song sinetron Ramadan “Amanah Wali” 7 yang tayang di RCTI.

Pembuatan video musik “Qodarullah” dilakukan di set syuting sinetron “Amanah Wali” 7 yang dilakukan di daerah Kedondong, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, dua hari jelang Ramadan.

“Sekali lagi, konsep video klipnya related dengan ‘Amanah Wali’ 7. Talent-talent-nya juga dari sinetron ini, propertinya juga kita ambil dari ‘Amanah Wali’ 7. |ntinya biar related, termasuk waktu kerja kita juga yang sangat mepet,” terang Apoy yang menjadi salah satu bintang utama sinetron tersebut.

Seperti kebanyakan video klip single religi Wali, “Qodarullah” juga digarap dengan melibatkan talent-talent anak-anak. Wali berharap single religi yang mereka hasilkan dapat masuk ke berbagai kalangan, terutama anak-anak. “Anak-anak itu kan menjadi dasar pembelajaran. Kita ingin setiap Iagu religi yang dibuat Wali juga ramah dan mudah dinyanyikan anak-anak,” kata Apoy memberi alasan.

Konsep musik “Qodarullah” sendiri ditampilkan secara meriah. Menurut Apoy, lewat konsep tersebut, Wali ingin Iebih memancing orang untuk mendengar Iagu religi mereka. Apalagi, Iagu ini mengisi theme song sinetron “Amanah Wali” 7 yang tayang di saat waktu bersahur.

“Konsep musik ‘Qodarullah’ kita sesuaikan juga dengan tema dan Iiriknya. Bagian depannya kita bikin secara ‘loop’ tapi berbau Ramadan atau Takbiran. Sebenarnya kita mau memasukkan kemeriahan Ramadan seperti ‘Allahu Akbar’, tapi kebanyakan. Jadi ya sudahlah, kita masukkan bunyi beduktapi fuuristik,” tambah Apoy.

Kata “Qodarullah” berasal dari bahasa Arab secara semantik berarti ketetapan/ hukum/ perintah/ kehendak Allah SWT. Sementara secara istilah, ungkapan tersebut memiliki arti takdir atau keputusan Allah SWT. Dalam Iagunya, Wali mencoba membuka kesadaran pendengarnya bahwa manusia diciptakan sama. Meski demikian, takdir setiap orang di atas bumi berbeda-beda. Susah, senang, menang-kalah, sudah “Qodarullah”.

“Wali belum pernah mengangkat tema seperti ini. Bayangkan, bahwa sehelai daun jatuh pun atas ijin Allah. Jadi kita tidak perlu takut atau bersyak wasangka. Apa pun yang terjadi dalam hidup atas seijin Allah. Manusia hanya menjalaninya saja,” terang Apoy.