FEM Indonesia, Jakarta PT Satria Antaran Prima Tbk atau lebih dikenal sebagai SAPX Express (Perseroan) selaku adalah perusahaan jasa pengiriman yang beroperasi tahun 2014 menggelar Public Expose Tahunan SAPX dan Insidentil 2024 di Park Hotel Cawang, Jakarta Timur, Rabu (12/6/2024).

Rapat yang dihadiri para direksi dan pemegang saham SAPX Express menghasilkan beberapa keputusan diantaranya tidak membagikan dividen atau keuntungan kepada pemegang saham dikarenakan keuntungan perusahaan dimasukan untuk permodalan untuk mengatasi kompetisi jasa pengiriman yang kian ketat.

Keputusan berikutnya mempertahankan susunan direksi sebelumnya dengan disertai pergantian direktur keuangan yang lama.

“Kami sepakat mengangkat Anggara Mastangi sebagai Direktur Keuangan yang baru,” ujar Presiden Direktur SAPX Express, Budiyanto Darmastono.

Budiyanto mengatakan perusahaan kurir ekspres dan logistik terkemuka di Indonesia yang dipimpinnya saat ini mengalami konsolidasi di tengah membaiknya situasi pasca pandemik Covid-19.

Ia menilai ketidakpastian ekonomi dan geopolitik sepanjang tahun 2023 serta Tahun Politik di 2024 mengakibatkan pasar mengalami lonjakan volume transaksi selama pandemik karena banyaknya masyarakat yang membeli barang secara online perlahan mengalami penurunan dikarenakan masyarakat mulai kembali berbelanja offline ditambah dengan melemahnya daya beli masyarakat sehingga mengakibatkan industri kurir mengalami excess capacity yang disiapkan selama terjadi nya lonjakan volume semasa Covid.

“Sektor e-commerce sebagai salah satu penyumbang terbesar volume kiriman perusahaan kurir mengalami perlambatan pertumbuhan sehingga memberikan dampak terhadap pendapatan dan profitability perusahaan perusahaan kurir di Indonesia,” kata Budiyanto.

Hal senada dikatakan Denny Parhan sebagai Corporate Secretary bahwa SAPX Express memiliki basis Client Korporasi yang kuat sehingga masih mampu menorehkan capaian positif pada tahun 2023 sejalan dengan prospek usaha yang disusun oleh Manajemen dengan memperhatikan kondisi ekonomi dan bisnis yang sangat dinamis.

Selain kondisi ekonomi, lanjut Denny, Perseroan juga menghadapi persaingan bisnis yang semakin ketat. Situasi kompetitif pada bisnis pengiriman tentunya memerlukan terobosan solusi yang dapat meningkatkan nilai tambah perusahaan melalui pengembangan usaha, menurunkan biaya-biaya sekaligus meningkatkan competitiveness Perseroan, serta melakukan penguatan kinerja bisnis inti untuk meningkatkan pendapatan.

“Dari realisasi perolehan pendapatan, Perseroan masih mampu mencapai pertumbuhan kenaikan pendapatan yaitu dari Rp591,90 Miliar di tahun 2022 menjadi Rp622,18 Miliar. Sebagian besar pendapatan tersebut dikontribusikan dari kenaikan pendapatan kurir sebesar 9,34% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi Rp334,93 Miliar di tahun ini,” jelas Denny.

Selain itu, Perseroan mencatatkan total nilai aset sebesar Rp324,16 Miliar, yang merupakan peningkatan dibandingkan nilai aset tahun 2022. Hal tersebut dikarenakan kenaikan aset lancar dari Rp177,60 Miliar pada tahun 2022 menjadi Rp246,97 Miliar di tahun 2023, yang ditopang oleh deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya sebesar Rp17,00 Miliar dan piutang usaha kepada pihak ketiga sebesar Rp147,18 Miliar.

“Laba usaha meningkat menjadi Rp3,85 Miliar di tahun 2023 dari sebelumnya Rp1,14 Miliar di tahun 2022,” ungkapnya.

Ia menambahkan, d samping upaya untuk lebih menyehatkan kondisi keuangan, Perseroan juga akan melanjutkan pembenahan pengelolaan perusahaan, termasuk dengan melakukan pengembangan SDM dan teknologi informasi agar Perseroan dapat menjalankan operasional dengan baik dan menjaga prospek pertumbuhannya secara berkelanjutan.

“Situasi bisnis yang semakin kompetitif juga disikapi dengan peningkatan kualitas penerapan Tata Kelola Perusahaan di lingkungan Perseroan. Tidak hanya sebagai pemenuhan tanggung jawab terhadap regulator dan peraturan perundang-undangan yang berlaku (regulatory driven), namun penerapan Tata Kelola Perusahaan merupakan bagian dari upaya Perseroan dalam mengelola prospek keberlanjutan usahanya,” pungkasnya.