FEM Indonesia, Jakarta — Industri musik Indonesia kembali kedatangan talenta baru. Sosok tersebut adalah Riki Bangar, penyanyi sekaligus pencipta lagu yang mulai menapaki karier di tengah era digitalisasi.
Tak hanya bernyanyi, Riki juga aktif menciptakan lagu. Hingga kini, ia telah menghasilkan 10 karya yang dipublikasikan melalui platform TikTok lewat akun riki_bangar1.
“Kekuatan karya lagu saya ada pada lirik yang indah dengan balutan nada pop yang menyentuh. Ada juga beberapa lagu yang bernuansa riang dan menghibur,” ujar Riki di Jakarta, Kamis (3/4/2026).
Sepuluh lagu yang telah ia ciptakan antara lain Semua Telah Berubah, Jika Ini Jalanku, Terima Kasih Ibu, Hanya Cintamu Lebih Berarti, Sudahlah, Cinta Suci, Kenangan Bersamamu, Cinta Tak Selalu Bersama, Rasa yang Telah Mati, hingga Sarkodes.
Riki mengungkapkan, keputusannya terjun ke dunia musik berangkat dari keinginan mengubah nasib melalui bakat seni yang ia kembangkan secara otodidak. Ia juga ingin mengharumkan nama keluarga, terutama kedua orang tuanya yang telah tiada.
Pria bernama asli Riki Riyanto ini lahir di Bandar Lampung dan tumbuh dari keluarga sederhana. Ia pernah menjalani berbagai pekerjaan, mulai dari pedagang air PAM keliling hingga kondektur angkot demi membantu ekonomi keluarga.
Perjalanannya berlanjut dengan merantau ke Batam, kemudian bekerja sebagai koki di Sulawesi. Kini, ia menetap di Jakarta untuk mengejar impiannya di industri musik.
Dalam proses produksi, beberapa lagunya turut dibantu oleh Azizah Azzahrah, yang pernah meraih juara 2 Festival Hadroh di Tuban, Jawa Timur.
Sejumlah lagu Riki mengangkat tema emosional dan kehidupan. Semua Telah Berubahmisalnya, berkisah tentang rindu mendalam yang tak terobati. Sementara Jika Ini Jalanku menggambarkan keikhlasan menerima takdir perpisahan, dan Terima Kasih Ibu menjadi bentuk penghormatan atas kasih sayang serta pengorbanan seorang ibu.
“Saya ingin membuktikan bahwa pertolongan orang-orang yang membantu saya tidak sia-sia,” ungkapnya.
Ke depan, Riki berharap dapat membangun basis penggemar dan komunitas yang bisa menjadi penyemangat dalam berkarya. Ia juga ingin menghadirkan karya yang tidak hanya menghibur, tetapi mampu memberi motivasi bagi masyarakat.
“Jangan pernah takut menunjukkan bakat yang kita miliki. Kita harus berani membuktikan kemampuan, bukan terus mengeluh dengan keadaan,” pungkas Riki.


Tinggalkan Balasan