FEM Indonesia – Menyambut Dirgahayu Republik Indonesia ke-76, Abbey Ibrahim putri sulung pasangan Baim dan Artika Sari Devi merilis lagu “Senandung Untuk Nusantara” featuring Clarissa Dewi.
Lagu ciptaan Clarissa Dewi & Artika Sari Devi sengaja dibuat sebagai senandung untuk mengingatkan dan menguatkan kita semua agar selalu menjaga semangat dan harapan bahwa Indonesia akan bisa bangkit lagi melewati pandemi ini bersama sama. Dan syairnya tidak lepas dari kecintaan terhadap Indonesia.
“Lagunya mengenai kecintaan terhadap Indonesia pada 17 Agustus, momennya pas, berkaitan dengan hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia. Jadi, sebenarnya kebiasaan Abbey itu merilis lagu pas Hari Anak Nasional atau berdekatan dengan perayaan HUT Kemerdekaan RI,” ujar Baim dalam keternagan siaran persnya, Senin (16/8/2021).
Proses rekaman kata Baim, dilakukan masih secara virtual dari awal lagu sampai recording. Suara piano oleh Clarissa dan Abbey mengisi vokal di studio papanya.
Bersama Nagaswara, Abbey yang akan berusia 12 tahun, sebelumnya sudah merilis sejumlah lagu anak-anak. Sejak kecil Abbey dan Zoe tumbuh dalam keluarga pecinta musik. Menariknya lagi, selain mengetahui lagu-lagu populer saat ini, Abbey juga menguasai lagu-lagu dari era tahun 60-an dan 70-an. Seperti lagu milik The Beatles, The Carpenter atau lagu-lagu yang menjadi soundtrack sejumlah film Disney
“Ya, secara nggak langsung Abbey dan Zoe mendengarkan lagu-lagu yang banyak saya dengar. Namun selain lagu pilihan era dia sendiri, lagu-lagu lawas ternyata dia suka suka. Jadi, semakin memperkaya library musiknya secara tidak langsung,” terang Baim.
Namun, dalam usia yang masih relatif kecil, sebagai orang tua Baim dan istrinya Artika Sari Devi, Abbey menomorsatukan sekolahnya. Mereka bahkan menolak tawaran menyanyi untuk Abbey jika akan mengganggu jadwal sekolah sang putri.
“Ya, sekolah tetap nomor satu. Kita nggak pernah kebayang ke depan nanti Abbey harus eperti siapa. Jadi diri dia sendiri saja, dengan referensi vokal yang beragam,” pungkas Baim.




Tinggalkan Balasan