Femindonesia.com, JAKARTA — Film komedi persahabatan Operasi Pesta Copetmemasuki tahap akhir menuju penayangannya di bioskop. Imajinari resmi merilis final trailer film yang dibintangi Iqbaal Ramadhan, Kristo Immanuel, Zulfa Maharani, dan Kawai Labiba tersebut.

Dalam trailer terbaru, penonton diperlihatkan aksi empat sahabat yang menjalankan misi nekat untuk mencopet 300 handphone di tengah kemeriahan festival musik Pestapora.

Keempatnya adalah Ijal yang diperankan Iqbaal Ramadhan, Adut (Kristo Immanuel), Tia (Zulfa Maharani), dan Melodi (Kawai Labiba). Misi tersebut awalnya dijalankan dengan tujuan masing-masing, tetapi perlahan justru menguji hubungan persahabatan mereka.

Ketegangan meningkat ketika rencana mencopet ratusan handphone tersebut terancam gagal. Di saat yang sama, perbedaan tujuan membuat persahabatan keempatnya mulai berada di ujung tanduk.

Meski mengangkat premis tentang aksi pencopetan, Operasi Pesta Copet membawa cerita yang lebih luas mengenai persahabatan, solidaritas, dan perjuangan sekelompok anak muda menghadapi kerasnya kehidupan.

Film ini juga mencoba menggambarkan persoalan yang dekat dengan realitas masyarakat, mulai dari sulitnya mendapatkan pekerjaan hingga tekanan ekonomi akibat biaya hidup yang terus meningkat.

Di tengah kondisi tersebut, empat tokoh utama memilih mengambil jalan yang salah karena merasa tidak memiliki pilihan lain.

“Di balik hiruk-pikuk festival dan aksi copet yang menegangkan, ada emosi jujur tentang orang-orang terpinggirkan yang saling memilih untuk jadi keluarga,” ujar sutradara Edy Khemod.

Menurut Edy, Operasi Pesta Copet merupakan debutnya sebagai sutradara film panjang. Pengalaman sebelumnya di industri musik menjadi salah satu bekal dalam menggarap film yang mengambil latar festival musik tersebut.

“Menyutradarai film panjang pertama itu keputusan yang cukup nekat, apalagi setting-nya di tengah festival musik yang sangat besar. Tapi, justru di situ letak jiwanya,” katanya.

Produser Ernest Prakasa menilai film tersebut mampu menyampaikan kritik sosial dan drama melalui pendekatan komedi yang ringan.

“Dengan kemasan yang jahil dan jenaka, pesan serius dan yang menjadi kritik di film ini, serta kisah drama yang ada, bisa tersampaikan dengan renyah oleh Khemod,” ujar Ernest.

Sementara bagi Iqbaal Ramadhan, keterlibatannya dalam film ini memberikan pengalaman baru. Ia untuk pertama kalinya bermain bersama Kristo Immanuel, Zulfa Maharani, dan Kawai Labiba dalam satu proyek film.

Iqbaal mengaku menemukan suasana kekeluargaan selama proses produksi.

“Proses paling menyenangkan bagiku, aku secara harfiah menemukan keluarga baru di Operasi Pesta Copet. Bertemu dengan sahabat baru dan mentor yang selalu tidak pelit ilmu dan memberikan kesempatan menggandeng kami yang muda-muda ini terus berjalan,” ujar Iqbaal.

Selain keempat pemeran utama, film ini juga menandai debut vokalis Sisitipsi, Fauzan Lubis, di layar lebar.

Operasi Pesta Copet diproduseri Ernest Prakasa, Dipa Andika, Iqbaal Ramadhan, dan James Erlangga. Film ini menjadi debut penyutradaraan Edy Khemod dan diproduksi dengan latar festival musik yang menjadi bagian penting dalam cerita.

Imajinari sebelumnya dikenal lewat sejumlah film populer, termasuk Ngeri-Ngeri Sedap, Jatuh Cinta Seperti di Film-Film, Agak Laen, hingga Agak Laen: Menyala Pantiku!.

Film Operasi Pesta Copet dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 27 Agustus 2026.

Kehadiran final trailer tersebut sekaligus menjadi ajakan bagi penonton untuk menyaksikan bagaimana misi mencopet 300 handphone berubah menjadi perjalanan empat sahabat dalam menghadapi persoalan hidup, pilihan sulit, dan arti keluarga yang mereka temukan satu sama lain.