Cianjur Jabar – Dalam rangkaian Safari Ramadan 2026, Yayasan Peduli Anak Indonesia (Yapena) menggelar kegiatan buka puasa bersama (bukber) dan santunan bagi anak yatim, dhuafa, serta penyandang disabilitas di Pondok Pesantren Al Barokah, Desa Cijagang, Kecamatan Cikalong Kulon, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Senin (16/3).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program santunan 1.000 anak yatim yang diselenggarakan Yapena bekerja sama dengan YPP SCTV-Indosiar, Emtek dan PT.SOLO MURNI, (Buku KIKY), Ponpes Al Barokah dipilih sebagai lokasi pertama Safari Ramadan, setelah sebelumnya acara puncak digelar mesjid Baiturrahman DPR MPR RI di Senayan, Jakarta.


Pesantren yang dipimpin KH Asep Sepulmillah tersebut telah berdiri selama lebih dari 30 tahun dan berada di kawasan yang relatif terpencil, susah dijangkau dan dekat dengan situs bersejarah Makam Dalem Cikundul, makam Bupati pertama Cianjur, Raden Aria Wiratanudatar.

Suasana kegiatan berlangsung sederhana namun penuh kehangatan. Para santri yang sehari-hari mempelajari kitab kuning Al-Qur’an tampak antusias mengikuti rangkaian acara, mulai dari hiburan, permainan, hingga santunan.

Ketua MUI Desa Cijagang, Ustadz Asep Saepudin, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Yapena di ponpes tersebut, terutama di penghujung bulan Ramadan.

“Kami sangat mengapresiasi dan merasa gembira atas kehadiran Yapena di Ponpes Al Barokah. Momentum ini sangat tepat untuk meningkatkan kualitas ibadah, terlebih dalam menyambut malam Lailatul Qadar,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan berbagi seperti santunan dan sedekah diyakini membawa keberkahan serta pahala yang berlipat dan mendapat ampunan dari Allah Subhanahuwata’ala.


Ketua Umum Yapena yang juga aktris senior Erna Santoso, menjelaskan bahwa Safari Ramadan tahun ini dilakukan setelah pelaksanaan acara puncak santunan di Jakarta. Strategi tersebut dipilih agar dapat menyesuaikan waktu libur santri di berbagai daerah.

“Alhamdulillah, hari ini menjadi hari pertama Safari Ramadan Yapena di Cianjur. Kami sengaja membalik jadwal agar bisa menjangkau lebih banyak anak-anak pesantren,” kata Erna.


Pemilihan Ponpes Al Barokah jelas Erna, sebagai bagian dari upaya Yapena dalam menjangkau pesantren pesantren di wilayah terpencil dan tak diketahui masayarakat umum. Hal itu juga menjadi misi utamanya bagi yayasanya yang sudah berdiri sejak 25 tahun lalu.

“Kami ingin hadir di tempat-tempat yang mungkin jarang tersentuh, berbagi kebahagiaan bersama anak-anak di sini melalui santunan dan kebersamaan,” jelasnya.

Erna juga berharap, Yapena akan terus membantu dan memberi santunan kepada anak-anak yatim di ponpes manapun berada termasuk ponpes-ponpes yang sulit dijangkau diberbagai pedalaman.


Ketua Cabang Yapena Jawa Barat, Liena Mulyadi, mengaku bersyukur kegiatan tersebut dapat digelar di Cianjur Jawa Barat. Ia berharap program serupa dapat terus berlanjut di masa mendatang.
“Saya sangat bahagia Yapena bisa hadir dan berbagi di sini. Semoga kegiatan ini bisa terus dilakukan setiap tahun,” ungkapnya.

Sementara itu, perwakilan masyarakat setempat, Eddy Suhendar, menilai keberadaan Ponpes Al Barokah memiliki peran penting dalam mencetak generasi penerus yang berlandaskan nilai-nilai keislaman.


“Pesantren ini tetap menjaga tradisi pembelajaran sejak dahulu. Kehadiran Yapena diharapkan bisa membuka perhatian lebih luas terhadap pesantren di daerah pelosok,” harapnya.

Perwakilan Ponpes Al Barokah, Ustadz Cecep, turut menyampaikan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan. “Kami sangat berterima kasih kepada Ibu Erna Santoso dan seluruh tim Yapena. Anak-anak di sini sangat jarang mendapatkan hiburan seperti ini,” ungkapnya.

Selain santunan uang, pemberian alat-alat tulis, alat sholat dan buka puasa bersama bersama anak yatim dan para santri, kegiatan safari ramadan Yapena saat itu juga diisi dengan permainan menarik dan hiburan yang memberikan keceriaan bagi para santri.


Ponpes Al Barokah sendiri berada di kawasan yang dekat dengan destinasi ziarah Cikundul, yang dikenal sebagai lokasi makam Bupati pertama Cianjur. Dari kawasan tersebut, terlihat pemandangan perbukitan hijau yang menambah suasana asri dan tenang di lingkungan pesantren.